27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Kiai dan Bu Nyai Kecamatan Gurah Dukung Mas Dhito

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Calon Bupati (Cabup) Hanindhito Himawan Pramana dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Dewi Mariya Ulfa kembali mendapat dukungan dari para kiai dan bu nyai. Kemarin, Kiai dan Bu Nyai se-Kecamatan Gurah deklarasi dukungan kepada Mas Dhito dan Mbak Dewi. Deklarasi dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Muta’alimin, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah. “Bismillahirrahmanirrahim, kami atas nama kiai dan Ibu nyai warga NU Se-Kecamatan Gurah siap mendukung dan memenangkan Mas Dhito dan Mbak Dewi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri,” ujar para kiai dan bu nyai saat deklarasi.
Menurut KH Mahfud, pengasuh Ponpes Hidayatul Muta’alimin, sebelum memutuskan mendukung Mas Dhito dan Mbak Dewi, dia bersama para kiai dan bu nyai telah berpikir matang dan meminta petunjuk dari Allah SWT. “Saya istikharahi. Insya Allah Mas Dhito menang,” ujarnya.
Mahfud mengatakan, Mas Dhito memiliki program yang jelas untuk Kabupaten Kediri, khususnya pondok pesantren. Sedangkan, bumbung kosong itu tidak memiliki program. “Ibaratnya bus gak ada sopirnya itu bumbung kosong. Jadi, kita memilih bus yang ada sopirnya saja,” ujarnya.
Dengan naik bus yang memiliki sopir, Mahfud mengatakan, penumpang berhak menegur jika sopir bus tidak sesuai. “Kita bisa mengawal. Mudah-mudahan Mas Dhito lurus-lurus saja dalam memimpin Kabupaten Kediri,” harapnya.
Sementara itu, Mas Dhito mengatakan, dengan dukungan kiai dan bu nyai se-Kecamatan Gurah menjadi tanggung jawab moral dia dan Mbak Dewi untuk bisa merealisasikan tiga program untuk ponpes dengan baik. Program tersebut adalah bisyaroh untuk guru madin dan TPT, Pesantrenpreuneurship untuk mencetak para santri menjadi pengusaha andal setelah lulus dari ponpes, dan bantuan operasional ponpes yang akan diberikan setiap tahun secara bergilir. Karena bantuan operasional tidak boleh diberikan di satu ponpes berturut-turut setiap tahun. “Dukungan dari para tokoh agama, kiai, bu nyai, dan gawagis ini tidak boleh membuat saya dan Mbak Dewi terlena. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk merealisasikan program-program untuk pondok pesantren,” ingatnya.
Mas Dhito mengatakan, saat ini, dia dan Mbak Dewi akan terus ke masyarakat. Karena hasil survey terakhir pada 18 November 2020, Mas Dhito dan Mbak Dewi mendapat 80 persen suara. “Bumbung kosong 7 persenan. Sedangkan, 12 persen lebih itu masih undecided voters atau belum menjawab dan menentukan pilihan,” ujarnya.
Untuk itu, Mas Dhito dan Mbak Dewi akan mengejar tambahan 5 persen sampai hari H-coblosan. Sehingga, target 85 persen suara bisa tercapai. “Undecided voters itu biasanya akan menentukan pilihan di hari H coblosan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Eks ODGJ Rekam E-KTP di Kediri, Begini Lika-Likunya
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Calon Bupati (Cabup) Hanindhito Himawan Pramana dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Dewi Mariya Ulfa kembali mendapat dukungan dari para kiai dan bu nyai. Kemarin, Kiai dan Bu Nyai se-Kecamatan Gurah deklarasi dukungan kepada Mas Dhito dan Mbak Dewi. Deklarasi dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Muta’alimin, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah. “Bismillahirrahmanirrahim, kami atas nama kiai dan Ibu nyai warga NU Se-Kecamatan Gurah siap mendukung dan memenangkan Mas Dhito dan Mbak Dewi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri,” ujar para kiai dan bu nyai saat deklarasi.
Menurut KH Mahfud, pengasuh Ponpes Hidayatul Muta’alimin, sebelum memutuskan mendukung Mas Dhito dan Mbak Dewi, dia bersama para kiai dan bu nyai telah berpikir matang dan meminta petunjuk dari Allah SWT. “Saya istikharahi. Insya Allah Mas Dhito menang,” ujarnya.
Mahfud mengatakan, Mas Dhito memiliki program yang jelas untuk Kabupaten Kediri, khususnya pondok pesantren. Sedangkan, bumbung kosong itu tidak memiliki program. “Ibaratnya bus gak ada sopirnya itu bumbung kosong. Jadi, kita memilih bus yang ada sopirnya saja,” ujarnya.
Dengan naik bus yang memiliki sopir, Mahfud mengatakan, penumpang berhak menegur jika sopir bus tidak sesuai. “Kita bisa mengawal. Mudah-mudahan Mas Dhito lurus-lurus saja dalam memimpin Kabupaten Kediri,” harapnya.
Sementara itu, Mas Dhito mengatakan, dengan dukungan kiai dan bu nyai se-Kecamatan Gurah menjadi tanggung jawab moral dia dan Mbak Dewi untuk bisa merealisasikan tiga program untuk ponpes dengan baik. Program tersebut adalah bisyaroh untuk guru madin dan TPT, Pesantrenpreuneurship untuk mencetak para santri menjadi pengusaha andal setelah lulus dari ponpes, dan bantuan operasional ponpes yang akan diberikan setiap tahun secara bergilir. Karena bantuan operasional tidak boleh diberikan di satu ponpes berturut-turut setiap tahun. “Dukungan dari para tokoh agama, kiai, bu nyai, dan gawagis ini tidak boleh membuat saya dan Mbak Dewi terlena. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk merealisasikan program-program untuk pondok pesantren,” ingatnya.
Mas Dhito mengatakan, saat ini, dia dan Mbak Dewi akan terus ke masyarakat. Karena hasil survey terakhir pada 18 November 2020, Mas Dhito dan Mbak Dewi mendapat 80 persen suara. “Bumbung kosong 7 persenan. Sedangkan, 12 persen lebih itu masih undecided voters atau belum menjawab dan menentukan pilihan,” ujarnya.
Untuk itu, Mas Dhito dan Mbak Dewi akan mengejar tambahan 5 persen sampai hari H-coblosan. Sehingga, target 85 persen suara bisa tercapai. “Undecided voters itu biasanya akan menentukan pilihan di hari H coblosan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Perketat Protokol, Minta Perusahaan Rapid Test

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/