31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Kasus Meluas, Pasar Hewan Buka Lagi 

GROGOL, JP Radar Kediri– Penutupan pasar hewan selama hampir satu bulan tak bisa membendung meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak di Kabupaten Kediri. Jumlah kasusnya sudah menyebar di seluruh kecamatan. Termasuk kematian hewan ternak yang ditemukan di beberapa kecamatan.

Data koran ini menyebut, sedikitnya puluhan sapi mati akibat PMK. Selain di Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, juga menimpa ternak di Kecamatan Kandangan. Meski begitu, pemkab mulai membuka lagi pasar hewan dengan dalih pertimbangan ekonomi.

Para peternak dan pedagang menyambut baik dibukanya pasar tersebut. Mereka menganggap, kasus ini tak bisa dibendung karena terjadi merata di tiap tempat. “Di desa kami (Cerme, Grogol) ada yang kena. Tapi, tidak sedikit pula yang sembuh,” kata Saiful Anam, pedagang sapi asal Desa Cerme.

Baca Juga :  Hujan Deras 3 Jam, Listrik di Pare Padam

Saiful mengklaim, ditutupnya pasar membuat penjualan sapi mandek. Perputaran ekonomi sama sekali tidak berjalan baik. Sebab itu, sejak awal kasus PMK masuk Kabupaten Kediri, ia meminta, pasar tidak ditutup. Untuk antisipasi penularan di pasar perlu pengecekan lebih ketat.

Sekarang, pasar hewan di Grogol, Pare, dan Ngadiluwih sudah beroperasi. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, pihaknya tetap melakukan evaluasi pembukaan pasar hewan tersebut. “Kami tetap mempertimbangkan efek ekonomi,” katanya.

Selama ini, pemkab belum membuka pasar hewan karena menjaga lalu lintas hewan dari daerah lain. Bila hanya Kabupaten Kediri yang membuka pasarnya ada ketakutan penumpukan. Salah satu evaluasi yang diperketat saat pembukaan pasar hewan ini penambahan lokasi check point.

DKPP akan menerjunkan tim uji klinis pada ternak yang akan masuk pasar hewan. “Nanti tim akan mengeluarkan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan),” tutur Tutik. Untuk memperkuat pengawasan akan dibantu TNI/Polri dan satpol PP serta dinas perhubungan.

Baca Juga :  Satgas Siapkan Skema Pengunjung Tempat Wisata di Kediri, Boleh Buka? 





Reporter: rekian
- Advertisement -

GROGOL, JP Radar Kediri– Penutupan pasar hewan selama hampir satu bulan tak bisa membendung meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak di Kabupaten Kediri. Jumlah kasusnya sudah menyebar di seluruh kecamatan. Termasuk kematian hewan ternak yang ditemukan di beberapa kecamatan.

Data koran ini menyebut, sedikitnya puluhan sapi mati akibat PMK. Selain di Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, juga menimpa ternak di Kecamatan Kandangan. Meski begitu, pemkab mulai membuka lagi pasar hewan dengan dalih pertimbangan ekonomi.

Para peternak dan pedagang menyambut baik dibukanya pasar tersebut. Mereka menganggap, kasus ini tak bisa dibendung karena terjadi merata di tiap tempat. “Di desa kami (Cerme, Grogol) ada yang kena. Tapi, tidak sedikit pula yang sembuh,” kata Saiful Anam, pedagang sapi asal Desa Cerme.

Baca Juga :  Juannito Wimaputra, Pemain Terbaik Piala Kasad Liga Santri Kediri

Saiful mengklaim, ditutupnya pasar membuat penjualan sapi mandek. Perputaran ekonomi sama sekali tidak berjalan baik. Sebab itu, sejak awal kasus PMK masuk Kabupaten Kediri, ia meminta, pasar tidak ditutup. Untuk antisipasi penularan di pasar perlu pengecekan lebih ketat.

Sekarang, pasar hewan di Grogol, Pare, dan Ngadiluwih sudah beroperasi. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, pihaknya tetap melakukan evaluasi pembukaan pasar hewan tersebut. “Kami tetap mempertimbangkan efek ekonomi,” katanya.

Selama ini, pemkab belum membuka pasar hewan karena menjaga lalu lintas hewan dari daerah lain. Bila hanya Kabupaten Kediri yang membuka pasarnya ada ketakutan penumpukan. Salah satu evaluasi yang diperketat saat pembukaan pasar hewan ini penambahan lokasi check point.

DKPP akan menerjunkan tim uji klinis pada ternak yang akan masuk pasar hewan. “Nanti tim akan mengeluarkan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan),” tutur Tutik. Untuk memperkuat pengawasan akan dibantu TNI/Polri dan satpol PP serta dinas perhubungan.

Baca Juga :  Hujan Deras 3 Jam, Listrik di Pare Padam





Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/