23.3 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Suhu Tubuh Tinggi Tempati Ruangan Khusus

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Persiapan pelaksanaan tes CPNS terus dimatangkan. Kemarin (26/8), panitia seleksi daerah (panselda) dari badan kepegawaian daerah (BKD) sudah menyiapkan ruang khusus bagi peserta seleksi kompetensi bidang (SKB). Ruang itu akan digunakan untuk mereka yang suhu tubuhnya terdeteksi diatas 37 derajat celsius.

Kepala BKD Sopingi melalui Kabid Pengadaan dan Mutasi Agus Heri Widodo menjelaskan, di ruang khusus itu panselda akan menyiapkan sebanyak 15 unit komputer. “Yang menentukan mereka masuk ke ruang khusus itu nantinya tim kesehatan dari gugus tugas,” ujar Agus.

Mekanisme pemeriksaan peserta tidak hanya untuk mengantisipasi kecurangan seperti membawa jimat, perlengkapan tulis dan senjata tajam. Saat SKB nanti, peserta juga akan dicek suhu tubuhnya. Khusus peserta yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat celsius akan diperiksa dua kali.        

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras, Satu Rumah Roboh

Begitu dideteksi suhu tubuhnya tinggi, peserta diminta istirahat selama lima menit. Setelah dicek ulang suhu tubuhnya. “Jika hasilnya tetap sama, tim kesehatan

- Advertisement -

akan menentukan peserta bisa melanjutkan ujian atau tidak,” terang Agus.

Jika peserta memang sakit dan direkomendasikan untuk tidak ujian oleh gugus tugas, panselda masih memberi toleransi. Yakni, peserta bisa mengikuti ujian di sesi lain selama pelaksanaan SKB tiga hari.

Perlakuan berbeda diberikan jika peserta ada indikasi terpapar virus. Menurut Agus gugus tugas akan memberi perlakuan khusus. Untuk mencegah penyebarannya, peserta yang dinyatakan positif bisa saja tidak boleh ikut ujian. “Semua keputusan tentang kesehatan akan ditentukan oleh tim gugus tugas karena mereka yang tahu,” tandas pria yang akrab disapa Agus brewok ini.

Baca Juga :  November Harus Lunas

Dengan beberapa ketentuan tersebut, Agus mengimbau kepada 1.494 peserta untuk tetap menjaga diri agar terhindar dari penularan virus korona. Termasuk wajib menjaga kesehatan agar tidak sakit. Sebab, kewenangan untuk memutuskan peserta lanjut ujian atau tidak adalah dari tim kesehatan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Terpisah, Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Jatim Tauchid Djatmiko mengaku sudah melakukan supervisi persiapan pelaksanaan ujian SKB di Nganjuk. “Lokasi sudah siap dan yang paling penting adalah semua peserta memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi ada peserta yang tidak memakai masker perlu disiapkan masker tambahan. Sedangkan lokasinya kini sudah disiapkan di Gedung Wanita di Jalan Yos Sudarso, Kota Nganjuk.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Persiapan pelaksanaan tes CPNS terus dimatangkan. Kemarin (26/8), panitia seleksi daerah (panselda) dari badan kepegawaian daerah (BKD) sudah menyiapkan ruang khusus bagi peserta seleksi kompetensi bidang (SKB). Ruang itu akan digunakan untuk mereka yang suhu tubuhnya terdeteksi diatas 37 derajat celsius.

Kepala BKD Sopingi melalui Kabid Pengadaan dan Mutasi Agus Heri Widodo menjelaskan, di ruang khusus itu panselda akan menyiapkan sebanyak 15 unit komputer. “Yang menentukan mereka masuk ke ruang khusus itu nantinya tim kesehatan dari gugus tugas,” ujar Agus.

Mekanisme pemeriksaan peserta tidak hanya untuk mengantisipasi kecurangan seperti membawa jimat, perlengkapan tulis dan senjata tajam. Saat SKB nanti, peserta juga akan dicek suhu tubuhnya. Khusus peserta yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat celsius akan diperiksa dua kali.        

Baca Juga :  Lalai, Izin Usaha Bisa Dicabut

Begitu dideteksi suhu tubuhnya tinggi, peserta diminta istirahat selama lima menit. Setelah dicek ulang suhu tubuhnya. “Jika hasilnya tetap sama, tim kesehatan

akan menentukan peserta bisa melanjutkan ujian atau tidak,” terang Agus.

Jika peserta memang sakit dan direkomendasikan untuk tidak ujian oleh gugus tugas, panselda masih memberi toleransi. Yakni, peserta bisa mengikuti ujian di sesi lain selama pelaksanaan SKB tiga hari.

Perlakuan berbeda diberikan jika peserta ada indikasi terpapar virus. Menurut Agus gugus tugas akan memberi perlakuan khusus. Untuk mencegah penyebarannya, peserta yang dinyatakan positif bisa saja tidak boleh ikut ujian. “Semua keputusan tentang kesehatan akan ditentukan oleh tim gugus tugas karena mereka yang tahu,” tandas pria yang akrab disapa Agus brewok ini.

Baca Juga :  Persenga Terancam Tak Bisa Latihan

Dengan beberapa ketentuan tersebut, Agus mengimbau kepada 1.494 peserta untuk tetap menjaga diri agar terhindar dari penularan virus korona. Termasuk wajib menjaga kesehatan agar tidak sakit. Sebab, kewenangan untuk memutuskan peserta lanjut ujian atau tidak adalah dari tim kesehatan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Terpisah, Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Jatim Tauchid Djatmiko mengaku sudah melakukan supervisi persiapan pelaksanaan ujian SKB di Nganjuk. “Lokasi sudah siap dan yang paling penting adalah semua peserta memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi ada peserta yang tidak memakai masker perlu disiapkan masker tambahan. Sedangkan lokasinya kini sudah disiapkan di Gedung Wanita di Jalan Yos Sudarso, Kota Nganjuk.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/