24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

H-7 Lebaran, Volume Kendaraan di Kota Kediri Naik 15 Persen

KOTA, JP Radar Kediri-Seminggu jelang Idul Fitri, volume kendaraan yang melewati sejumlah jalan protokol Kota Kediri mulai meningkat. Akibatnya, kepadatan lalu lintas terjadi beberapa ruas. Terutama Jl Hayam Wuruk dan Jl Brawijaya yang kemarin siang sempat macet.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sekitar pukul 11.30 kemarin, penumpukan kendaraan terjadi mulai dari traffic light perempatan Bank Indonesia hingga perempatan Jembatan Brawijaya. Laju kendaraan tersendat karena padatnya kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di sana.  

          Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Pandri Putra Simbolon melalui Kanit Keamanan dan Keselamatan Iptu Isdiyat yang dikonfirmasi tentang kemacetan di beberapa ruas jalan Kota Kediri mengungkapkan, mulai kemarin memang terjadi peningkatan volume kendaraan yang relatif signifikan. “Ada peningkatan volume kendaraan sekitar 15 persen,” kata Isdiyat.

          Lebih lanjut Isdiyat menjelaskan, penambahan kendaraan berasal dari kendaraan angkutan dan mobil pribadi yang keluar masuk Kota Kediri. Untuk mencegah kemacetan, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas. Di antaranya, dengan menerapkan buka tutup secara situasional.   

          Peningkatan volume kendaraan di lebaran tahun ini menurutnya sudah diprediksi sejak awal. Hal tersebut dampak pelonggaran aturan mudik yang diterapkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  5 Tahun Menunggu, Pemkab Kediri Bangun Jembatan Mojo Tahun Ini

          Berdasar pantauan anggota satlantas di lapangan, simpul kepadatan arus lalu lintas juga ada di dekat pusat perbelanjaan. Misalnya, di Jl Panglima Sudirman dekat Ramayana. Kemudian, di pusat pertokoan Jl Dhoho, hingga di Jl Hasanudin menuju Kediri Town Square (Ketos). 

          Isdiyat menegaskan, kemacetan hanya terjadi di jam-jam tertentu saja. Biasanya mulai pukul 10.00-13.30.  Selebihnya, masih dalam kategori wajar alias padat merayap.

          Terpisah, Staf Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Kediri Imam Sugianto mengakui tentang kemacetan yang mulai terjadi di Kota Kediri kemarin. Dia juga membenarkan jika volume kendaraan naik sekitar 15 persen. Selain di beberapa ruas jalan Kota Kediri, menurutnya kepadatan arus juga terlihat di daerah perbatasan. Mulai di simpang empat Semampir atau dari arah Surabaya, simpang empat Mrican dari arah Nganjuk.

          Kemudian, Simpang alun-alun dari arah Jembatan Bandarngalim. Kepadatan juga terjadi di simpang empat Jetis dari arah Ngadiluwih. “Untuk tengah kota, kepadatan juga terjadi di Jl Dhoho,” tegasnya.

Baca Juga :  Porak-poranda karena Disapu Angin Kencang

          Sementara itu, selain kepadatan lalu lintas di jalan raya, pemudik juga sudah mulai berdatangan ke Kota Kediri dengan memakai kereta api. Seminggu jelang lebaran, setidaknya ada 5.703 penumpang yang turun di Stasiun Kediri, Kras, Ngadiluwih, dan Papar sejak Jumat (22/4) lalu.

Kepala Stasiun Besar Kediri Wahyudi mengatakan, jumlah penumpang yang biasanya di bawah 1.000 orang per hari, kini menjadi rata-rata 1.600 orang per hari. Para penumpang didominasi dari Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. “Kebanyakan dari para penumpang itu pendatang,” terang Wahyudi.

Selain penumpang yang turun, penumpang yang naik KA dari Stasiun Kediri juga baik. Jika biasanya hanya 800-1.000 orang, selama beberapa hari terakhir menjadi 1.400-1.500 orang per hari.

