25 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Satpol PP Kediri Copoti Iklan Cabup-Cawabup Tak Berizin

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Maraknya baliho dan spanduk pencalonan dalam pemilihan bupati mendatang ternyata tak diimbangi kepatuhan terhadap aturan yang ada. Terbukti, banyak dari spanduk dan baliho itu yang tak berizin. Akibatnya pihak satpol pun harus menurunkan dengan paksa.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Kediri Agung Joko Retmono mengungkapkan, total ada ratusan reklame promosi cabup-cawabup yang diamankan. “Itu dari total razia selama tiga hari,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Reklame yang dicopot itu tidak ada izin dari dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (DPMP-TSP). Keberadaannya pun merata di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kediri. Total ada 9 kecamatan. Dan rata-rata berada di jalan raya. “Yang paling banyak adalah di sepanjang jalan nasional mulai Kecamatan Gampengrejo hingga Purwoasri,” jelasnya.

Baca Juga :  Mudik Gratis dengan Kereta Api Lokal Mulai 28 Mei

Agung menyebut ada dua cabup-cawabup yang paling banyak reklamenya tak berizin. Yakni milik Dokter Sukma Sahadewa dan pasangan Mujahid-Eko Ediyono. Sebenarnya Agung menegaskan bahwa selain reklame promosi pilkada, petugas penegak perda itu juga membersihkan reklame-reklame lain yang tak berizin. “Jadi tidak hanya yang digunakan promosi cabup cawabup saja. Total ada seribu lebih reklame yang dicopot selama 3 hari,” ungkapnya.

Yang melanggar itu, Agung menegaskan, hanya dilepas saja. Tidak sampai dihubungkan ke pihak bersangkutan. Itu pun disamakan bagi semua reklame yang tak berizin lain tanpa terkecuali.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri Sukari mengatakan bahwa soal spanduk cabup-cawabup itu merupakah rahan DPM-PTSP. Dinas tersebut yang memiliki regulasi terkait pemasangan spanduk pencalonan tersebut. Warga yang ingin mempublikasikan diri dengan berbagai tulisan, gambar, atau yang lain tak dipermasalahkan asalkan sudah beres urusan perizinannya.

Baca Juga :  Penderita Demam Berdarah Melonjak, Ini Datanya

“Sehingga nanti untuk penindakan ranahnya Satpol-PP,” ungkapnya.

Saat ini di beberapa tempat sudah marak baliho dan spanduk tokoh yang hendak maju ke bursa pemilihan bupati (pilbup) Kediri 2020. Mereka memasang alat peraga untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Tentu saja tujuannya untuk meningkatkan popularitas agar dikenal masyarakat luas.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Maraknya baliho dan spanduk pencalonan dalam pemilihan bupati mendatang ternyata tak diimbangi kepatuhan terhadap aturan yang ada. Terbukti, banyak dari spanduk dan baliho itu yang tak berizin. Akibatnya pihak satpol pun harus menurunkan dengan paksa.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Kediri Agung Joko Retmono mengungkapkan, total ada ratusan reklame promosi cabup-cawabup yang diamankan. “Itu dari total razia selama tiga hari,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Reklame yang dicopot itu tidak ada izin dari dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (DPMP-TSP). Keberadaannya pun merata di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kediri. Total ada 9 kecamatan. Dan rata-rata berada di jalan raya. “Yang paling banyak adalah di sepanjang jalan nasional mulai Kecamatan Gampengrejo hingga Purwoasri,” jelasnya.

Baca Juga :  Tebentur Umur, Banyak Yang Tidak Bisa Mendaftar

Agung menyebut ada dua cabup-cawabup yang paling banyak reklamenya tak berizin. Yakni milik Dokter Sukma Sahadewa dan pasangan Mujahid-Eko Ediyono. Sebenarnya Agung menegaskan bahwa selain reklame promosi pilkada, petugas penegak perda itu juga membersihkan reklame-reklame lain yang tak berizin. “Jadi tidak hanya yang digunakan promosi cabup cawabup saja. Total ada seribu lebih reklame yang dicopot selama 3 hari,” ungkapnya.

Yang melanggar itu, Agung menegaskan, hanya dilepas saja. Tidak sampai dihubungkan ke pihak bersangkutan. Itu pun disamakan bagi semua reklame yang tak berizin lain tanpa terkecuali.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri Sukari mengatakan bahwa soal spanduk cabup-cawabup itu merupakah rahan DPM-PTSP. Dinas tersebut yang memiliki regulasi terkait pemasangan spanduk pencalonan tersebut. Warga yang ingin mempublikasikan diri dengan berbagai tulisan, gambar, atau yang lain tak dipermasalahkan asalkan sudah beres urusan perizinannya.

Baca Juga :  Mudik Gratis dengan Kereta Api Lokal Mulai 28 Mei

“Sehingga nanti untuk penindakan ranahnya Satpol-PP,” ungkapnya.

Saat ini di beberapa tempat sudah marak baliho dan spanduk tokoh yang hendak maju ke bursa pemilihan bupati (pilbup) Kediri 2020. Mereka memasang alat peraga untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Tentu saja tujuannya untuk meningkatkan popularitas agar dikenal masyarakat luas.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/