26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Pemkot Kediri Siapkan Ribuan Kit untuk Cegah Penularan Korona

KOTA, JP Radar Kediri-Pemkot Kediri akan terus menyisir sejumlah pusat keramaian di Kota Tahu dalam libur Natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini. Untuk mencegah penularan Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri akan melakukan rapid test acak pengunjung. 

          Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima mengungkapkan, selama dua minggu terakhir Kota Tahu masuk dalam zero kasus aktif terkonfirmasi korona. Situasi itulah yang terus dipertahankan.

“Penambahan kasus berpeluang muncul ketika masyarakat lengah. Salah satunya saat libur Nataru,” ujar Fauzan.

          Karenanya, satgas memutuskan untuk melakukan rapid test swab secara acak di sejumlah tempat keramaian. Termasuk pusat perbelanjaan yang selama libur jumlah pengunjungnya meningkat signifikan.

          Sejauh ini, menurut Fauzan pihaknya sudah menyediakan kit rapid test di sejumlah check point. Selama libur Nataru, tiap check point bisa menggelar tes acak di waktu tertentu. “Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada laporan berapa jumlah yang di-swab,” lanjut Fauzan.

Baca Juga :  Tetapkan Jam Malam bagi Warung dan Kafe

          Dikatakan Fauzan, selama libur Nataru pihaknya menyiapkan lebih dari

10 ribu kit rapid test. Dengan cara demikian, dia berharap usai libur Nataru tidak terjadi lonjakan kasus.

          Bagaimana bila hasil test acak ada yang reaktif atau positif? Menurut Fauzan, tempat isolasi di rumah sakit hingga saat ini kosong. Karenanya, jika ditemukan hasil swab yang positif, otomatis akan dibawa ke RS rujukan Covid-19 atau ke tempat isolasi terpadu (isoter). “Isoter bisa berfungsi lagi. Apalagi, jika yang terkonfirmasi positif adalah pasien yang tidak punya gejala,’ jelas Fauzan meminta masyarakat berhati-hati selama libur Nataru.

          Sejauh ini, menurutnya yang perlu diwaspadai adalah kedatangan warga dari luar daerah. Bukan saja mereka yang datang berkunjung tetapi juga ada warga yang pulang kampung. Terutama warga yang pulang dari luar negeri.

          Sementara itu, selama libur Nataru Pemkab Kediri terus menggenjot vaksinasi. Termasuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. “Vaksinasi anak sudah mencapai lebih dari 5 persen,” terang Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Baca Juga :  Pemkab Antisipasi Status KLB

          Untuk memaksimalkan capaian, selama libur sekolah pihaknya tetap melakukan vaksinasi. Pihak sekolah juga tetap diminta memonitor anak-anak.

          Pria yang juga plt kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kediri itu menegaskan, pihaknya juga terus memacu capaian vaksinasi lansia yang kini sudah mencapai 68 persen. Adapun vaksinasi keseluruhan sudah mencapai 75 persen.

          Dengan terus naiknya capaian vaksinasi, menurutnya Kabupaten Kediri berpeluang besar menerapkan PPKM Level 1. “Menunggu evaluasi setelah PPKM Nataru selesai,” tegasnya.

          Untuk diketahui, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah menyebar 10 ribu dosis vaksin ke tiap puskesmas. Mereka diminta mengoptimalkan penyuntikan di wilayah masing-masing.

          Seperti sebelumnya, pemkab menargetkan capaian vaksinasi bisa mencapai 10 ribu per hari. “Kami gandeng TNI, Polri, dan pemerintah desa dalam pelaksanaan vaksinasi,” imbuhnya. (rq/syi/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Pemkot Kediri akan terus menyisir sejumlah pusat keramaian di Kota Tahu dalam libur Natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini. Untuk mencegah penularan Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri akan melakukan rapid test acak pengunjung. 

          Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima mengungkapkan, selama dua minggu terakhir Kota Tahu masuk dalam zero kasus aktif terkonfirmasi korona. Situasi itulah yang terus dipertahankan.

“Penambahan kasus berpeluang muncul ketika masyarakat lengah. Salah satunya saat libur Nataru,” ujar Fauzan.

          Karenanya, satgas memutuskan untuk melakukan rapid test swab secara acak di sejumlah tempat keramaian. Termasuk pusat perbelanjaan yang selama libur jumlah pengunjungnya meningkat signifikan.

          Sejauh ini, menurut Fauzan pihaknya sudah menyediakan kit rapid test di sejumlah check point. Selama libur Nataru, tiap check point bisa menggelar tes acak di waktu tertentu. “Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada laporan berapa jumlah yang di-swab,” lanjut Fauzan.

Baca Juga :  Tetapkan Jam Malam bagi Warung dan Kafe

          Dikatakan Fauzan, selama libur Nataru pihaknya menyiapkan lebih dari

10 ribu kit rapid test. Dengan cara demikian, dia berharap usai libur Nataru tidak terjadi lonjakan kasus.

          Bagaimana bila hasil test acak ada yang reaktif atau positif? Menurut Fauzan, tempat isolasi di rumah sakit hingga saat ini kosong. Karenanya, jika ditemukan hasil swab yang positif, otomatis akan dibawa ke RS rujukan Covid-19 atau ke tempat isolasi terpadu (isoter). “Isoter bisa berfungsi lagi. Apalagi, jika yang terkonfirmasi positif adalah pasien yang tidak punya gejala,’ jelas Fauzan meminta masyarakat berhati-hati selama libur Nataru.

          Sejauh ini, menurutnya yang perlu diwaspadai adalah kedatangan warga dari luar daerah. Bukan saja mereka yang datang berkunjung tetapi juga ada warga yang pulang kampung. Terutama warga yang pulang dari luar negeri.

          Sementara itu, selama libur Nataru Pemkab Kediri terus menggenjot vaksinasi. Termasuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. “Vaksinasi anak sudah mencapai lebih dari 5 persen,” terang Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Baca Juga :  Pemkab Antisipasi Status KLB

          Untuk memaksimalkan capaian, selama libur sekolah pihaknya tetap melakukan vaksinasi. Pihak sekolah juga tetap diminta memonitor anak-anak.

          Pria yang juga plt kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kediri itu menegaskan, pihaknya juga terus memacu capaian vaksinasi lansia yang kini sudah mencapai 68 persen. Adapun vaksinasi keseluruhan sudah mencapai 75 persen.

          Dengan terus naiknya capaian vaksinasi, menurutnya Kabupaten Kediri berpeluang besar menerapkan PPKM Level 1. “Menunggu evaluasi setelah PPKM Nataru selesai,” tegasnya.

          Untuk diketahui, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah menyebar 10 ribu dosis vaksin ke tiap puskesmas. Mereka diminta mengoptimalkan penyuntikan di wilayah masing-masing.

          Seperti sebelumnya, pemkab menargetkan capaian vaksinasi bisa mencapai 10 ribu per hari. “Kami gandeng TNI, Polri, dan pemerintah desa dalam pelaksanaan vaksinasi,” imbuhnya. (rq/syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/