28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Repotnya Plt Kasek di Puluhan SD dan SMP Kota Angin

Sedikitnya ada 75 SD dan SMP Nganjuk yang kepala sekolahnya diisi pejabat pelaksana tugas (plt). Para pejabat yang secara definitif menjadi guru kelas ini pun masih harus mengajar sembari mengurusi manajerial sekolah.

Seperti yang terjadi di SDN Nglundo 2, Sukomoro. Jabatan kepala sekolah di lembaga yang terletak di pinggir jalan raya Surabaya-Solo itu sudah kosong sejak 2018 lalu. “Sudah berganti ada sekitar tujuh (pejabat, Red) plt,” ujar Plt Kepala SDN 2 Nglundo Sumardi Santoso.

Lelaki berambut klimis itu sudah menjadi plt kepala sekolah (kasek) sejak tujuh bulan lalu. Pria yang sebelumnya bertugas di SDN Bungur 3 ini pun mendapat tugas dobel. Selain menjalankan tugas-tugas sebagai kepala sekolah, dia juga harus mengajar di kelas.

Meski mendapat tugas tambahan, lelaki berusia 36 tahun itu mengaku tetap semangat. “Sejak awal niatnya memang untuk mengabdi. Tidak masalah,” lanjut pria yang mengajar siswa kelas VI itu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Ajak Media Dukung Nganjuk Bangkit

Setiap hari Sumardi sudah terbiasa membagi waktu antara tugasnya sebagai kasek dan guru. Mulai mengatur waktu untuk rapat dan pertemuan, manajerial sekolah, hingga mengajar anak-anak.

Di awal menjabat kasek, diakui pria asal Rejoso itu dia masih harus beradaptasi. Beberapa bulan menjalankan tugas, dia mengaku sudah tidak menemukan hambatan berarti. “Kami berharap bisa segera ada kepastian tentang pengisian kepala sekolah di sini. Sudah kosong sejak 2018,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih menjelaskan, disdik sudah merencanakan pengisian kasek yang kosong. Baik untuk 72 SD yang kaseknya kosong. Maupun untuk tiga SMP yang juga diisi pejabat plt.

Hingga akhir Maret ini, menurut perempuan berjilbab itu pihaknya masih menunggu pelaksanaan diklat. “Kami sudah menggelar seleksi kasek akhir tahun lalu, tapi masih belum mencukupi (untuk mengisi kekosongan, Red),” terang perempuan yang akrab disapa Han itu.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi PTSL di Warujayeng Bisa Bertambah

Lebih jauh Han menjelaskan, total 75 posisi kasek yang kosong itu dihitung per 1 Maret lalu. Jumlah tersebut dimungkinkan masih akan bertambah pada 1 April nanti. Sebab, ada lima kasek lagi yang akan pensiun. Sehingga, jumlah kasek yang kosong mencapai 80.

Adapun jumlah kasek yang berhasil direkrut akhir tahun lalu kurang dari separo kebutuhan. Dari total 66 orang yang mendaftar, hanya 38 orang yang diterima. “Masih kurang (jumlah kasek yang lolos tes, Red). Mereka juga belum mengikuti diklat kasek,” urai Han.

 

Sulitnya Mencari Kasek:

-Guru yang boleh mendaftar seleksi minimal golongan 3C

-Memiliki pengalaman mengajar di sekolah dalam kurun waktu tertentu

-Peserta harus lolos rangkaian tes seleksi dan uji kompetensi

-Kandidat terpilih harus mengikuti diklat kasek sebelum bertugas

- Advertisement -

Sedikitnya ada 75 SD dan SMP Nganjuk yang kepala sekolahnya diisi pejabat pelaksana tugas (plt). Para pejabat yang secara definitif menjadi guru kelas ini pun masih harus mengajar sembari mengurusi manajerial sekolah.

Seperti yang terjadi di SDN Nglundo 2, Sukomoro. Jabatan kepala sekolah di lembaga yang terletak di pinggir jalan raya Surabaya-Solo itu sudah kosong sejak 2018 lalu. “Sudah berganti ada sekitar tujuh (pejabat, Red) plt,” ujar Plt Kepala SDN 2 Nglundo Sumardi Santoso.

Lelaki berambut klimis itu sudah menjadi plt kepala sekolah (kasek) sejak tujuh bulan lalu. Pria yang sebelumnya bertugas di SDN Bungur 3 ini pun mendapat tugas dobel. Selain menjalankan tugas-tugas sebagai kepala sekolah, dia juga harus mengajar di kelas.

Meski mendapat tugas tambahan, lelaki berusia 36 tahun itu mengaku tetap semangat. “Sejak awal niatnya memang untuk mengabdi. Tidak masalah,” lanjut pria yang mengajar siswa kelas VI itu.

Baca Juga :  Dukung AHY, Tolak Hasil KLB Deli Serdang

Setiap hari Sumardi sudah terbiasa membagi waktu antara tugasnya sebagai kasek dan guru. Mulai mengatur waktu untuk rapat dan pertemuan, manajerial sekolah, hingga mengajar anak-anak.

Di awal menjabat kasek, diakui pria asal Rejoso itu dia masih harus beradaptasi. Beberapa bulan menjalankan tugas, dia mengaku sudah tidak menemukan hambatan berarti. “Kami berharap bisa segera ada kepastian tentang pengisian kepala sekolah di sini. Sudah kosong sejak 2018,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih menjelaskan, disdik sudah merencanakan pengisian kasek yang kosong. Baik untuk 72 SD yang kaseknya kosong. Maupun untuk tiga SMP yang juga diisi pejabat plt.

Hingga akhir Maret ini, menurut perempuan berjilbab itu pihaknya masih menunggu pelaksanaan diklat. “Kami sudah menggelar seleksi kasek akhir tahun lalu, tapi masih belum mencukupi (untuk mengisi kekosongan, Red),” terang perempuan yang akrab disapa Han itu.

Baca Juga :  Bus Tidak Boleh Beroperasi Mulai Besok

Lebih jauh Han menjelaskan, total 75 posisi kasek yang kosong itu dihitung per 1 Maret lalu. Jumlah tersebut dimungkinkan masih akan bertambah pada 1 April nanti. Sebab, ada lima kasek lagi yang akan pensiun. Sehingga, jumlah kasek yang kosong mencapai 80.

Adapun jumlah kasek yang berhasil direkrut akhir tahun lalu kurang dari separo kebutuhan. Dari total 66 orang yang mendaftar, hanya 38 orang yang diterima. “Masih kurang (jumlah kasek yang lolos tes, Red). Mereka juga belum mengikuti diklat kasek,” urai Han.

 

Sulitnya Mencari Kasek:

-Guru yang boleh mendaftar seleksi minimal golongan 3C

-Memiliki pengalaman mengajar di sekolah dalam kurun waktu tertentu

-Peserta harus lolos rangkaian tes seleksi dan uji kompetensi

-Kandidat terpilih harus mengikuti diklat kasek sebelum bertugas

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/