23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Dinkes Larang Masyarakat Pakai Tali Masker

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinkes Nganjuk menyoroti tren penggunaan strap atau tali masker. Mereka meminta masyarakat tidak lagi menggunakannya karena bisa jadi sarana penularan virus.

Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis menyayangkan banyaknya masyarakat yang saat ini menggunakan tali masker. “Penggunaan masker, terutama masker medis itu harus dibuang begitu dilepas karena memang untuk sekali pakai,” ujar Cholis.

Lebih jauh Cholis menjelaskan, pemakaian strap akan memicu praktik lepas-pasang masker di tempat umum. Padahal, hal tersebut berbahaya. Sebab, virus bisa masuk saat dilepas.

Khusus untuk masker kain, menurut Cholis masyarakat tidak boleh menggantungnya di tali saat dilepas. Melainkan disimpan di tempat yang bersih dan kedap. “Jangan dikalungkan. Itu berpotensi membuat masker tidak lagi steril,” lanjutnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Pelajar Semakin Gencar

Cholis menegaskan, masker yang dipakai masyarakat harus sering diganti. Yakni, minimal empat jam dan maksimal enam jam pemakaian. Selebihnya, harus diganti dengan yang baru dan bersih.

Di luar jangka waktu tersebut, maskes yang dipakai masyarakat harus segera diganti jika sudah dalam kondisi basah atau lembab. “Penggunaan masker harus tepat dan benar untuk mencegah penularan Covid-19. Jangan memakai tali masker,” terangnya mengingatkan.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pemakaian masker dengan cara dikalungkan di leher itu justru berbahaya.

Dengan cara tersebut, bagian dalam masker bisa terpapar udara dari luar. Demikian juga potensi terpegang atau terkena doplet juga memungkinkan. “Risiko terkontaminasi virus sangat rentan terjadi,” urainya.

Baca Juga :  Penularan HIV/AIDS Masih Menjadi Ancaman

Masker, jelas Hendri, juga berisiko menempel di pakaian sehingga bisa terjadi kontaminasi silang. Karenanya, meski memakai strap sekarang sedang nge-tren, Hendri meminta masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar.

Untuk diketahui, strap atau tali masker memang dibuat bervariasi. Selain tali biasa, ada pula yang dilengkapi dengan aksesori menarik. Sehingga, memakai masker kini bukan lagi berfungsi sebagai perlindungan dari dari paparan virus. Melainkan sekaligus untuk menunjang penampilan pemakaianya. Hal tersebut belakangan dikritik karena justru membahayakan.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinkes Nganjuk menyoroti tren penggunaan strap atau tali masker. Mereka meminta masyarakat tidak lagi menggunakannya karena bisa jadi sarana penularan virus.

Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis menyayangkan banyaknya masyarakat yang saat ini menggunakan tali masker. “Penggunaan masker, terutama masker medis itu harus dibuang begitu dilepas karena memang untuk sekali pakai,” ujar Cholis.

Lebih jauh Cholis menjelaskan, pemakaian strap akan memicu praktik lepas-pasang masker di tempat umum. Padahal, hal tersebut berbahaya. Sebab, virus bisa masuk saat dilepas.

Khusus untuk masker kain, menurut Cholis masyarakat tidak boleh menggantungnya di tali saat dilepas. Melainkan disimpan di tempat yang bersih dan kedap. “Jangan dikalungkan. Itu berpotensi membuat masker tidak lagi steril,” lanjutnya.

Baca Juga :  Penularan HIV/AIDS Masih Menjadi Ancaman

Cholis menegaskan, masker yang dipakai masyarakat harus sering diganti. Yakni, minimal empat jam dan maksimal enam jam pemakaian. Selebihnya, harus diganti dengan yang baru dan bersih.

Di luar jangka waktu tersebut, maskes yang dipakai masyarakat harus segera diganti jika sudah dalam kondisi basah atau lembab. “Penggunaan masker harus tepat dan benar untuk mencegah penularan Covid-19. Jangan memakai tali masker,” terangnya mengingatkan.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pemakaian masker dengan cara dikalungkan di leher itu justru berbahaya.

Dengan cara tersebut, bagian dalam masker bisa terpapar udara dari luar. Demikian juga potensi terpegang atau terkena doplet juga memungkinkan. “Risiko terkontaminasi virus sangat rentan terjadi,” urainya.

Baca Juga :  Rp 10 M untuk Akses ke Jembatan Wijayakusuma

Masker, jelas Hendri, juga berisiko menempel di pakaian sehingga bisa terjadi kontaminasi silang. Karenanya, meski memakai strap sekarang sedang nge-tren, Hendri meminta masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar.

Untuk diketahui, strap atau tali masker memang dibuat bervariasi. Selain tali biasa, ada pula yang dilengkapi dengan aksesori menarik. Sehingga, memakai masker kini bukan lagi berfungsi sebagai perlindungan dari dari paparan virus. Melainkan sekaligus untuk menunjang penampilan pemakaianya. Hal tersebut belakangan dikritik karena justru membahayakan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/