22.6 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Rombak GTPP Tunggu Pusat

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di tingkat pusat memang sudah dibubarkan. Diganti dengan lembaga baru yang sekaligus untuk mengurusi pemulihan sektor perekonomian. Namun di daerah gugus tugas masih ada hingga kemarin.

Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi, pihaknya masih bekerja seperti biasa hingga kemarin. Karena lembaga yang mengurusi soal pandemi korona ini juga belum dibubarkan.

“Untuk perubahan kami masih menunggu petunjuk teknis dari Pusat,” aku Turmudi.

Karena itu, semua urusan yang terkait dengan korona masih menjadi kewenangan lembaga ini. Susunan anggotanya juga masih sama.

Sedikit berbeda dengan Kota Kediri. Gugus tugas sudah berganti nama dengan Satgas Penanganan Covid-19. Meskipun demikian fungsi GTPP Covid-19 masih terus berjalan. “Kami tetap bekerja seperti semula,” kata Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri.

Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan bahwa tupoksi dari Dinkes Kota Kediri tetap seperti awal. Untuk melakukan tracing dan kontak erat dari kasus yang terkonfirmasi. “Masih bisa bertugas untuk penanganan covid-19, sementara,” imbuhnya.

Sementara itu, perkembangan kasus terkonfirmasi positif korona di Kabupaten Kediri masih menunjukkan tren peningkatan. Hingga kemarin lebih dari 350 orang terpapar virus ini. Peran serta masyarakat dinilai sangat penting untuk memutus rantai penularan ini.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, dari 355 orang yang terpapar, sudah separo yang dinyatakan sembuh. Yaitu sebanyak 185 orang. Sementara yang meninggal tak lebih dari 5 persen.

Baca Juga :  Petahana Hanya Bertahan 28 Orang

“Yang meninggal dunia adalah 18 orang,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib.

Sisanya, ada yang dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi. Untuk isolasi tersebut ada yang dilakukan di tempat yang disediakan pemerintah atau di rumah masing-masing. Menurut Chotib, semua yang menjalani isolasi dalam keadaan baik.

Dokter yang juga Kepala Puskesmas Puncu ini terus mengingatkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi masih bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. “Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Data terbaru, kemarin terdapat 17 tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Penambahan itu dari sembilan klaster. Paling banyak dari klaster Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, yaitu empat orang.

Di posisi kedua ada klaster persekutuan doa di Kota Kediri yang menjangkiti tiga orang. Dua orang warga Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo dan 1 orang warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Mereka saat ini melakukan isolasi mandiri.

Ada juga yang muncul dari klaster baru. Terdiri dari tiga orang dari wilayah berbeda. Yakni warga Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan; warga Desa Datengan, Kecamatan Grogol; dan warga Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul. “Untuk warga Desa Jambu sedang dirawat di RS HVA Toeloengredjo Pare,” jelas Chotib.

Masih adanya penambahan itu membuat Chotib tak bosan untuk mengingatkan masyarakat. Agar mereka selalu mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. “Selalu pakai masker, jaga jarak aman dengan orang lain, dan sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir setiap selesai beraktivitas. Hanya dengan disiplin ini kita bisa menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri,” pesan Chotib.

Baca Juga :  Pendapatan Anjlok, Ganti Jualan Sayuran

Sementara itu, dari Kota Kediri, pasien terkonfirmasi sudah mencapai 106 orang kemarin. Penambahan terakhir ini masih belum bisa terkonfirmasi dari klaster mana. “Masih di-tracing dari mana klasternya,” aku Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat rilis kemarin sore.

Yang jelas, pasien positif terbaru itu berusia 51 tahun. Beralamat di Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota.

Ia menjelaskan lelaki tersebut bekerja sebagai supir. Sehingga dipastikan sering ke luar kota. Belum bisa dipastikan dari kota mana saja wilayah operasinya.

Sementara itu, ada juga kabar baik yang diumumkan Abu. Satu warganya sembuh dari Covid-19 di Kota Kediri. Berasal dari Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Lelaki 62 tahun itu merupakan klaster Jakarta.

 “Ada satu tambahan di Rejomulyo, insya Allah malam ini (tadi malam, Red), kami bangun posko,” ujar Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri.

