22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Korban Tertimpa Pohon di Nganjuk Minta Ganti Rugi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keluarga Yayuk Nurlaili, korban tertimpa pohon meminta ganti rugi kerusakan motor dan pengobatan. Karena mereka menganggap kecelakaan itu bukan karena kelalaiannya. Namun, pohon mindi yang besar dan sudah lapuk tetapi tidak ditebang. Sehingga, saat angin kencang menerpanya, pohon tumbang dan menimpanya. Akibatnya, Yayuk mengalami luka dan sepeda motor Honda Supra yang dikendarai rusak. “Harus dapat ganti rugi untuk perbaikan sepeda motor dan biaya pengobatan,” ujar Sumianto, 42,  suami Yayuk saat ditemui wartawan koran ini kemarin.

Setelah tertimpa pohon, Yayuk harus dilarikan ke Puskesmas Loceret. Di sana, dia menjalani perawatan dan rontgen. Semua biaya ditanggung Yayuk. Beruntung, luka yang dialami tidak terlalu parah. Sehingga, pada Senin malam (27/6), Yayuk sudah diizinkan pulang.

Baca Juga :  Dua Hari, Dua Kasus Kecelakaan Tabrak Lari

Namun demikian, hingga kemarin, Yayuk belum bisa berjalan. Karena kaki kanannya luka dan pinggulnya terasa nyeri. “Duduk saja belum bisa,” keluh Yayuk didampingi suaminya.

Karena itulah, ibu dua anak ini belum mengambil sepeda motornya di Mapolsek Nganjuk Kota. Motor tersebut masih dalam kondisi ringsek. “Ini nanti masih mau pijat di Kediri,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Yayuk, dia ke Jalan A. Yani Nganjuk untuk membeli benang. Karena dia adalah penjahit hiasan terop. Namun, toko benang di Jalan A. Yani tutup. Sehingga, Yayuk memutuskan pulang lewat belakang Pasar Wage. Apes dialaminya. Angin bertiup kencang. Kemudian, pohon mindi tumbang dan menimpanya. “Saya tidak sempat menghindar,” ujarnya.

Baca Juga :  Ibu Bayi Jadi Tersangka

Beruntung, kaki kanan Yayuk hanya terkena dahan pohon. Sedangkan, motornya tertimpa batang pohon. Sehingga, luka yang dialami tidak terlalu serius. “Saya sama sekali tidak memiliki firasat apa-apa,” ujar perempuan berusia 34 tahun ini.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait tumbangnya pohon mindi yang menimpa Yayuk. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. “Sepeda motor korban juga kami amankan sebagai barang bukti,” ujarnya.

Terkait ganti rugi, Supriyanto belum bisa berkomentar banyak. Karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keluarga Yayuk Nurlaili, korban tertimpa pohon meminta ganti rugi kerusakan motor dan pengobatan. Karena mereka menganggap kecelakaan itu bukan karena kelalaiannya. Namun, pohon mindi yang besar dan sudah lapuk tetapi tidak ditebang. Sehingga, saat angin kencang menerpanya, pohon tumbang dan menimpanya. Akibatnya, Yayuk mengalami luka dan sepeda motor Honda Supra yang dikendarai rusak. “Harus dapat ganti rugi untuk perbaikan sepeda motor dan biaya pengobatan,” ujar Sumianto, 42,  suami Yayuk saat ditemui wartawan koran ini kemarin.

Setelah tertimpa pohon, Yayuk harus dilarikan ke Puskesmas Loceret. Di sana, dia menjalani perawatan dan rontgen. Semua biaya ditanggung Yayuk. Beruntung, luka yang dialami tidak terlalu parah. Sehingga, pada Senin malam (27/6), Yayuk sudah diizinkan pulang.

Baca Juga :  Yang WFH Harus E-Finger

Namun demikian, hingga kemarin, Yayuk belum bisa berjalan. Karena kaki kanannya luka dan pinggulnya terasa nyeri. “Duduk saja belum bisa,” keluh Yayuk didampingi suaminya.

Karena itulah, ibu dua anak ini belum mengambil sepeda motornya di Mapolsek Nganjuk Kota. Motor tersebut masih dalam kondisi ringsek. “Ini nanti masih mau pijat di Kediri,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Yayuk, dia ke Jalan A. Yani Nganjuk untuk membeli benang. Karena dia adalah penjahit hiasan terop. Namun, toko benang di Jalan A. Yani tutup. Sehingga, Yayuk memutuskan pulang lewat belakang Pasar Wage. Apes dialaminya. Angin bertiup kencang. Kemudian, pohon mindi tumbang dan menimpanya. “Saya tidak sempat menghindar,” ujarnya.

Baca Juga :  Lewati Sambungan Jalan Tak Rata, Warga asal Kunjang Masuk Selokan 

Beruntung, kaki kanan Yayuk hanya terkena dahan pohon. Sedangkan, motornya tertimpa batang pohon. Sehingga, luka yang dialami tidak terlalu serius. “Saya sama sekali tidak memiliki firasat apa-apa,” ujar perempuan berusia 34 tahun ini.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait tumbangnya pohon mindi yang menimpa Yayuk. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. “Sepeda motor korban juga kami amankan sebagai barang bukti,” ujarnya.

Terkait ganti rugi, Supriyanto belum bisa berkomentar banyak. Karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/