23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

PAN Ungkap Sinyal Jalin Komunikasi dengan Gerindra

 KABUPATEN, JP Radar Kediri Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri Muhaimin mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol. Salah satu yang dikabarkan kembali “dekat” adalah Partai Gerindra.

“Kalau obrolan sudah lah. Bisik-bisik juga sudah lah. Artinya memang belum semua parpol, tetapi 50 persen sudah,” ungkapnya melalui sambungan telepon, kemarin.

“Yang mendekati positif ya Gerindra. Dari dulu kami juga sudah (berkoalisi) dengan mereka (Gerindra, Red). Mungkin juga dengan Partai Demokrat cukup intens (komunikasi, Red),” imbuhnya.

Untuk beberapa parpol lain pihaknya belum berbicara lebih jauh. Kedekatan PAN dan Gerindra sendiri telah terjalin lama. Seperti saat Pilkada 2010, keduanya berkoalisi dan mengusung paslon yang sama. Pada Pilkada 2015 pun kekompakan keduanya kembali terjalin.

Muhaimin membenarkan bahwa kedekatan PAN dengan Gerindra sudah terjalin sejak dulu. Pun dengan jumlah perolehan kursi keduanya telah memenuhi ambang batas jika digabung. PAN dan Gerindra sama-sama mengoleksi 5 kursi dewan periode 2019 – 2024.

“Kalau berkoalisi dengan Gerindra kan sudah pas itu 10 kursi (minimal). Apalagi kalau ditambah dengan Partai Demokrat,” tandasnya.

Baca Juga :  Pengurukan Tempat Relokasi Semantok Terhenti

Meski begitu, Muhaimin mengaku, belum bisa memastikan arah pembicaraan dan obrolannya tersebut akan berakhir dengan kesepakatan atau tidak. Pasalnya, ia tidak menutup kemungkinan membuka pintu komunikasi dengan partai besar lainnya. Seperti PDIP dengan 15 kursi dan PKB sembilan kursi. “Bukan tidak mungkin kami dengan PDIP,” tandasnya.

Jika melihat pengalaman sebelumnya, PAN dan PDIP tidak pernah mengadakan koalisi. Bahkan calon yang diusung keduanya selalu berseberangan. Sementara itu, kedekatan PAN dengan Gerindra dalam potensi koalisi Pilkada 2020 nanti diperkirakan akan mudah terjalin. Namun demikian, Gerindra masih enggan menanggapi isu kedekatan atau komunikasi dengan PAN ke media.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Arief Junaidi justru membantah telah ada komunikasi dengan parpol mana pun. “Belum ada komunikasi dengan partai mana pun. Nanti kami infokan,” ujarnya kepada koran ini melalui pesan singkat WhatsApp tadi malam.

Lebih lanjut, PKB sebagai parpol pemenang kedua pemilihan legislatif (pileg) di Kabupaten Kediri dengan sembilan kursi mengaku membuka diri berkoalisi. Berdasarkan keterangan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kediri Mundhofir, kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai mana saja masih berpeluang besar.

Baca Juga :  Info PPDB Kediri: Jalur Zonasi dan Afirmasi SMP Buka

Hanya saja, belum ada parpol yang telah resmi atau pasti menjalin koalisi dengan partai dengan warna kebanggaan hijau tersebut. “Kami masih berkomunikasi terus. Sambil menunggu juknis dari DPW PKB seperti apa. Untuk kepastian hasil koalisinya sendiri belum bisa kami pastikan,” papar Mundhofir saat dihubungi koran ini melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya tak hanya menjalin komunikasi dengan parpol. PKB juga berkomunikasi dengan PC NU. “Kami sudah mulai melakukan rapat gabungan. Yakni antara DPC PKB dengan PC NU Kabupaten Kediri,” imbuh Mundhofir.

 

 

Sepak Terjang Koalisi Hadapi Pilbup 2020

·      PAN dan Gerindra satu koalisi pada Pilkada 2010

·      Keduanya kembali berkoalisi pada Pilkada 2015

·      Terbuka kemungkinan kekompakan tersebut kembali terulang pada Pilkada 2020

·      PKB membuka diri untuk berkoalisi dengan parpol lain

·      PKB juga berkomunikasi dengan PC NU

 

 

- Advertisement -

 KABUPATEN, JP Radar Kediri Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri Muhaimin mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol. Salah satu yang dikabarkan kembali “dekat” adalah Partai Gerindra.

