25.6 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

RSUD Nganjuk Dirikan Tenda Darurat, Ternyata Ini Alasannya

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penderita Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus bertambah. Sebagai antisipasi, RSUD Nganjuk mendirikan tenda darurat di halaman depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Nganjuk kemarin. Tenda tersebut akan digunakan untuk pasien Covid-19 di Kota Angin. “Tenda darurat ini untuk antisipasi jika bed di RSUD Nganjuk untuk pasien Covid-19 sudah penuh,” ujar Direktur RSUD Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk  kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, tenda darurat tersebut akan dimanfaatkan terutama akan diisi sebanyak 16 tempat tidur. Di dalamnya juga dilengkapi dengan AC. Ini agar pasien merasa nyaman.

Sampai kemarin, tenda darurat ini masih belum ditempati pasien. Karena bed untuk pasien Covid-19 masih tersisa 36 tempat tidur. Dari 92 tempat tidur yang disiapkan, sudah terisi 56 pasien. “Mudah-mudahan pasien Covid-19 tidak bertambah terus,” harapnya.

Baca Juga :  Belasan Ribu Unit Butuh Perbaikan

Ketersediaan tempat tidur yang menipis tidak hanya terjadi di RSUD Nganjuk saja. Namun di RSUD Kertosono, RS Bhayangkara, dan RS Darurat Pu Sindok juga mengalami hal yang sama. Total tempat tidur yang disiapkan pemda dari keempat RS tersebut mencapai 275 buah.

Dari total kapasitas tersebut, tempat tidur yang terpakai ada sebanyak 168 buah. Artinya, Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kota Angin mencapai 61,1 persen.

Cholis mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Jangan sampai lengah karena Covid-19 masih mengancam,” ingatnya.

Hal senada disampaikan oleh Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto. Penambahan penderita Covid-19 masih terjadi. Kemarin, ada 14 orang positif Covid-19. “Dua orang meninggal dunia dan 10 orang sembuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Nekat Konvoi, Ratusan Motor Diamankan di Polres

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Nganjuk Suhartatik Kundariana mengatakan, bahwa pihaknya juga akan terus proaktif. Terutama dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Kun mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19, bidan juga menjadi salah satu ujung tombak. Bahkan dalam perjuangan tersebut ada puluhan bidan yang akhirnya terpapar dari pasien Covid-19. “Ini semua kami lakukan sebagai bentuk pengabdian dan ladang ibadah. Mari kita patuhi prokes,” pintanya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penderita Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus bertambah. Sebagai antisipasi, RSUD Nganjuk mendirikan tenda darurat di halaman depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Nganjuk kemarin. Tenda tersebut akan digunakan untuk pasien Covid-19 di Kota Angin. “Tenda darurat ini untuk antisipasi jika bed di RSUD Nganjuk untuk pasien Covid-19 sudah penuh,” ujar Direktur RSUD Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk  kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, tenda darurat tersebut akan dimanfaatkan terutama akan diisi sebanyak 16 tempat tidur. Di dalamnya juga dilengkapi dengan AC. Ini agar pasien merasa nyaman.

Sampai kemarin, tenda darurat ini masih belum ditempati pasien. Karena bed untuk pasien Covid-19 masih tersisa 36 tempat tidur. Dari 92 tempat tidur yang disiapkan, sudah terisi 56 pasien. “Mudah-mudahan pasien Covid-19 tidak bertambah terus,” harapnya.

Baca Juga :  Petani Tewas di Sawah

Ketersediaan tempat tidur yang menipis tidak hanya terjadi di RSUD Nganjuk saja. Namun di RSUD Kertosono, RS Bhayangkara, dan RS Darurat Pu Sindok juga mengalami hal yang sama. Total tempat tidur yang disiapkan pemda dari keempat RS tersebut mencapai 275 buah.

Dari total kapasitas tersebut, tempat tidur yang terpakai ada sebanyak 168 buah. Artinya, Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kota Angin mencapai 61,1 persen.

Cholis mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Jangan sampai lengah karena Covid-19 masih mengancam,” ingatnya.

Hal senada disampaikan oleh Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto. Penambahan penderita Covid-19 masih terjadi. Kemarin, ada 14 orang positif Covid-19. “Dua orang meninggal dunia dan 10 orang sembuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Waspada Covid-19: Semprot Disinfektan dan Bubarkan Resepsi Pernikahan

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Nganjuk Suhartatik Kundariana mengatakan, bahwa pihaknya juga akan terus proaktif. Terutama dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Kun mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19, bidan juga menjadi salah satu ujung tombak. Bahkan dalam perjuangan tersebut ada puluhan bidan yang akhirnya terpapar dari pasien Covid-19. “Ini semua kami lakukan sebagai bentuk pengabdian dan ladang ibadah. Mari kita patuhi prokes,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/