23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Kota Kediri Menurun

KOTA, JP Radar Kediri- Jumlah orang yang terkena Covid-19 kian menurun. Ini bisa dilihat dari kasus aktif yang menunjukkan pengurangan yang signifikan. Mereka yang dirawat di rumah sakit juga semakin sedikit.

Berdasarkan data hingga kemarin, jumlah kasus aktif tinggal 24. Yang dirawat di rumah sakit pun tinggal 18 pasien. Sedangkan yang menjalani isolasi  mandiri (isoman) hanya enam orang.

Kondisi ini tak lepas dari tingginya angka kesembuhan. “Yang paling banyak sembuh adalah mereka yang menjalani isoman. Ada 17 pasien (sembuh),” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima..

Meskipun angka kesembuhan tinggi, rata-rata 92,45 persen, kasus konfirmasinya ternyata masih belum nihil. Terbaru, pemkot merilis enam kasus baru. Dua di antaranya menimpa balita.

Baca Juga :  Prediksi Persediaan Beras Masih Minus

Dua balita itu adalah bocah laki-laki usia tiga tahun asal Kelurahana Sukorame, Kecamatan Mojoroto dan perempuan usia sembilan bulan dari Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto.

Lainnya, laki-laki paro baya asal Kelurahan Dandangan dan perempuan 24 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Pesantren. Juga ada laki-laki usia 21 tahun asal Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren,  dan usia 33 tahun asal Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. Sebagian dirawat di RSUD Gambiran dan RS Bhayangkara. “Untuk yang tidak bergejala nanti tetap akan menjalani isolasi mandiri,” ujar dr Fauzan.

Menurut dr Fauzan, selain itu ada 23 orang yang menjalani rapid test dan 76 orang menjalani PCR. Yang masuk data pemantauan kontak erat baru sebanyak 45 orang.

Dia mengingatkan, penambahan jumlah kasus tersebut menjadi pengingat bagi warga agar tidak lengah. Sebab, ketika Pemkot Kediri mulai melonggarkan aturan dengan membuka semua fasilitas area publik atau taman kota, mulai ada sinyal kelengahan seperti itu. Dia berharap warga yang berkunjung tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga :  Khofifah dan Marhaen Cek Sapi di Babadan

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Mohamad Anang Kurniawan menegaskan akan memasang pengeras suara di taman. Tujuannya untuk menegur pengunjung yang tak memakai masker.

“Kami juga akan siapkan masker di pintu masuk,” ujarnya.

Untuk memantau aktivitas pengunjung, Anang juga akan menempatkan anggota dan petugas di setiap taman. Mereka yang masuk ke taman harus sudah divaksin sesuai dengan aturan Wali Kota Kediri tentang Covid-19.(rq/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Jumlah orang yang terkena Covid-19 kian menurun. Ini bisa dilihat dari kasus aktif yang menunjukkan pengurangan yang signifikan. Mereka yang dirawat di rumah sakit juga semakin sedikit.

Berdasarkan data hingga kemarin, jumlah kasus aktif tinggal 24. Yang dirawat di rumah sakit pun tinggal 18 pasien. Sedangkan yang menjalani isolasi  mandiri (isoman) hanya enam orang.

Kondisi ini tak lepas dari tingginya angka kesembuhan. “Yang paling banyak sembuh adalah mereka yang menjalani isoman. Ada 17 pasien (sembuh),” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima..

Meskipun angka kesembuhan tinggi, rata-rata 92,45 persen, kasus konfirmasinya ternyata masih belum nihil. Terbaru, pemkot merilis enam kasus baru. Dua di antaranya menimpa balita.

Baca Juga :  Alokasikan Miliaran Rupiah untuk Perbaikan Jembatan

Dua balita itu adalah bocah laki-laki usia tiga tahun asal Kelurahana Sukorame, Kecamatan Mojoroto dan perempuan usia sembilan bulan dari Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto.

Lainnya, laki-laki paro baya asal Kelurahan Dandangan dan perempuan 24 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Pesantren. Juga ada laki-laki usia 21 tahun asal Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren,  dan usia 33 tahun asal Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. Sebagian dirawat di RSUD Gambiran dan RS Bhayangkara. “Untuk yang tidak bergejala nanti tetap akan menjalani isolasi mandiri,” ujar dr Fauzan.

Menurut dr Fauzan, selain itu ada 23 orang yang menjalani rapid test dan 76 orang menjalani PCR. Yang masuk data pemantauan kontak erat baru sebanyak 45 orang.

Dia mengingatkan, penambahan jumlah kasus tersebut menjadi pengingat bagi warga agar tidak lengah. Sebab, ketika Pemkot Kediri mulai melonggarkan aturan dengan membuka semua fasilitas area publik atau taman kota, mulai ada sinyal kelengahan seperti itu. Dia berharap warga yang berkunjung tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga :  Dishub Siapkan Dua Pramugari untuk Merayu

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Mohamad Anang Kurniawan menegaskan akan memasang pengeras suara di taman. Tujuannya untuk menegur pengunjung yang tak memakai masker.

“Kami juga akan siapkan masker di pintu masuk,” ujarnya.

Untuk memantau aktivitas pengunjung, Anang juga akan menempatkan anggota dan petugas di setiap taman. Mereka yang masuk ke taman harus sudah divaksin sesuai dengan aturan Wali Kota Kediri tentang Covid-19.(rq/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/