29.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Lantai 3 Pasar Kertosono Bikin Waswas Pedagang

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Pedagang Pasar Kertosono waswas. Karena bangunan Pasar Kertosono adalah tiga lantai. Padahal, konsep pasar bertingkat berpotensi menimbulkan masalah ke depannya. “Biasanya pedagang di lantai dua dan tiga akan sepi,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kertosono Susanto saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Santo mengatakan, konsep pasar bertingkat di beberapa daerah menunjukkan hasil yang kurang efektif. Terutama, bagi para pedagang yang bakal menempati lantai dua atau tiga nantinya. Sedang pedagang di lantai pertama sejatinya relatif aman.

Sepinya pembeli itu karena pengunjung enggan untuk naik ke lantai atas. Mereka akan cenderung berkeliling di lantai pertama. Praktis, kondisi tersebut bisa menimbulkan kesenjangan pendapatan antar pedagang di lantai satu dan dua.  “Kalau sudah seperti itu, biasanya pedagang ngeyel turun ke bawah,” imbuh Santo.

Baca Juga :  Satpol PP Bersihkan Puluhan Baliho

Apabila hal tersebut terjadi, maka bukan tidak mungkin masalah baru akan muncul di kemudian hari.  Oleh karena itu, pihaknya berharap banyak agar pemda dapat mengantisipasi hal tersebut. Terlebih dapat mencarikan formula supaya potensi permasalahan ini dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Sehingga, tidak ada kesenjangan pendapatan antara pedagang di lantai satu maupun dua nantinya.

Namun begitu, Santo menekankan bahwa yang paling utama diharapkan para pedagang adalah segera diselesaikan pembangunan pasar tersebut. Dengan begitu ratusan pedagang dapat kembali mencari penghasilan seperti sedia kala.

“Kami sudah terlalu lama menunggu pasar ini jadi. Kasihan kami-kami ini,” keluh Santo.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengaku bahwa sejatinya telah mengatahui pasar dengan konsep lantai dua atau tiga akan menimbulkan masalah. Hanya saja, Gunawan menerangkan bahwa dibangunnya pasar dengan konsep bertingkat tersebut lantaran untuk mengakomodir total pedagang di sana. Pasalnya, apabila hanya dibuat satu lantai, tentu tidak bisa menampung ratusan pedagang tersebut. “Lahannya tidak terlalu luas. Makanya konsepnya dibuat bertingkat agar dapat menampung seluruh pedagang di sana,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sumiatun Mengaku Tertekan dan Kalut
- Advertisement -

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Pedagang Pasar Kertosono waswas. Karena bangunan Pasar Kertosono adalah tiga lantai. Padahal, konsep pasar bertingkat berpotensi menimbulkan masalah ke depannya. “Biasanya pedagang di lantai dua dan tiga akan sepi,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kertosono Susanto saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Santo mengatakan, konsep pasar bertingkat di beberapa daerah menunjukkan hasil yang kurang efektif. Terutama, bagi para pedagang yang bakal menempati lantai dua atau tiga nantinya. Sedang pedagang di lantai pertama sejatinya relatif aman.

Sepinya pembeli itu karena pengunjung enggan untuk naik ke lantai atas. Mereka akan cenderung berkeliling di lantai pertama. Praktis, kondisi tersebut bisa menimbulkan kesenjangan pendapatan antar pedagang di lantai satu dan dua.  “Kalau sudah seperti itu, biasanya pedagang ngeyel turun ke bawah,” imbuh Santo.

Baca Juga :  Bertambah Enam Kasus Positif Baru

Apabila hal tersebut terjadi, maka bukan tidak mungkin masalah baru akan muncul di kemudian hari.  Oleh karena itu, pihaknya berharap banyak agar pemda dapat mengantisipasi hal tersebut. Terlebih dapat mencarikan formula supaya potensi permasalahan ini dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Sehingga, tidak ada kesenjangan pendapatan antara pedagang di lantai satu maupun dua nantinya.

Namun begitu, Santo menekankan bahwa yang paling utama diharapkan para pedagang adalah segera diselesaikan pembangunan pasar tersebut. Dengan begitu ratusan pedagang dapat kembali mencari penghasilan seperti sedia kala.

“Kami sudah terlalu lama menunggu pasar ini jadi. Kasihan kami-kami ini,” keluh Santo.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengaku bahwa sejatinya telah mengatahui pasar dengan konsep lantai dua atau tiga akan menimbulkan masalah. Hanya saja, Gunawan menerangkan bahwa dibangunnya pasar dengan konsep bertingkat tersebut lantaran untuk mengakomodir total pedagang di sana. Pasalnya, apabila hanya dibuat satu lantai, tentu tidak bisa menampung ratusan pedagang tersebut. “Lahannya tidak terlalu luas. Makanya konsepnya dibuat bertingkat agar dapat menampung seluruh pedagang di sana,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ratusan Peserta Tes BLUD Gugur

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/