30.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Sakit Jantung, UNBK Susulan di Jakarta

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Sembilan siswa SMP dan MTs di Kota Kediri harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan. Mereka, hingga hari terakhir UNBK kemarin, berhalangan hadir. Dengan penyebab rata-rata karena masih sakit saat ujian berlangsung.

“Bahkan ada siswa dari SMPN 2 yang mengalami sakit jantung. Empat hari tidak bisa ikut ujian,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Kediri Siswanto kemarin.

Siswa tersebut saat ini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Karena itu, saat mengikuti UNBK susulan, siswa tersebut memanfaatkan fasilitas di sekolah yang dekat dengan rumah sakit tempat dia dirawat. Pihak disdik pun sudah berkoordinasi dengan sekolah tersebut. “Metodenya tetap menggunakan komputer,” jelasnya.

Ujian susulan tersebut, rencananya, akan berlangsung 29-30 April. Kadisdik mengingatkan agar siswa mempersiapkan sejak saat ini. Bila sampai mereka kembali tak mengikutinya, sangat disayangkan. “Diusahakan dengan adanya ujian susulan itu hadir. Kalau tidak hadir bisa dikatakan tidak bisa lulus. Karena syaratnya (lulus) harus ikut ujian,” tegasnya.

Menurut Siswanto, secara psikologis ikut ujian susulan berbeda dengan melaksanakan yang reguler. Karena itu para siswa tersebut tetap perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Baca Juga :  Satpol PP Kabupaten Kediri Beri Surat Peringatan
- Advertisement -

Sementara, selama pelaksanaan UNBK hingga berakhir kemarin, di Kota Kediri berlangsung lancar. Meskipun ada catatan kecil server sempat error sebentar di hari kedua. Untungnya teknisi bisa mengatasi dengan baik.

Kendala itu terjadi di SMP Wahidiyah. Untuk hari berikutnya hingga terakhir kendala serupa tidak terulang. Bahkan mati listrik yang selama ini menjadi momok tidak terjadi.

“Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan ujian sekolah kemarin (pekan lalu, Red). Dari PLN dan Telkom juga berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada laporan mengenai hambatan dalam pelaksanaan UNBK,” jelas Siswanto.

Dari pelaksanaan UNBK di Kabupaten Kediri hari terakhir diwarnai kabel jaringan yang sempat bermasalah. Problem itu terjadi di SMPN 1 Kunjang. Terjadi pada sesi pertama di ruang dua saja. Sementara dua ruang ujian lainnya tidak mengalaminya.

Gangguan itu berlangsung sekitar 15 menit. Penyebabnya karena kepala kabel jaringan disinyalir bermasalah. Padahal dalam UNBK hari pertama hingga ketiga, permasalahan tersebut tidak terjadi.

“Kabel yang bermasalah langsung kami ganti dengan kabel cadangan. Kalau harus mengganti kepala kabelnya akan memakan waktu lama,” tutur Kepala SMPN 1 Kunjang M. Hadi Nursalim.

Baca Juga :  Waspadai Penularan Covid-19 dari Klaster Takjil

Setelah kabel diganti kondisi pun berangsur normal. Sebelumnya, perintah dari server ke komputer peserta tidak ada respon. Begitu kabel cadangan dipasang perintah dari server dapat diterima dengan baik oleh komputer peserta.

Pria yang akrab disapa Nur tersebut menegaskan bahwa tidak ada waktu pengerjaan dari peserta yang hangus akibat insiden itu. Problem itu terjadi pada saat siswa belum melakukan login.

Menurutnya, tidak semua kabel di ruang tersebut bermasalah. Hanya sekitar tujuh atau sembilan saja. Sisanya tetap berfungsi normal.

Sementara, terkait dengan perlengkapan ujian, Hadi mengatakan sekolah bekerja sama dengan guru dan siswa untuk pengadaan laptop ujian. Sedangkan pihak sekolah memiliki 40 unit. Sisanya, 90 unit, diperoleh dari pinjaman guru dan siswa itu.

Agar bisa menggelar UNBK sendiri, jumlah perangkat minimal harus sepertiga dari jumlah murid. Di SMPN 1 Kunjang terdapat 333 murid kelas IX. Karena itu mereka butuh 120 unit laptop agar UNBK bisa berlangsung tiga sesi.

Di hari terakhir UNBK SMP dan MTs kemarin, mata pelajaran yang diujikan adalah IPA. Rencananya, pengumuman kelulusan akan berlangsung 27 Mei mendatang.

