23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Satpol PP Sisir Kota Kediri, Anjal dan Gepeng Dipulangkan

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Belasan anak jalanan, gelandangan serta pengemis (anjal – gepeng) terjaring razia anggota gabungan Satpol PP, Dinas Sosial (Dinsos), dan Polres Kediri Kota, kemarin (26/6).

Setelah dilakukan penjaringan, semuanya dikumpulkan di Barak Semampir, untuk dilakukan cek kesehatan dan pembinaan dari Dinsos. Ada sembilan orang dewasa dan dua remaja yang diamankan saat melakukan penyisiran itu. Rencananya yang memang masih memiliki tempat tinggal dan keluarga akan dipulangkan. “Sedangkan untuk ODGJ, dan gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal akan di serahkan ke balai rehabilitasi di Sidoarjo,” ujar Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Kediri Luluk Nita Kumala.

          Dua remaja yang diketahui memiliki rumah di Malang dan Kudus, akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Sedangkan dari sembilan orang dewasa, empat orang dipulangkan ke rumah masing-masing yang berada di Warujayeng, Nganjuk, dan Kabupaten Kediri.  Dua orang akan dikirimkan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, dan tiga akan dikirim ke Balai Rehabilitasi di Sidoarjo.

Baca Juga :  Berganti Lokasi, Dua Hari Hujan Lebat

          Luluk menjelaskan bahwa mereka dikirimkan bukan untuk menelantarkan. Tujuan dari Dinsos Kota Kediri adalah untuk membuat para gelandangan dan pengemis yang terlihat masih sehat secara fisik dan mental itu lebih mandiri. “Kalau untuk yang gelandangan dan pengemis yang sudah berumur, akan dipulangkan ke alamat tempat tinggal asli mereka dengan keluarga masing-masing,” imbuhnya.

 Sesudah dijaring oleh petugas gabungan, para gelandangan dan pengemis ini dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinsos dan Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada penyakit serius yang dapat mengancam nyawa, hanya saja, dari tekanan darah semuanya tergolong tinggi.

- Advertisement -

Luluk menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu gerakan Kota Kediri ramah anak, dan layak huni bagi masyarakat. Karena memang untuk para gelandangan dan pengemis yang masih berkeliaran di Kota Kediri akan dilakukan solusi terbaik bagi mereka semua. “Jika masih memiliki keluarga dan tempat tinggal, maka akan diantarkan, namun jika sudah terbukti tidak memiliki keluarga akan dilakukan rehab terhadap orangnya,” pungkas Luluk.

Baca Juga :  Ratusan Guru PPPK Tahap 2 Bakal Terima SK
- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Belasan anak jalanan, gelandangan serta pengemis (anjal – gepeng) terjaring razia anggota gabungan Satpol PP, Dinas Sosial (Dinsos), dan Polres Kediri Kota, kemarin (26/6).

Setelah dilakukan penjaringan, semuanya dikumpulkan di Barak Semampir, untuk dilakukan cek kesehatan dan pembinaan dari Dinsos. Ada sembilan orang dewasa dan dua remaja yang diamankan saat melakukan penyisiran itu. Rencananya yang memang masih memiliki tempat tinggal dan keluarga akan dipulangkan. “Sedangkan untuk ODGJ, dan gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal akan di serahkan ke balai rehabilitasi di Sidoarjo,” ujar Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Kediri Luluk Nita Kumala.

          Dua remaja yang diketahui memiliki rumah di Malang dan Kudus, akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Sedangkan dari sembilan orang dewasa, empat orang dipulangkan ke rumah masing-masing yang berada di Warujayeng, Nganjuk, dan Kabupaten Kediri.  Dua orang akan dikirimkan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, dan tiga akan dikirim ke Balai Rehabilitasi di Sidoarjo.

Baca Juga :  Badut Kembali Marak di Traffic Light Nganjuk

          Luluk menjelaskan bahwa mereka dikirimkan bukan untuk menelantarkan. Tujuan dari Dinsos Kota Kediri adalah untuk membuat para gelandangan dan pengemis yang terlihat masih sehat secara fisik dan mental itu lebih mandiri. “Kalau untuk yang gelandangan dan pengemis yang sudah berumur, akan dipulangkan ke alamat tempat tinggal asli mereka dengan keluarga masing-masing,” imbuhnya.

 Sesudah dijaring oleh petugas gabungan, para gelandangan dan pengemis ini dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinsos dan Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada penyakit serius yang dapat mengancam nyawa, hanya saja, dari tekanan darah semuanya tergolong tinggi.

Luluk menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu gerakan Kota Kediri ramah anak, dan layak huni bagi masyarakat. Karena memang untuk para gelandangan dan pengemis yang masih berkeliaran di Kota Kediri akan dilakukan solusi terbaik bagi mereka semua. “Jika masih memiliki keluarga dan tempat tinggal, maka akan diantarkan, namun jika sudah terbukti tidak memiliki keluarga akan dilakukan rehab terhadap orangnya,” pungkas Luluk.

Baca Juga :  Pembongkaran Bailey Diprediksi Molor

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/