24.9 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Ratusan Vaksin PMK Datang

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kabar gembira bagi para peternak. Vaksin untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) telah datang. Jumlahnya mencapai 500 dosis. Atau  setara dengan 1.000 mililiter cairan vaksin.

Vaksin PMK tersebut diambil langsung oleh petugas dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) ke Surabaya. Begitu datang, langsung digunakan untuk memvaksin ratusan ternak, terutama sapi perah. Yang menjadi prioritas memang sapi perah.

“Untuk vaksinasi akan disegerakan.  Jadi, besok (hari ini, Red) kami lakukan vaksinasi. Kalau belum selesai dilanjutkan hari berikutnya,” terang Kepala DKPP Mohammad Ridwan.

Di hari pertama ini, sasarannya adalah 100 ekor sapi perah. Setelah selesai, akan berlanjut ke sapi perah yang tersisa. Total, ada 180 ekor sapi perah di Kota Kediri. Sapi-sapi itulah yang akan didahulukan. Baru kemudian berganti ke sapi potong.

Baca Juga :  Tanggap Atasi Covid-19: Semua RS Harus Siapkan Ruang Isolasi

Sementara itu, Kasi Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan, dan Pemasaran DKPP drh Pujiono mengatakan, satu dosis vaksin akan digunakan untuk satu ekor sapi. “Setiap sapi akan disuntik vaksin PMK sebanyak 2 mililiter,” terangnya.

- Advertisement -

Pujiono menargetkan, semua vaksin akan tersalurkan dalam lima hari. Apalagi, Pemerintah Pusat juga mematok bahwa proses vaksinasi harus selesai sebelum Hari Raya Idul Adha. Sebelum pelaksanaan kurban itu, pihak DKPP harus sudah memberikan laporan vaksinasi lengkap yang meliputi nama, alamat, dan NIK pemilik sapi yang divaksin.

Puji mengatakan, sejauh ini belum akan ada proses penyuntikan vaksin PMK yang ditujukan kepada kambing. Seperti yang diketahui, PMK ini menyerang hewan berkuku belah, termasuk kambing, domba, kerbau, dan rusa. Hanya saja dampaknya akan sangat terlihat pada sapi.

Baca Juga :  Info Pendaftaran CPNS Kediri: Lebih Separo TMS, Ini Sebabnya

“Untuk kriteria (pemberian vaksin) sapi harus sehat. Di wilayah sekitarnya tidak terdampak serta bukan sapi yang sudah pernah terkena PMK,” urainya.

Dokter hewan ini juga menjelaskan bahwa pengamanan vaksin harus dilakukan dengan menggunakan rantai dingin. Sehingga dalam penyimpanannya harus menggunakan kulkas, yang bisa menjaga suhu di 2-8 derajat celcius dan steril. Ketika dipindahkan ke tempat lain juga harus menggunakan coolbox yang diisi dengan es batu. Sehingga bisa menjaga suhu tetap dingin.

“Botol vaksin yang sudah dibuka juga harus selesai disalurkan dalam waktu 24 jam,” pungkasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kabar gembira bagi para peternak. Vaksin untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) telah datang. Jumlahnya mencapai 500 dosis. Atau  setara dengan 1.000 mililiter cairan vaksin.

Vaksin PMK tersebut diambil langsung oleh petugas dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) ke Surabaya. Begitu datang, langsung digunakan untuk memvaksin ratusan ternak, terutama sapi perah. Yang menjadi prioritas memang sapi perah.

“Untuk vaksinasi akan disegerakan.  Jadi, besok (hari ini, Red) kami lakukan vaksinasi. Kalau belum selesai dilanjutkan hari berikutnya,” terang Kepala DKPP Mohammad Ridwan.

Di hari pertama ini, sasarannya adalah 100 ekor sapi perah. Setelah selesai, akan berlanjut ke sapi perah yang tersisa. Total, ada 180 ekor sapi perah di Kota Kediri. Sapi-sapi itulah yang akan didahulukan. Baru kemudian berganti ke sapi potong.

Baca Juga :  Kebut Perbaiki Jalan Nasional

Sementara itu, Kasi Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan, dan Pemasaran DKPP drh Pujiono mengatakan, satu dosis vaksin akan digunakan untuk satu ekor sapi. “Setiap sapi akan disuntik vaksin PMK sebanyak 2 mililiter,” terangnya.

Pujiono menargetkan, semua vaksin akan tersalurkan dalam lima hari. Apalagi, Pemerintah Pusat juga mematok bahwa proses vaksinasi harus selesai sebelum Hari Raya Idul Adha. Sebelum pelaksanaan kurban itu, pihak DKPP harus sudah memberikan laporan vaksinasi lengkap yang meliputi nama, alamat, dan NIK pemilik sapi yang divaksin.

Puji mengatakan, sejauh ini belum akan ada proses penyuntikan vaksin PMK yang ditujukan kepada kambing. Seperti yang diketahui, PMK ini menyerang hewan berkuku belah, termasuk kambing, domba, kerbau, dan rusa. Hanya saja dampaknya akan sangat terlihat pada sapi.

Baca Juga :  Menimbang Ibu Kota Kabupaten Kediri, Mencari Nama dan Letak yang Ideal

“Untuk kriteria (pemberian vaksin) sapi harus sehat. Di wilayah sekitarnya tidak terdampak serta bukan sapi yang sudah pernah terkena PMK,” urainya.

Dokter hewan ini juga menjelaskan bahwa pengamanan vaksin harus dilakukan dengan menggunakan rantai dingin. Sehingga dalam penyimpanannya harus menggunakan kulkas, yang bisa menjaga suhu di 2-8 derajat celcius dan steril. Ketika dipindahkan ke tempat lain juga harus menggunakan coolbox yang diisi dengan es batu. Sehingga bisa menjaga suhu tetap dingin.

“Botol vaksin yang sudah dibuka juga harus selesai disalurkan dalam waktu 24 jam,” pungkasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/