26 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Pengangguran Bisa Naik Belasan Ribu Orang

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pengangguran di Kabupaten Nganjuk diprediksi akan semakin besar tahun ini. Penambahan pengangguran tidak hanya ratusan atau ribuan tetapi diperkirakan mencapai belasan ribu. “Mungkin ada penambahan 19 ribu pengangguran baru tahun ini,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Nganjuk Supiyanto kemarin.

Pengangguran itu diprediksi berasal dari lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Nganjuk. Jumlahnya sekitar 26 ribu orang. Diperkirakan hanya sekitar 7 ribu orang dari lulusan tersebut yang bekerja dan melanjutkan pendidikannya. Sedangkan, yang lain akan menjadi pengangguran.

Jika dijumlahkan dengan pengangguran di tahun lalu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk maka total pengangguran sekitar 45 ribu orang. Sebab, tahun 2020, pengangguran di Nganjuk mencapai 26.523 orang. “Bisa jadi 45 ribu orang jadi pengangguran tahun ini,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk. 

Menurut Supiyanto, banyaknya pengangguran di Kabupaten Nganjuk tersebut bukan karena kesalahan Pemkab Nganjuk. Pemkab sudah berusaha maksimal menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan menyiapkan Kawasan Industri Nganjuk (KING). Banyak perusahaan sudah berdiri di Nganjuk. Sayang, animo masyarakat untuk bekerja di Nganjuk sangat sedikit. “Lowongan pekerjaan di perusahaan sangat banyak tetapi sepi peminat,” keluhnya.

Baca Juga :  Pengungsi Longsor Ngetos Nganjuk Pindah ke Kontrakan

Sebagai buktinya, Supiyanto memaparkan terkait sepinya pelamar di pabrik sepatu yang ada di Kecamatan Gondang. Pabrik tersebut sudah membuka lowongan pekerjaan dan meminta dinaskerkop UM membantu menjaring pelamar tetapi masih kesulitan memenuhi kebutuhan. “Butuhnya perusahaan itu 5.000 karyawan wanita tetapi yang mendaftar masih sekitar 600 orang,” ujarnya.

Kondisi ini membuat perusahaan yang sudah berdiri di Nganjuk kebingungan. Karena mereka butuh tenaga kerja banyak tetapi sulit mendapatkan tenaga kerja. “Masyarakat Nganjuk itu lebih bangga dan senang kerja di kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo daripada di perusahaan Nganjuk,” ujarnya.

Supiyanto mengatakan, masyarakat Nganjuk itu menganggap mencari pekerjaan itu harus ke kota besar. Anggapan ini yang jadi bumerang bagi mereka. Karena persaingan di kota besar sangat ketat. Belum lagi, lowongan pekerjaan juga sedikit. “Gajinya memang lebih besar di kota besar tetapi biaya hidup sebenanya juga besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Transfer Insentif Nakes Rp 1,86 Miliar

Meski demikian, Supiyanto tidak menyerah. Dia terus mempromosikan perusahaan-perusahaan di Nganjuk yang membutuhkan ribuan karyawan. Setiap keliling desa untuk kegiatan dinaskerkop UM, sosialisasi lowongan pekerjaan selalu disampaikan. “Kami juga memuat pengumuman lowongan di website,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin, pansus RTRW ngebut membahas Raperda RTRW 2021-2041. Karena deadline pembahasan tersebut adalah dua bulan. Otomatis, pansus harus kerja keras. “Kami setiap hari akan rapat Raperda RTRW 2021-2041,” ujar Ketua Pansus Edi Santoso.

Edi mengatakan, RTRW yang juga berisi tentang KING ini harus segera selesai. Sehingga, investor bisa segera berinvestasi di Kota Angin. “Kami ingin pengangguran di Nganjuk turun dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pengangguran di Kabupaten Nganjuk diprediksi akan semakin besar tahun ini. Penambahan pengangguran tidak hanya ratusan atau ribuan tetapi diperkirakan mencapai belasan ribu. “Mungkin ada penambahan 19 ribu pengangguran baru tahun ini,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Nganjuk Supiyanto kemarin.

Pengangguran itu diprediksi berasal dari lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Nganjuk. Jumlahnya sekitar 26 ribu orang. Diperkirakan hanya sekitar 7 ribu orang dari lulusan tersebut yang bekerja dan melanjutkan pendidikannya. Sedangkan, yang lain akan menjadi pengangguran.

Jika dijumlahkan dengan pengangguran di tahun lalu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk maka total pengangguran sekitar 45 ribu orang. Sebab, tahun 2020, pengangguran di Nganjuk mencapai 26.523 orang. “Bisa jadi 45 ribu orang jadi pengangguran tahun ini,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk. 

Menurut Supiyanto, banyaknya pengangguran di Kabupaten Nganjuk tersebut bukan karena kesalahan Pemkab Nganjuk. Pemkab sudah berusaha maksimal menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan menyiapkan Kawasan Industri Nganjuk (KING). Banyak perusahaan sudah berdiri di Nganjuk. Sayang, animo masyarakat untuk bekerja di Nganjuk sangat sedikit. “Lowongan pekerjaan di perusahaan sangat banyak tetapi sepi peminat,” keluhnya.

Baca Juga :  Pengurukan Tak Berhenti, Satpol Lakukan Penjagaan

Sebagai buktinya, Supiyanto memaparkan terkait sepinya pelamar di pabrik sepatu yang ada di Kecamatan Gondang. Pabrik tersebut sudah membuka lowongan pekerjaan dan meminta dinaskerkop UM membantu menjaring pelamar tetapi masih kesulitan memenuhi kebutuhan. “Butuhnya perusahaan itu 5.000 karyawan wanita tetapi yang mendaftar masih sekitar 600 orang,” ujarnya.

Kondisi ini membuat perusahaan yang sudah berdiri di Nganjuk kebingungan. Karena mereka butuh tenaga kerja banyak tetapi sulit mendapatkan tenaga kerja. “Masyarakat Nganjuk itu lebih bangga dan senang kerja di kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo daripada di perusahaan Nganjuk,” ujarnya.

Supiyanto mengatakan, masyarakat Nganjuk itu menganggap mencari pekerjaan itu harus ke kota besar. Anggapan ini yang jadi bumerang bagi mereka. Karena persaingan di kota besar sangat ketat. Belum lagi, lowongan pekerjaan juga sedikit. “Gajinya memang lebih besar di kota besar tetapi biaya hidup sebenanya juga besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Info PPDB Kediri: Verifikasi Kolektif Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Meski demikian, Supiyanto tidak menyerah. Dia terus mempromosikan perusahaan-perusahaan di Nganjuk yang membutuhkan ribuan karyawan. Setiap keliling desa untuk kegiatan dinaskerkop UM, sosialisasi lowongan pekerjaan selalu disampaikan. “Kami juga memuat pengumuman lowongan di website,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin, pansus RTRW ngebut membahas Raperda RTRW 2021-2041. Karena deadline pembahasan tersebut adalah dua bulan. Otomatis, pansus harus kerja keras. “Kami setiap hari akan rapat Raperda RTRW 2021-2041,” ujar Ketua Pansus Edi Santoso.

Edi mengatakan, RTRW yang juga berisi tentang KING ini harus segera selesai. Sehingga, investor bisa segera berinvestasi di Kota Angin. “Kami ingin pengangguran di Nganjuk turun dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/