26.9 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Izinkan Warga Menggelar Pernikahan

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Bulan Syawal dalam penanggalan hijriyah biasanya digunakan masyarakat untuk menggelar hajatan. Jika tahun lalu pemkab sempat mengeluarkan larangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin menegaskan hajatan pernikahan diperbolehkan. Syaratnya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ditemui koran ini DPRD Nganjuk kemarin Yasin menegaskan, pemkab belum pernah mengeluarkan izin terkait hajatan atau pesta. Dia menggarisbawahi, yang diizinkan adalah pernikahannya. “Kalau mau menikah silakan. Tapi kami tidak mengeluarkan izin hajatan,” ujarnya.

Pemkab, lanjut Yasin, tengah melakukan pemantauan. Termasuk untuk mengetahui apakah sudah banyak warga yang mengajukan izin hajatan pernikahan.

Sesuai dengan anjuran  kegiatan keramaian di Kabupaten Nganjuk, Yasin menyebut pihaknya tidak melarang hajatan pernikahan. Syaratnya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Harus terapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19,” lanjutnya.

Baca Juga :  Hujan Tiga Jam, Sungai Mojorembun Meluap

Satgas Covid-19, terang Yasin, akan berkoordinasi dengan kecamatan dan desa terkait hal tersebut. Mereka diminta untuk melakukan pengawasan. Sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk diketahui, jika Minggu (23/5) lalu hanya ditemukan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin jumlah yang lebih banyak ditemukan. Setidaknya ada sembilan pasien terkonfirmasi positif baru. “Hari ini (kemarin, Red) juga ada dua pasien meninggal dunia dan satu pasien Covid-19 yang sembuh,” terang Jubir Satgas Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Dengan penambahan sembilan pasien kemarin, Hendri menegaskan, total kasus Covid-19 di Nganjuk sebanyak 3.872 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 102 di antaranya merupakan kasus aktif.

Lebih jauh Hendri menuturkan, dari total 275 bed atau tempat tidur yang ada di RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, RS Bhayangkara, dan RS Darurat Covid-19 Pu Sindok, hanya 14 bed saja yang terpakai. Adapun 261 bed lainnya kosong alias tidak ditempati.

Baca Juga :  BPBD Akan Beri Bantuan Rehab bagi Korban Puting Beliung

Seperti Minggu lalu, 48 bed di Pu Sindok hingga kemarin juga kosong atau tidak ada pasien yang dirawat di sana. Melihat tren kasus Covid-19 Nganjuk yang tren-nya menurun, Hendri mengaku lega. Meski demikian, hal tersebut tidak bisa jadi alasan untuk mengendurkan penerapan protokol kesehatan. “Harus tetap memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Bulan Syawal dalam penanggalan hijriyah biasanya digunakan masyarakat untuk menggelar hajatan. Jika tahun lalu pemkab sempat mengeluarkan larangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin menegaskan hajatan pernikahan diperbolehkan. Syaratnya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ditemui koran ini DPRD Nganjuk kemarin Yasin menegaskan, pemkab belum pernah mengeluarkan izin terkait hajatan atau pesta. Dia menggarisbawahi, yang diizinkan adalah pernikahannya. “Kalau mau menikah silakan. Tapi kami tidak mengeluarkan izin hajatan,” ujarnya.

Pemkab, lanjut Yasin, tengah melakukan pemantauan. Termasuk untuk mengetahui apakah sudah banyak warga yang mengajukan izin hajatan pernikahan.

Sesuai dengan anjuran  kegiatan keramaian di Kabupaten Nganjuk, Yasin menyebut pihaknya tidak melarang hajatan pernikahan. Syaratnya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Harus terapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19,” lanjutnya.

Baca Juga :  BPBD Akan Beri Bantuan Rehab bagi Korban Puting Beliung

Satgas Covid-19, terang Yasin, akan berkoordinasi dengan kecamatan dan desa terkait hal tersebut. Mereka diminta untuk melakukan pengawasan. Sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk diketahui, jika Minggu (23/5) lalu hanya ditemukan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin jumlah yang lebih banyak ditemukan. Setidaknya ada sembilan pasien terkonfirmasi positif baru. “Hari ini (kemarin, Red) juga ada dua pasien meninggal dunia dan satu pasien Covid-19 yang sembuh,” terang Jubir Satgas Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Dengan penambahan sembilan pasien kemarin, Hendri menegaskan, total kasus Covid-19 di Nganjuk sebanyak 3.872 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 102 di antaranya merupakan kasus aktif.

Lebih jauh Hendri menuturkan, dari total 275 bed atau tempat tidur yang ada di RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, RS Bhayangkara, dan RS Darurat Covid-19 Pu Sindok, hanya 14 bed saja yang terpakai. Adapun 261 bed lainnya kosong alias tidak ditempati.

Baca Juga :  Kabupaten Tambah Delapan, Kota Sosialisasi Istilah Baru

Seperti Minggu lalu, 48 bed di Pu Sindok hingga kemarin juga kosong atau tidak ada pasien yang dirawat di sana. Melihat tren kasus Covid-19 Nganjuk yang tren-nya menurun, Hendri mengaku lega. Meski demikian, hal tersebut tidak bisa jadi alasan untuk mengendurkan penerapan protokol kesehatan. “Harus tetap memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/