Ribuan penumpang yang berangkat dari Stasiun Kediri, menurut Wahyudi mayoritas adalah para santri dari sejumlah pesantren di Kediri. Selebihnya, siswa di Kampung Inggris Pare. Dia memperkirakan peningkatan penumpang akan terus terjadi hingga sehari menjelang Idul Fitri. (ica/ut)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Seminggu jelang Idul Fitri, volume kendaraan yang melewati sejumlah jalan protokol Kota Kediri mulai meningkat. Akibatnya, kepadatan lalu lintas terjadi beberapa ruas. Terutama Jl Hayam Wuruk dan Jl Brawijaya yang kemarin siang sempat macet.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sekitar pukul 11.30 kemarin, penumpukan kendaraan terjadi mulai dari traffic light perempatan Bank Indonesia hingga perempatan Jembatan Brawijaya. Laju kendaraan tersendat karena padatnya kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di sana.  

          Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Pandri Putra Simbolon melalui Kanit Keamanan dan Keselamatan Iptu Isdiyat yang dikonfirmasi tentang kemacetan di beberapa ruas jalan Kota Kediri mengungkapkan, mulai kemarin memang terjadi peningkatan volume kendaraan yang relatif signifikan. “Ada peningkatan volume kendaraan sekitar 15 persen,” kata Isdiyat.

          Lebih lanjut Isdiyat menjelaskan, penambahan kendaraan berasal dari kendaraan angkutan dan mobil pribadi yang keluar masuk Kota Kediri. Untuk mencegah kemacetan, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas. Di antaranya, dengan menerapkan buka tutup secara situasional.   

          Peningkatan volume kendaraan di lebaran tahun ini menurutnya sudah diprediksi sejak awal. Hal tersebut dampak pelonggaran aturan mudik yang diterapkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  6 Sekolah di Kediri Masih Gabung dalam Pelaksanaan UNBK

          Berdasar pantauan anggota satlantas di lapangan, simpul kepadatan arus lalu lintas juga ada di dekat pusat perbelanjaan. Misalnya, di Jl Panglima Sudirman dekat Ramayana. Kemudian, di pusat pertokoan Jl Dhoho, hingga di Jl Hasanudin menuju Kediri Town Square (Ketos). 

          Isdiyat menegaskan, kemacetan hanya terjadi di jam-jam tertentu saja. Biasanya mulai pukul 10.00-13.30.  Selebihnya, masih dalam kategori wajar alias padat merayap.

          Terpisah, Staf Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Kediri Imam Sugianto mengakui tentang kemacetan yang mulai terjadi di Kota Kediri kemarin. Dia juga membenarkan jika volume kendaraan naik sekitar 15 persen. Selain di beberapa ruas jalan Kota Kediri, menurutnya kepadatan arus juga terlihat di daerah perbatasan. Mulai di simpang empat Semampir atau dari arah Surabaya, simpang empat Mrican dari arah Nganjuk.

          Kemudian, Simpang alun-alun dari arah Jembatan Bandarngalim. Kepadatan juga terjadi di simpang empat Jetis dari arah Ngadiluwih. “Untuk tengah kota, kepadatan juga terjadi di Jl Dhoho,” tegasnya.

Baca Juga :  Kaji 3 Laporan Tes Perangkat di Kabupaten Kediri

          Sementara itu, selain kepadatan lalu lintas di jalan raya, pemudik juga sudah mulai berdatangan ke Kota Kediri dengan memakai kereta api. Seminggu jelang lebaran, setidaknya ada 5.703 penumpang yang turun di Stasiun Kediri, Kras, Ngadiluwih, dan Papar sejak Jumat (22/4) lalu.

Kepala Stasiun Besar Kediri Wahyudi mengatakan, jumlah penumpang yang biasanya di bawah 1.000 orang per hari, kini menjadi rata-rata 1.600 orang per hari. Para penumpang didominasi dari Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. “Kebanyakan dari para penumpang itu pendatang,” terang Wahyudi.

Selain penumpang yang turun, penumpang yang naik KA dari Stasiun Kediri juga baik. Jika biasanya hanya 800-1.000 orang, selama beberapa hari terakhir menjadi 1.400-1.500 orang per hari.

Ribuan penumpang yang berangkat dari Stasiun Kediri, menurut Wahyudi mayoritas adalah para santri dari sejumlah pesantren di Kediri. Selebihnya, siswa di Kampung Inggris Pare. Dia memperkirakan peningkatan penumpang akan terus terjadi hingga sehari menjelang Idul Fitri. (ica/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/