27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban KRI Nanggala 402

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendatangi rumah duka Serda Lis Edi Wibowo, awak KRI Nanggala-402, di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Selasa (27/4). Serda Edi merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KRI Nanggala yang dinyatakan tenggelam di perairan laut utara Pulau Bali.

Di hadapan Kresmiati, ibu dari Serda Edi, Mas Bup sapaan akrab Bupati Kedirimenyampaikan duka yang mendalam dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas perjuangan putranya itu. Mas Bup minta agar Ibu Krismiati tegar dalam menghadapi musibah tersebut. Dalam kunjungan ini, Mas Bup menjanjikan beasiswa untuk putra Serda Edi hingga perguruan tinggi.

“Ini suatu kejadian di luar dugaan. Prajurit yang menjalankan tugas di saat kita tertidur, mereka bekerja. Maka kewajiban dari pemerintah kalau terjadi apa-apa harus mengcover atau mencukupi apa yang menjadi kebutuhan keluarga,” terangnya. Karena itu Bupati Dhito memastikan kondisi keluarga Serda Edi. Yang ternyata masih berada di Sidoarjo. Selanjutnya, data sang anak akan diminta untuk dicover hingga perguruan tinggi.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjadi hingga Pertengahan Maret

Mas Bup tidak lagi melihat asal dari identitas sang anak. Jika ternyata sang anak merupakan warga Krian, Sidoarjo, sesuai domisili saat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap akan mengcover kebutuhan dua anak Serda Edi hingga perguruan tinggi. “Kita sudah tidak mau lihat KTP mana lagi, tapi ini warga negara Indonesia,” tegas Mas Bup.

Sementara itu untuk keluarga di Kediri, Mas Dhito juga berjanji akan mencukupi semua kebutuhan mereka. “Tadi saya sampaikan, kalau ada apa-apa langsung bilang ke saya, tidak perlu melalui proses yang panjang,” pungkasnya.

Serda Lis Edi Wibowo merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Prajurit yang dikenal ramah itu bertugas di bagian kelistrikan KRI Nanggala-402. Sebelum dinyatakan hilang, Kresmiati terakhir kontak dengan anaknya pada Senin lalu.

Baca Juga :  Lucuti Jepang, Tang Sing Liem Juga Kejar Muso di Wilis

“Terakhir kontak Senin lalu. Dia pamit mau menyelam dan mohon doa restu,” kata Kresmiati sambil menangis, mengingat komunikasi terakhir dengan sang putra.

Serda Edi selalu berpamitan kepada ibunya selama bertugas. Ia juga kerap menyambangi ibunya di Kediri setelah menikah. Terlebih saat Kresmiati menderita sakit jantung, perhatian Serda Edi dirasa semakin bertambah. (kominfo/dea)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendatangi rumah duka Serda Lis Edi Wibowo, awak KRI Nanggala-402, di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Selasa (27/4). Serda Edi merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KRI Nanggala yang dinyatakan tenggelam di perairan laut utara Pulau Bali.

Di hadapan Kresmiati, ibu dari Serda Edi, Mas Bup sapaan akrab Bupati Kedirimenyampaikan duka yang mendalam dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas perjuangan putranya itu. Mas Bup minta agar Ibu Krismiati tegar dalam menghadapi musibah tersebut. Dalam kunjungan ini, Mas Bup menjanjikan beasiswa untuk putra Serda Edi hingga perguruan tinggi.

“Ini suatu kejadian di luar dugaan. Prajurit yang menjalankan tugas di saat kita tertidur, mereka bekerja. Maka kewajiban dari pemerintah kalau terjadi apa-apa harus mengcover atau mencukupi apa yang menjadi kebutuhan keluarga,” terangnya. Karena itu Bupati Dhito memastikan kondisi keluarga Serda Edi. Yang ternyata masih berada di Sidoarjo. Selanjutnya, data sang anak akan diminta untuk dicover hingga perguruan tinggi.

Baca Juga :  Rekomendasikan Nilai Tertinggi

Mas Bup tidak lagi melihat asal dari identitas sang anak. Jika ternyata sang anak merupakan warga Krian, Sidoarjo, sesuai domisili saat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap akan mengcover kebutuhan dua anak Serda Edi hingga perguruan tinggi. “Kita sudah tidak mau lihat KTP mana lagi, tapi ini warga negara Indonesia,” tegas Mas Bup.

Sementara itu untuk keluarga di Kediri, Mas Dhito juga berjanji akan mencukupi semua kebutuhan mereka. “Tadi saya sampaikan, kalau ada apa-apa langsung bilang ke saya, tidak perlu melalui proses yang panjang,” pungkasnya.

Serda Lis Edi Wibowo merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Prajurit yang dikenal ramah itu bertugas di bagian kelistrikan KRI Nanggala-402. Sebelum dinyatakan hilang, Kresmiati terakhir kontak dengan anaknya pada Senin lalu.

Baca Juga :  Telanjur Bikin Ogoh-Ogoh, Perajin Bisa RugiĀ 

“Terakhir kontak Senin lalu. Dia pamit mau menyelam dan mohon doa restu,” kata Kresmiati sambil menangis, mengingat komunikasi terakhir dengan sang putra.

Serda Edi selalu berpamitan kepada ibunya selama bertugas. Ia juga kerap menyambangi ibunya di Kediri setelah menikah. Terlebih saat Kresmiati menderita sakit jantung, perhatian Serda Edi dirasa semakin bertambah. (kominfo/dea)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/