“Kalau obrolan sudah lah. Bisik-bisik juga sudah lah. Artinya memang belum semua parpol, tetapi 50 persen sudah,” ungkapnya melalui sambungan telepon, kemarin.

“Yang mendekati positif ya Gerindra. Dari dulu kami juga sudah (berkoalisi) dengan mereka (Gerindra, Red). Mungkin juga dengan Partai Demokrat cukup intens (komunikasi, Red),” imbuhnya.

Untuk beberapa parpol lain pihaknya belum berbicara lebih jauh. Kedekatan PAN dan Gerindra sendiri telah terjalin lama. Seperti saat Pilkada 2010, keduanya berkoalisi dan mengusung paslon yang sama. Pada Pilkada 2015 pun kekompakan keduanya kembali terjalin.

Muhaimin membenarkan bahwa kedekatan PAN dengan Gerindra sudah terjalin sejak dulu. Pun dengan jumlah perolehan kursi keduanya telah memenuhi ambang batas jika digabung. PAN dan Gerindra sama-sama mengoleksi 5 kursi dewan periode 2019 – 2024.

“Kalau berkoalisi dengan Gerindra kan sudah pas itu 10 kursi (minimal). Apalagi kalau ditambah dengan Partai Demokrat,” tandasnya.

Baca Juga :  Nama Khofifah Muncul di Rakerda PAN Kota

Meski begitu, Muhaimin mengaku, belum bisa memastikan arah pembicaraan dan obrolannya tersebut akan berakhir dengan kesepakatan atau tidak. Pasalnya, ia tidak menutup kemungkinan membuka pintu komunikasi dengan partai besar lainnya. Seperti PDIP dengan 15 kursi dan PKB sembilan kursi. “Bukan tidak mungkin kami dengan PDIP,” tandasnya.

Jika melihat pengalaman sebelumnya, PAN dan PDIP tidak pernah mengadakan koalisi. Bahkan calon yang diusung keduanya selalu berseberangan. Sementara itu, kedekatan PAN dengan Gerindra dalam potensi koalisi Pilkada 2020 nanti diperkirakan akan mudah terjalin. Namun demikian, Gerindra masih enggan menanggapi isu kedekatan atau komunikasi dengan PAN ke media.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Arief Junaidi justru membantah telah ada komunikasi dengan parpol mana pun. “Belum ada komunikasi dengan partai mana pun. Nanti kami infokan,” ujarnya kepada koran ini melalui pesan singkat WhatsApp tadi malam.

Lebih lanjut, PKB sebagai parpol pemenang kedua pemilihan legislatif (pileg) di Kabupaten Kediri dengan sembilan kursi mengaku membuka diri berkoalisi. Berdasarkan keterangan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kediri Mundhofir, kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai mana saja masih berpeluang besar.

Baca Juga :  Emil Pimpin DPD Partai Demokrat Jatim

Hanya saja, belum ada parpol yang telah resmi atau pasti menjalin koalisi dengan partai dengan warna kebanggaan hijau tersebut. “Kami masih berkomunikasi terus. Sambil menunggu juknis dari DPW PKB seperti apa. Untuk kepastian hasil koalisinya sendiri belum bisa kami pastikan,” papar Mundhofir saat dihubungi koran ini melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya tak hanya menjalin komunikasi dengan parpol. PKB juga berkomunikasi dengan PC NU. “Kami sudah mulai melakukan rapat gabungan. Yakni antara DPC PKB dengan PC NU Kabupaten Kediri,” imbuh Mundhofir.

 

 

Sepak Terjang Koalisi Hadapi Pilbup 2020

·      PAN dan Gerindra satu koalisi pada Pilkada 2010

·      Keduanya kembali berkoalisi pada Pilkada 2015

·      Terbuka kemungkinan kekompakan tersebut kembali terulang pada Pilkada 2020

·      PKB membuka diri untuk berkoalisi dengan parpol lain

·      PKB juga berkomunikasi dengan PC NU

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/