23.8 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Gubernur Jatim Khofifah Apresiasi Rumah Kurasi Kediri

Keberadaan Rumah Kurasi Kediri jadi perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Saat melakukan launching di hotel Grand Surya kemarin, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu memberikan apresiasinya. Sebab, meski baru di-launching kemarin, tetapi kiprahnya di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sudah begitu besar. 

Khofifah mengungkapkan, kontribusi UMKM pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sangat tinggi. Yaitu, mencapai 57,25 persen. Karenanya, pemprov terus mendorong perkembangan UMKM. “Salah satunya dengan cara mengurasi tiap produk yang dihasilkan.

Keberadaan Rumah Kurasi Kediri menurut Khofifah juga memberi dampak besar. Sebab, jauh sebelum diluncurkan kemarin ternyata Rumah Kurasi Kediri sudah mengurasi sejumlah produk UMKM. 

Dia menceritakan pengakuan seorang pelaku usaha keripik di Malang yang sukses mengekspor produknya. Dalam sebulan, sang pengusaha bisa mengekspor enam ton keripik ke luar negeri. Khofifah pun menanyakan apakah ada orang yang membantu melakukan standarisasi produknya.

Baca Juga :  Sablon Kaos Sesuai Keinginan

“Saya cukup terkejut karena waktu itu menjawab dibantu oleh Rumah Kurasi Kediri,” terang Khofifah sembari menyebut hal itu yang membuatnya bersemangat datang ke Kediri. Yakni, untuk melihat langsung Rumah Kurasi yang sudah bekerja bahkan sebelum diluncurkan.

Jika sekarang Rumah Kurasi menjadi satu-satunya di Jatim, Khofifah berharap ke depan bisa berkembang luas ke daerah lainnya. Targetnya Malang Raya yang diketahui banyak terhadap pelaku UMKM-nya. 

Menurut Khofifah Rumah Kurasi bisa jadi percontohan bagi daerah lain di Jatim. Untuk menunjang program tersebut, Khofifah meminta daerah menyediakan anggarannya. “Nanti bisa lewat APBD untuk membiayai pelatihan bagi kurator ataupun instrukturnya,” tandasnya berharap ke depan akan semakin banyak produk Jawa Timur yang dikenal hingga di luar negeri. 

Baca Juga :  Getuk Pisang Legit

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim Difi Ahmad Johansyah mengingatkan agar jangan sampai produk lokal dijual lewat jalur tidak resmi. “Rumah Kurasi ini akan menjadi wadah bagi UMKM agar produk kita lebih dikenal luas dan bisa membantu ekonomi warga,” paparnya. 

Menanggapi dukungan dari beberapa pejabat tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengusulkan agar kantor Rumah Kurasi Kediri nantinya berada di kantor Dinas Pendapatan Provinsi Jatim di depan Taman Sekartaji. “Di sana semuanya bisa berkumpul. Dari manajemen hingga lokasi tempat packaging,” jelasnya.

Khusus untuk produk UMKM Kediri, menurut Abu yang sudah dikurasi adalah produk tenun ikat. Jika sebelumnya motif tenun besar-besar dan tidak cocok dipakai orang berbadan gemuk, sekarang motifnya diubah menjadi lebih kecil. Sehingga, bisa dipakai oleh pasar yang lebih luas. (rq/ut)

- Advertisement -

Keberadaan Rumah Kurasi Kediri jadi perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Saat melakukan launching di hotel Grand Surya kemarin, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu memberikan apresiasinya. Sebab, meski baru di-launching kemarin, tetapi kiprahnya di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sudah begitu besar. 

Khofifah mengungkapkan, kontribusi UMKM pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sangat tinggi. Yaitu, mencapai 57,25 persen. Karenanya, pemprov terus mendorong perkembangan UMKM. “Salah satunya dengan cara mengurasi tiap produk yang dihasilkan.

Keberadaan Rumah Kurasi Kediri menurut Khofifah juga memberi dampak besar. Sebab, jauh sebelum diluncurkan kemarin ternyata Rumah Kurasi Kediri sudah mengurasi sejumlah produk UMKM. 

Dia menceritakan pengakuan seorang pelaku usaha keripik di Malang yang sukses mengekspor produknya. Dalam sebulan, sang pengusaha bisa mengekspor enam ton keripik ke luar negeri. Khofifah pun menanyakan apakah ada orang yang membantu melakukan standarisasi produknya.

Baca Juga :  Getuk Pisang Legit

“Saya cukup terkejut karena waktu itu menjawab dibantu oleh Rumah Kurasi Kediri,” terang Khofifah sembari menyebut hal itu yang membuatnya bersemangat datang ke Kediri. Yakni, untuk melihat langsung Rumah Kurasi yang sudah bekerja bahkan sebelum diluncurkan.

Jika sekarang Rumah Kurasi menjadi satu-satunya di Jatim, Khofifah berharap ke depan bisa berkembang luas ke daerah lainnya. Targetnya Malang Raya yang diketahui banyak terhadap pelaku UMKM-nya. 

Menurut Khofifah Rumah Kurasi bisa jadi percontohan bagi daerah lain di Jatim. Untuk menunjang program tersebut, Khofifah meminta daerah menyediakan anggarannya. “Nanti bisa lewat APBD untuk membiayai pelatihan bagi kurator ataupun instrukturnya,” tandasnya berharap ke depan akan semakin banyak produk Jawa Timur yang dikenal hingga di luar negeri. 

Baca Juga :  Isoman Picu Klaster Keluarga

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim Difi Ahmad Johansyah mengingatkan agar jangan sampai produk lokal dijual lewat jalur tidak resmi. “Rumah Kurasi ini akan menjadi wadah bagi UMKM agar produk kita lebih dikenal luas dan bisa membantu ekonomi warga,” paparnya. 

Menanggapi dukungan dari beberapa pejabat tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengusulkan agar kantor Rumah Kurasi Kediri nantinya berada di kantor Dinas Pendapatan Provinsi Jatim di depan Taman Sekartaji. “Di sana semuanya bisa berkumpul. Dari manajemen hingga lokasi tempat packaging,” jelasnya.

Khusus untuk produk UMKM Kediri, menurut Abu yang sudah dikurasi adalah produk tenun ikat. Jika sebelumnya motif tenun besar-besar dan tidak cocok dipakai orang berbadan gemuk, sekarang motifnya diubah menjadi lebih kecil. Sehingga, bisa dipakai oleh pasar yang lebih luas. (rq/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/