30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Kirim Ratusan Kantong Darah ke Luar Kota

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Dalam kondisi pandemi Covid-19, UDD PMI Nganjuk tidak terkendala dalam hal stok darah. Layanan mobile atau transfusi darah ke desa-desa membuat pasokan untuk rumah sakit Nganjuk melimpah. Bahkan, November ini mereka mengirim ratusan kantong daerah ke sejumlah daerah.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Nganjuk dr Didik Jamaadi mengungkapkan, November ini total ada 200 kantong darah yang dikirim ke luar daerah. Yaitu ke Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo. “Stok darah kami selalu cukup,” ujar Didik.  

Hingga kemarin menurut Didik masih ada permintaan darah dari luar daerah. Tetapi, UDD memutuskan untuk menolaknya. Alasannya, mereka harus mengutamakan stok darah untuk RS di Nganjuk.

Baca Juga :  Ketua DPRD Nganjuk Minta Pemkab Nganjuk Bantu Perbaikan Rumah Warga

Koordinator TU UDD PMI Nganjuk Herin Purnawati menambahkan, seminggu lalu pihaknya sempat kekurangan golongan darah AB. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama.

Pelayanan keliling dengan mobil transfusi darah membuat pasokan semua jenis darah tercukupi. “Selain mobil transfusi yang keliling ke desa-desa, juga dari pendonor yang datang ke PMI,” lanjut Herin.

Perempuan berkerudung krem itu menjelaskan, selama pandemi Covid-19, operasional mobil transfusi daerah memang harus menerapkan protokol khusus. Yakni, terkait kondisi zona Covid-19 di desa.

Sebelum mendatangi desa atau kecamatan yang menjadi sasaran donor, menurut Herin pihaknya koordinasi dengan bidan desa. Tujuannya untuk mengetahui apakah desa yang dituju termasuk zona merah Covid-19 atau tidak.

Baca Juga :  Dispendukcapil Targetkan Bisa Tuntaskan 200 Ribu Keping

Jika ada penambahan kasus di desa, otomatis donor di desa tersebut ditunda. “Kalau tidak ada masalah ya dilanjutkan donor di desa,” terangnya.

Antisipasi serupa menurut Herin juga dilakukan di kantor UDD PMI. Petugas melakukan screening untuk mengetahui apakah pendonor terpapar korona atau tidak. Di antaranya, dengan menanyakan apakah pendonor baru saja bepergian dari luar kota yang merupakan zona merah dan riwayat lainnya.

Jika pendonor berpotensi tertular Covid-19, pengambilan darah akan ditunda. “Kalau memang iya (punya potensi tertular, Red) kami tolak,” urainya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Dalam kondisi pandemi Covid-19, UDD PMI Nganjuk tidak terkendala dalam hal stok darah. Layanan mobile atau transfusi darah ke desa-desa membuat pasokan untuk rumah sakit Nganjuk melimpah. Bahkan, November ini mereka mengirim ratusan kantong daerah ke sejumlah daerah.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Nganjuk dr Didik Jamaadi mengungkapkan, November ini total ada 200 kantong darah yang dikirim ke luar daerah. Yaitu ke Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo. “Stok darah kami selalu cukup,” ujar Didik.  

Hingga kemarin menurut Didik masih ada permintaan darah dari luar daerah. Tetapi, UDD memutuskan untuk menolaknya. Alasannya, mereka harus mengutamakan stok darah untuk RS di Nganjuk.

Baca Juga :  Target Hari Ini Perbaikan Rel KA di Purwosari Selesai

Koordinator TU UDD PMI Nganjuk Herin Purnawati menambahkan, seminggu lalu pihaknya sempat kekurangan golongan darah AB. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama.

Pelayanan keliling dengan mobil transfusi darah membuat pasokan semua jenis darah tercukupi. “Selain mobil transfusi yang keliling ke desa-desa, juga dari pendonor yang datang ke PMI,” lanjut Herin.

Perempuan berkerudung krem itu menjelaskan, selama pandemi Covid-19, operasional mobil transfusi daerah memang harus menerapkan protokol khusus. Yakni, terkait kondisi zona Covid-19 di desa.

Sebelum mendatangi desa atau kecamatan yang menjadi sasaran donor, menurut Herin pihaknya koordinasi dengan bidan desa. Tujuannya untuk mengetahui apakah desa yang dituju termasuk zona merah Covid-19 atau tidak.

Baca Juga :  Target Operasional Terancam Molor

Jika ada penambahan kasus di desa, otomatis donor di desa tersebut ditunda. “Kalau tidak ada masalah ya dilanjutkan donor di desa,” terangnya.

Antisipasi serupa menurut Herin juga dilakukan di kantor UDD PMI. Petugas melakukan screening untuk mengetahui apakah pendonor terpapar korona atau tidak. Di antaranya, dengan menanyakan apakah pendonor baru saja bepergian dari luar kota yang merupakan zona merah dan riwayat lainnya.

Jika pendonor berpotensi tertular Covid-19, pengambilan darah akan ditunda. “Kalau memang iya (punya potensi tertular, Red) kami tolak,” urainya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/