22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Dinas PUPR Kabupaten Kediri Baru Bisa Memasang Bronjong Akhir Tahun

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Bronjong di Desa Jugo, Mojo yang ambles akibat bencana longsor Kamis (23/6) lalu agaknya belum bisa segera diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri baru bisa memperbaikinya akhir tahun atau menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyebut tidak ada infrastruktur PUPR yang rusak akibat bencana longsor minggu lalu. “Dari laporan tim di lapangan, bronjong yang ambles itu bukan bangunan PUPR,” lanjutnya.

Meski demikian, karena lokasinya berada di dekat jalan raya, Irwan mengaku siap melakukan perbaikan. Hanya saja, dia mengakui jika hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Melainkan harus menunggu setelah PAK. “Paling cepat triwulan keempat (setelah PAK, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Perangkat Desa di Kediri, Gelar Aksi Unjuk Rasa Lagi

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah korban terdampak longsor di Desa Jugo, Mojo, Kamis (23/6) lalu menjadi lima rumah. Salah satunya menimpa rumah berukuran 6×12 meter milik Selamet, 70.

Terkait kerusakan rumah milik lansia itu, Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri berjanji akan membantu perbaikannya minggu ini. Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri Agus Sugiarto mengatakan, perbaikan rumah warga terdampak longsor akan menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT).

“Usai kejadian (longsor, Red), tim perkim sudah ke lokasi untuk memperkirakan kebutuhan anggaran biayanya,” terang Agus tanpa memerinci angka yang akan digunakan.

Lebih jauh Agus menjelaskan, anggaran untuk membantu perbaikan rumah korban bencana alam masih akan dilaporkan ke Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Meski, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri memperkirakan kerugian yang dialami Selamet saja mencapai Rp 100 juta.

Baca Juga :  Masih Mapping, Kerusakan Akibat Longsor di Grogol Belum diPerbaiki

Akibat kerusakan rumahnya, Selamet harus mengungsi di rumah kakaknya. Dia bersama anak, istri, dan cucunya harus menumpang hingga rumahnya selesai diperbaiki.

Sebelumnya, Selamet sudah mendapat bantuan paket sembako dari dinas sosial. Bantuan berupa beras dan bahan pokok lainnya itu diakui lansia tersebut sangat membantu. “Kami sudah meluncurkan bantuan dua paket sembako untuk korban longsor,” jelas Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Dyah Saktiana.

 






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Bronjong di Desa Jugo, Mojo yang ambles akibat bencana longsor Kamis (23/6) lalu agaknya belum bisa segera diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri baru bisa memperbaikinya akhir tahun atau menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyebut tidak ada infrastruktur PUPR yang rusak akibat bencana longsor minggu lalu. “Dari laporan tim di lapangan, bronjong yang ambles itu bukan bangunan PUPR,” lanjutnya.

Meski demikian, karena lokasinya berada di dekat jalan raya, Irwan mengaku siap melakukan perbaikan. Hanya saja, dia mengakui jika hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Melainkan harus menunggu setelah PAK. “Paling cepat triwulan keempat (setelah PAK, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Perangkat Desa di Kediri, Gelar Aksi Unjuk Rasa Lagi

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah korban terdampak longsor di Desa Jugo, Mojo, Kamis (23/6) lalu menjadi lima rumah. Salah satunya menimpa rumah berukuran 6×12 meter milik Selamet, 70.

Terkait kerusakan rumah milik lansia itu, Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri berjanji akan membantu perbaikannya minggu ini. Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri Agus Sugiarto mengatakan, perbaikan rumah warga terdampak longsor akan menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT).

“Usai kejadian (longsor, Red), tim perkim sudah ke lokasi untuk memperkirakan kebutuhan anggaran biayanya,” terang Agus tanpa memerinci angka yang akan digunakan.

Lebih jauh Agus menjelaskan, anggaran untuk membantu perbaikan rumah korban bencana alam masih akan dilaporkan ke Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Meski, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri memperkirakan kerugian yang dialami Selamet saja mencapai Rp 100 juta.

Baca Juga :  Laka Maut 2 Mobil di Plemahan, Tabrak Pemulung Hingga Tewas

Akibat kerusakan rumahnya, Selamet harus mengungsi di rumah kakaknya. Dia bersama anak, istri, dan cucunya harus menumpang hingga rumahnya selesai diperbaiki.

Sebelumnya, Selamet sudah mendapat bantuan paket sembako dari dinas sosial. Bantuan berupa beras dan bahan pokok lainnya itu diakui lansia tersebut sangat membantu. “Kami sudah meluncurkan bantuan dua paket sembako untuk korban longsor,” jelas Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Dyah Saktiana.

 






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/