26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Penanganan Covid-19 di Kediri: RS Mulai Butuh Bantuan APD

KEDIRI – Meski rujukan utama pasien Covid-19 adalah di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), namun Pemkab Kediri telah menetapkan seluruh rumah sakit di daerah bisa menyediakan ruang isolasi. Mereka juga harus menangani pasien kasus Covid-19 tersebut.

Hanya saja, kendalanya adalah rumah sakit yang sudah ditunjuk itu menghadapi masalah terkait kurangnya Alat Pelindung Diri (APD). Salah satunya di RS HVA Toeloengredjo Pare. Salah satu rumah sakit terbesar di Pare ini memang memerlukan bantuan sejumlah APD. Seperti masker N-95 dan masker bedah disposable. Juga kacamata google, sarung tangan disposable dan steril, serta coverall jumpsuit.

“Juga perlengkapan lain seperti handsanitizer, cover sepatu, alkohol serta bantuan dalam bentuk lainnya yang mendukung penganganan Covid-19,” kata Humas RS HVA Menis Rahmawati.

Baca Juga :  Pers Wajib Kantongi Sertifikat ‘Halal’

Alat-alat tersebut penting untuk melindungi petugas kesehatan dan pasien dari risiko penularan.  Terlebih saat adanya kasus Covid-19 ini. “Mengingat penyebaran Covid -19 ini, APD tentu sangat diperlukan bagi tenaga kesehatan agar tidak ikut terpapar virus ini,” ungkapnya.

Ia mengakui banyak sekali APD yang kami butuhkan. Namun kendalanya adalah ketersediaan barang menipis. “Sementara saat ini barang sangat sulit kami dapatkan,” tandasnya.

Bahkan, Menis mengatakan setiap meminta pada distributor, namun nyatanya barang yang datang tidak sesuai permintaan. Hal itulah yang membuat RS HVA ini membuat pernyataan saat ini sedang kekurangan barang-barang medis itu.

“Kami di garda depan ini sangat membutuhkan APD  agar petugas kesehatan tetap aman dan bisa menjalankan tugas melayani pasien,” tambahnya.

Baca Juga :  Lawan Corona dengan Olahraga yang cukup

Selain RS HVA, sejumlah faskes lain juga mengalami hal serupa. Salah satunya adalah Puskesmas Pare. Puskesmas tersebut saat ini juga membutuhkan APD dan memohon dukungan adanya sumbangan dalam bentuk barang-barang tersebut.

Sebelumnya, di RSKK Pare, sebagai rumah sakit rujukan utama juga mengakui bahwa saat ini alat pelindung diri (ADP) yang harus dimiliki tenaga medis memang terbatas. “Ketersediaan hanya sekitar dua minggu,” terang dr Ibnu Gunawan, direktur RSKK. Apalagi, pihaknya telah menangani empat pasien yang masuk kategori PDP, hingga akhirnya diketahui dua dinyatakan positif korona.

- Advertisement -

KEDIRI – Meski rujukan utama pasien Covid-19 adalah di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), namun Pemkab Kediri telah menetapkan seluruh rumah sakit di daerah bisa menyediakan ruang isolasi. Mereka juga harus menangani pasien kasus Covid-19 tersebut.

Hanya saja, kendalanya adalah rumah sakit yang sudah ditunjuk itu menghadapi masalah terkait kurangnya Alat Pelindung Diri (APD). Salah satunya di RS HVA Toeloengredjo Pare. Salah satu rumah sakit terbesar di Pare ini memang memerlukan bantuan sejumlah APD. Seperti masker N-95 dan masker bedah disposable. Juga kacamata google, sarung tangan disposable dan steril, serta coverall jumpsuit.

“Juga perlengkapan lain seperti handsanitizer, cover sepatu, alkohol serta bantuan dalam bentuk lainnya yang mendukung penganganan Covid-19,” kata Humas RS HVA Menis Rahmawati.

Baca Juga :  Pemkot Larang ASN ke Luar Kota

Alat-alat tersebut penting untuk melindungi petugas kesehatan dan pasien dari risiko penularan.  Terlebih saat adanya kasus Covid-19 ini. “Mengingat penyebaran Covid -19 ini, APD tentu sangat diperlukan bagi tenaga kesehatan agar tidak ikut terpapar virus ini,” ungkapnya.

Ia mengakui banyak sekali APD yang kami butuhkan. Namun kendalanya adalah ketersediaan barang menipis. “Sementara saat ini barang sangat sulit kami dapatkan,” tandasnya.

Bahkan, Menis mengatakan setiap meminta pada distributor, namun nyatanya barang yang datang tidak sesuai permintaan. Hal itulah yang membuat RS HVA ini membuat pernyataan saat ini sedang kekurangan barang-barang medis itu.

“Kami di garda depan ini sangat membutuhkan APD  agar petugas kesehatan tetap aman dan bisa menjalankan tugas melayani pasien,” tambahnya.

Baca Juga :  Suka Duka Belajar di Rumah

Selain RS HVA, sejumlah faskes lain juga mengalami hal serupa. Salah satunya adalah Puskesmas Pare. Puskesmas tersebut saat ini juga membutuhkan APD dan memohon dukungan adanya sumbangan dalam bentuk barang-barang tersebut.

Sebelumnya, di RSKK Pare, sebagai rumah sakit rujukan utama juga mengakui bahwa saat ini alat pelindung diri (ADP) yang harus dimiliki tenaga medis memang terbatas. “Ketersediaan hanya sekitar dua minggu,” terang dr Ibnu Gunawan, direktur RSKK. Apalagi, pihaknya telah menangani empat pasien yang masuk kategori PDP, hingga akhirnya diketahui dua dinyatakan positif korona.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/