Hingga kemarin, sudah ada 106 warga Kota Kediri terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini ada 49 kasus aktif yang masih dipantau dan dirawat. Untuk angka toal kesembuhan ada 55 orang sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.(din/syi/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di tingkat pusat memang sudah dibubarkan. Diganti dengan lembaga baru yang sekaligus untuk mengurusi pemulihan sektor perekonomian. Namun di daerah gugus tugas masih ada hingga kemarin.

Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi, pihaknya masih bekerja seperti biasa hingga kemarin. Karena lembaga yang mengurusi soal pandemi korona ini juga belum dibubarkan.

“Untuk perubahan kami masih menunggu petunjuk teknis dari Pusat,” aku Turmudi.

Karena itu, semua urusan yang terkait dengan korona masih menjadi kewenangan lembaga ini. Susunan anggotanya juga masih sama.

Sedikit berbeda dengan Kota Kediri. Gugus tugas sudah berganti nama dengan Satgas Penanganan Covid-19. Meskipun demikian fungsi GTPP Covid-19 masih terus berjalan. “Kami tetap bekerja seperti semula,” kata Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri.

Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan bahwa tupoksi dari Dinkes Kota Kediri tetap seperti awal. Untuk melakukan tracing dan kontak erat dari kasus yang terkonfirmasi. “Masih bisa bertugas untuk penanganan covid-19, sementara,” imbuhnya.

Sementara itu, perkembangan kasus terkonfirmasi positif korona di Kabupaten Kediri masih menunjukkan tren peningkatan. Hingga kemarin lebih dari 350 orang terpapar virus ini. Peran serta masyarakat dinilai sangat penting untuk memutus rantai penularan ini.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, dari 355 orang yang terpapar, sudah separo yang dinyatakan sembuh. Yaitu sebanyak 185 orang. Sementara yang meninggal tak lebih dari 5 persen.

Baca Juga :  Pendapatan Anjlok, Ganti Jualan Sayuran

“Yang meninggal dunia adalah 18 orang,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib.

Sisanya, ada yang dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi. Untuk isolasi tersebut ada yang dilakukan di tempat yang disediakan pemerintah atau di rumah masing-masing. Menurut Chotib, semua yang menjalani isolasi dalam keadaan baik.

Dokter yang juga Kepala Puskesmas Puncu ini terus mengingatkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi masih bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. “Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Data terbaru, kemarin terdapat 17 tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Penambahan itu dari sembilan klaster. Paling banyak dari klaster Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, yaitu empat orang.

Di posisi kedua ada klaster persekutuan doa di Kota Kediri yang menjangkiti tiga orang. Dua orang warga Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo dan 1 orang warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Mereka saat ini melakukan isolasi mandiri.

Ada juga yang muncul dari klaster baru. Terdiri dari tiga orang dari wilayah berbeda. Yakni warga Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan; warga Desa Datengan, Kecamatan Grogol; dan warga Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul. “Untuk warga Desa Jambu sedang dirawat di RS HVA Toeloengredjo Pare,” jelas Chotib.

Masih adanya penambahan itu membuat Chotib tak bosan untuk mengingatkan masyarakat. Agar mereka selalu mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. “Selalu pakai masker, jaga jarak aman dengan orang lain, dan sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir setiap selesai beraktivitas. Hanya dengan disiplin ini kita bisa menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri,” pesan Chotib.

Baca Juga :  Petahana Hanya Bertahan 28 Orang

Sementara itu, dari Kota Kediri, pasien terkonfirmasi sudah mencapai 106 orang kemarin. Penambahan terakhir ini masih belum bisa terkonfirmasi dari klaster mana. “Masih di-tracing dari mana klasternya,” aku Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat rilis kemarin sore.

Yang jelas, pasien positif terbaru itu berusia 51 tahun. Beralamat di Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota.

Ia menjelaskan lelaki tersebut bekerja sebagai supir. Sehingga dipastikan sering ke luar kota. Belum bisa dipastikan dari kota mana saja wilayah operasinya.

Sementara itu, ada juga kabar baik yang diumumkan Abu. Satu warganya sembuh dari Covid-19 di Kota Kediri. Berasal dari Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Lelaki 62 tahun itu merupakan klaster Jakarta.

 “Ada satu tambahan di Rejomulyo, insya Allah malam ini (tadi malam, Red), kami bangun posko,” ujar Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri.

Hingga kemarin, sudah ada 106 warga Kota Kediri terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini ada 49 kasus aktif yang masih dipantau dan dirawat. Untuk angka toal kesembuhan ada 55 orang sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.(din/syi/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/