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Sembilan siswa SMP dan MTs di Kota Kediri harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan. Mereka, hingga hari terakhir UNBK kemarin, berhalangan hadir. Dengan penyebab rata-rata karena masih sakit saat ujian berlangsung.

“Bahkan ada siswa dari SMPN 2 yang mengalami sakit jantung. Empat hari tidak bisa ikut ujian,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Kediri Siswanto kemarin.

Siswa tersebut saat ini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Karena itu, saat mengikuti UNBK susulan, siswa tersebut memanfaatkan fasilitas di sekolah yang dekat dengan rumah sakit tempat dia dirawat. Pihak disdik pun sudah berkoordinasi dengan sekolah tersebut. “Metodenya tetap menggunakan komputer,” jelasnya.

Ujian susulan tersebut, rencananya, akan berlangsung 29-30 April. Kadisdik mengingatkan agar siswa mempersiapkan sejak saat ini. Bila sampai mereka kembali tak mengikutinya, sangat disayangkan. “Diusahakan dengan adanya ujian susulan itu hadir. Kalau tidak hadir bisa dikatakan tidak bisa lulus. Karena syaratnya (lulus) harus ikut ujian,” tegasnya.

Menurut Siswanto, secara psikologis ikut ujian susulan berbeda dengan melaksanakan yang reguler. Karena itu para siswa tersebut tetap perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Baca Juga :  Xpander v Pikap, Warga Papar Tewas

Sementara, selama pelaksanaan UNBK hingga berakhir kemarin, di Kota Kediri berlangsung lancar. Meskipun ada catatan kecil server sempat error sebentar di hari kedua. Untungnya teknisi bisa mengatasi dengan baik.

Kendala itu terjadi di SMP Wahidiyah. Untuk hari berikutnya hingga terakhir kendala serupa tidak terulang. Bahkan mati listrik yang selama ini menjadi momok tidak terjadi.

“Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan ujian sekolah kemarin (pekan lalu, Red). Dari PLN dan Telkom juga berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada laporan mengenai hambatan dalam pelaksanaan UNBK,” jelas Siswanto.

Dari pelaksanaan UNBK di Kabupaten Kediri hari terakhir diwarnai kabel jaringan yang sempat bermasalah. Problem itu terjadi di SMPN 1 Kunjang. Terjadi pada sesi pertama di ruang dua saja. Sementara dua ruang ujian lainnya tidak mengalaminya.

Gangguan itu berlangsung sekitar 15 menit. Penyebabnya karena kepala kabel jaringan disinyalir bermasalah. Padahal dalam UNBK hari pertama hingga ketiga, permasalahan tersebut tidak terjadi.

“Kabel yang bermasalah langsung kami ganti dengan kabel cadangan. Kalau harus mengganti kepala kabelnya akan memakan waktu lama,” tutur Kepala SMPN 1 Kunjang M. Hadi Nursalim.

Baca Juga :  Terlambat Panas, Macan Putih Kandas

Setelah kabel diganti kondisi pun berangsur normal. Sebelumnya, perintah dari server ke komputer peserta tidak ada respon. Begitu kabel cadangan dipasang perintah dari server dapat diterima dengan baik oleh komputer peserta.

Pria yang akrab disapa Nur tersebut menegaskan bahwa tidak ada waktu pengerjaan dari peserta yang hangus akibat insiden itu. Problem itu terjadi pada saat siswa belum melakukan login.

Menurutnya, tidak semua kabel di ruang tersebut bermasalah. Hanya sekitar tujuh atau sembilan saja. Sisanya tetap berfungsi normal.

Sementara, terkait dengan perlengkapan ujian, Hadi mengatakan sekolah bekerja sama dengan guru dan siswa untuk pengadaan laptop ujian. Sedangkan pihak sekolah memiliki 40 unit. Sisanya, 90 unit, diperoleh dari pinjaman guru dan siswa itu.

Agar bisa menggelar UNBK sendiri, jumlah perangkat minimal harus sepertiga dari jumlah murid. Di SMPN 1 Kunjang terdapat 333 murid kelas IX. Karena itu mereka butuh 120 unit laptop agar UNBK bisa berlangsung tiga sesi.

Di hari terakhir UNBK SMP dan MTs kemarin, mata pelajaran yang diujikan adalah IPA. Rencananya, pengumuman kelulusan akan berlangsung 27 Mei mendatang.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/