23.6 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Syarat Banyak, Ratusan Orang Batalkan Perjalanan

- Advertisement -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berdampak langsung terhadap perjalanan kereta api (KA). Penumpang turun drastis selama PPKM darurat. Bahkan, kemungkinan jumlahnya akan semakin sedikit dengan banyaknya aturan untuk bisa naik kereta api.

“Sebelum PPKM darurat ada ratusan penumpang yang naik maupun turun tetapi sekarang hanya puluhan,” ujar Erwin Andri, Kepala Stasiun Kertosono saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, pada Jumat (2/7) yang merupakan hari terakhir sebelum diberlakukannya PPKM darurat masih ada ratusan penumpang di sana. Tercatat sebanyak 128 orang berangkat dari Stasiun Kertosono. Sedangkan yang penumpang yang turun di sana ada 92 orang.

Jumlah tersebut langsung menurun pada keesokan harinya. Yaitu saat telah diberlakukannya masa PPKM darurat pada Sabtu (3/7) lalu. Penumpang yang berangkat dari stasiun tersebut hanya ada sebanyak 69 orang saja. Sedangkan, penumpang yang turun ada sebanyak 78 orang.

Baca Juga :  Mengenal Jayastamba, Ikon Kabupaten Nganjuk (2)

Tak hanya penurunan jumlah penumpang saja. Beberapa calon penumpang juga tercatat memilih untuk melakukan pembatalan keberangkatan di masa awal PPKM darurat. Pada Sabtu (3/7) lalu, calon penumpang yang melakukan pembatalan ada sebanyak 148 orang. “Besoknya (4/7) ada 116 calon penumpang yang melakukan pembatalan keberangkatan,” keluh Erwin.

- Advertisement -

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya lantaran calon penumpang belum mengantongi syarat perjalanan KA jarak jauh yang diperketat.

Lebih lanjut, pria asli Kota Pahlawan tersebut mengatakan bahwa selama masa PPKM darurat ini PT KAI juga memberhentikan dulu layanan GeNose. Sebagai gantinya, penumpang harus memiliki surat hasil negatif tes PCR atau rapid antigen.

Baca Juga :  Percantik Kota Angin, Tanam Ratusan Tabebuya

“Ke depannya akan diberlakukan lagi atau tidak, kami masih menunggu arahan dari pimpinan,” tutur pria yang telah berdinas selama 2 tahun di Stasiun Kertosono tersebut.

Sementara itu, beberapa penumpang mengaku tetap menggunakan KA lantaran dinilai lebih aman dan nyaman. Terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini. Seperti halnya Kholifatun, 58, salah seorang penumpang kemarin.Nenek sepuluh cucu tersebut mengaku hendak menuju Jakarta untuk mengunjungi anaknya yang baru saja melahirkan. Meskipun harus menyertakan hasil rapid antigen, dia mengaku tidak masalah lantaran memang seperti itu aturan yang diterapkan.

“Sekarang sehat yang utama. Alhamdulillah kemarin rapid test hasilnya juga negatif,” pungkas perempuan berkerudung tersebut.

- Advertisement -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berdampak langsung terhadap perjalanan kereta api (KA). Penumpang turun drastis selama PPKM darurat. Bahkan, kemungkinan jumlahnya akan semakin sedikit dengan banyaknya aturan untuk bisa naik kereta api.

“Sebelum PPKM darurat ada ratusan penumpang yang naik maupun turun tetapi sekarang hanya puluhan,” ujar Erwin Andri, Kepala Stasiun Kertosono saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, pada Jumat (2/7) yang merupakan hari terakhir sebelum diberlakukannya PPKM darurat masih ada ratusan penumpang di sana. Tercatat sebanyak 128 orang berangkat dari Stasiun Kertosono. Sedangkan yang penumpang yang turun di sana ada 92 orang.

Jumlah tersebut langsung menurun pada keesokan harinya. Yaitu saat telah diberlakukannya masa PPKM darurat pada Sabtu (3/7) lalu. Penumpang yang berangkat dari stasiun tersebut hanya ada sebanyak 69 orang saja. Sedangkan, penumpang yang turun ada sebanyak 78 orang.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak di Kabupaten Kediri Baru 22 Persen

Tak hanya penurunan jumlah penumpang saja. Beberapa calon penumpang juga tercatat memilih untuk melakukan pembatalan keberangkatan di masa awal PPKM darurat. Pada Sabtu (3/7) lalu, calon penumpang yang melakukan pembatalan ada sebanyak 148 orang. “Besoknya (4/7) ada 116 calon penumpang yang melakukan pembatalan keberangkatan,” keluh Erwin.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya lantaran calon penumpang belum mengantongi syarat perjalanan KA jarak jauh yang diperketat.

Lebih lanjut, pria asli Kota Pahlawan tersebut mengatakan bahwa selama masa PPKM darurat ini PT KAI juga memberhentikan dulu layanan GeNose. Sebagai gantinya, penumpang harus memiliki surat hasil negatif tes PCR atau rapid antigen.

Baca Juga :  Rp 2,5 Miliar untuk Proyek Pelebaran Jembatan Kwajon

“Ke depannya akan diberlakukan lagi atau tidak, kami masih menunggu arahan dari pimpinan,” tutur pria yang telah berdinas selama 2 tahun di Stasiun Kertosono tersebut.

Sementara itu, beberapa penumpang mengaku tetap menggunakan KA lantaran dinilai lebih aman dan nyaman. Terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini. Seperti halnya Kholifatun, 58, salah seorang penumpang kemarin.Nenek sepuluh cucu tersebut mengaku hendak menuju Jakarta untuk mengunjungi anaknya yang baru saja melahirkan. Meskipun harus menyertakan hasil rapid antigen, dia mengaku tidak masalah lantaran memang seperti itu aturan yang diterapkan.

“Sekarang sehat yang utama. Alhamdulillah kemarin rapid test hasilnya juga negatif,” pungkas perempuan berkerudung tersebut.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/