23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Pakai Masker dan Bilik Plastik di Kelas

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dimulai di Kota Angin kemarin. SMAN 2 Nganjuk adalah sekolah yang menggelar PTM terbatas pertama. Karena semua siswa Smada sudah divaksin Covid-19. “Kami  tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat di PTM terbatas ini,” ujar Kepala Smada Dr Rita Amalisa kemarin.

Seluruh siswa dan guru wajib memakai masker saat di sekolah. Sebelum masuk kelas, siswa dan guru cuci tangan pakai sabun. Kemudian, disediakan hand sanitizer di setiap kelas. “Kami juga menyediakan bilik di meja siswa,” ujar Rita.

Tidak itu saja, Smada juga membagi siswa yang mengikuti PTM terbatas menjadi dua kloter. Kloter pertama mengikuti PTM pukul 07.00-10.00 WIB. Kloter kedua mengikuti PTM terbatas mulai pukul 10.30 WIB-13.30 WIB. Sehingga, satu meja hanya diisi satu siswa. “Tidak ada jam istirahat. Langsung pulang setelah PTM terbatas,” ungkap kepala sekolah berhijab ini.

Baca Juga :  Bursa Kerja di Kabupaten Kediri Tak Diminat

Untuk pelajaran, setiap hari akan ada dua mata pelajaran. Siswa tidak diperbolehkan melepas masker selama kegiatan PTM terbatas. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, Ketua OSIS Smada M. Fayiz Ardiansyah mengaku senang dengan adanya PTM terbatas. Karena dia dan teman-temannya sudah lama tidak masuk sekolah. “Senang sekali bisa masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman,” ujarnya.

Meski PTM terbatas tetapi Fayiz tidak mempersoalkan. Karena siswa kelas XII sangat butuh PTM. Pembelajaran daring dianggap kurang maksimal. “Lebih enak PTM daripada daring,” ujar siswa kelas XII MIPA 3.

Untuk diketahui sebelumnya, Plt Bupati Marhaen Djumadi mengatakan, PTM terbatas bisa dilaksanakan jika semua siswa sudah divaksin. “Jika siswa Smada sudah divaksin berarti PTM terbatas bisa dimulai tetapi tetap harus patuhi prokes,” ujarnya saat memantau vaksinasi di Smada (24/8).

Baca Juga :  Satpam Tewas di Mobil Damkar
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dimulai di Kota Angin kemarin. SMAN 2 Nganjuk adalah sekolah yang menggelar PTM terbatas pertama. Karena semua siswa Smada sudah divaksin Covid-19. “Kami  tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat di PTM terbatas ini,” ujar Kepala Smada Dr Rita Amalisa kemarin.

Seluruh siswa dan guru wajib memakai masker saat di sekolah. Sebelum masuk kelas, siswa dan guru cuci tangan pakai sabun. Kemudian, disediakan hand sanitizer di setiap kelas. “Kami juga menyediakan bilik di meja siswa,” ujar Rita.

Tidak itu saja, Smada juga membagi siswa yang mengikuti PTM terbatas menjadi dua kloter. Kloter pertama mengikuti PTM pukul 07.00-10.00 WIB. Kloter kedua mengikuti PTM terbatas mulai pukul 10.30 WIB-13.30 WIB. Sehingga, satu meja hanya diisi satu siswa. “Tidak ada jam istirahat. Langsung pulang setelah PTM terbatas,” ungkap kepala sekolah berhijab ini.

Baca Juga :  Nestapa Sopir MPU ¬†yang Bertahan meski Minim Tarikan

Untuk pelajaran, setiap hari akan ada dua mata pelajaran. Siswa tidak diperbolehkan melepas masker selama kegiatan PTM terbatas. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, Ketua OSIS Smada M. Fayiz Ardiansyah mengaku senang dengan adanya PTM terbatas. Karena dia dan teman-temannya sudah lama tidak masuk sekolah. “Senang sekali bisa masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman,” ujarnya.

Meski PTM terbatas tetapi Fayiz tidak mempersoalkan. Karena siswa kelas XII sangat butuh PTM. Pembelajaran daring dianggap kurang maksimal. “Lebih enak PTM daripada daring,” ujar siswa kelas XII MIPA 3.

Untuk diketahui sebelumnya, Plt Bupati Marhaen Djumadi mengatakan, PTM terbatas bisa dilaksanakan jika semua siswa sudah divaksin. “Jika siswa Smada sudah divaksin berarti PTM terbatas bisa dimulai tetapi tetap harus patuhi prokes,” ujarnya saat memantau vaksinasi di Smada (24/8).

Baca Juga :  Lebih Ringan dari Tuntutan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/