24.1 C
Kediri
Wednesday, August 10, 2022

Covid-19 di Kediri: PDP Asal Dandangan Meninggal, Dinkes Tunggu Swab

KOTA, JP Radar Kediri –  Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Kediri akhirnya  meninggal dunia. Namun, belum diketahui apakah PDP tersebut positif atau negatif karena hasil swab belum keluar.

Menurut juru bicara Gugus Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, PDP tersebut berasal dari Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota. Yang bersangkutan sudah dirawat sejak Selasa (21/4).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri itu menjelaskan PDP tersebut menunjukkan gejala batuk. “Juga ada penyakit lain yang diderita (pasien),” terang Fauzan.

Saat ini, Dinkes Kota Kediri menunggu hasil swab pasien berumur 63 tahun itu. Apabila terkonfirmasi positif korona maka akan dilakukan protokol isolasi mandiri dengan pengawasan terhadap lingkungan dan kontak erat pasien.

Sementara itu, di Kota Kediri juga ada dua pasien yang dinyatakan positif dan sudah sembuh sejak Rabu (22/4) lalu. Keduanya berasal dari Kelurahan Bujel dan Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Kedua pasien sudah pulang pada Rabu (22/4) petang.

Dari lingkungan sekitar, masih tetap dilakukan pembatasan jalan. Karena masih belum 14 hari isolasi mandiri dengan pengawasan sejak 10 April lalu. Namun, kedua pasien sudah berada di rumah masing-masing.

Meski demikian, Fauzan menjelaskan bahwa dua pasien tersebut terus dilakukan pemantauan kesehatan oleh pihak Dinkes Kota Kediri melalui puskesmas setempat. “Edukasi terhadap pasien untuk tetap melakukan isolasi mandiri di rumah secara berkala akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas puskesmas setempat,” ujar Fauzan.

Baca Juga :  Tiga Parpol Baru Kejar SKT di Kesbangpol Kota Kediri

Ia juga menambahkan bahwa kedua pasien yang masuk dalam klaster haji itu adalah Pasien Kediri Kota 5 dan Pasien Kediri Kota 6. Keduanya dinyatakan terkonfirmasi positif setelah dilakukan tracing oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Karena keduanya mengikuti pelatihan haji di Surabaya.

Untuk diketahui, saat ini, total sudah ada tujuh orang dari Kota Kediri yang terkonfirmasi positif korona. Empat pasien dinyatakan sembuh. Dua lainnya berasal dari Kelurahan Balowerti, Kecamatan/Kota Kediri; dan Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren. Keempatnya sudah berada di rumah masing-masing. Tiga pasien lain, yang berasal dari Kelurahan Dandangan, Kecamatan/Kota Kediri, dan dari Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, masih menjalani perawatan.

Sementara itu, patroli oleh petugas keamanan di Kota Kediri kembali diperketat. Mulai dari pembatasan di jalan protokol hingga razia gabungan ke warung. Selain memberi sosialisasi tim gabungan juga memberi peringatan agar pembeli bertransaksi langsung dibawa pulang.

“Jika untuk pembatasan pengalihan jalan, menyusul,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

Baca Juga :  Pemkot Serahkan ke PG Meritjan

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan forum warung kopi di Kota Kediri. Mas Abu mengizinkan warung selama puasa tetap buka. Namun tetap mematuhi imbauan dari pemerintah.

“Saya memohon maaf, tidak bisa kalau memberi izin untuk buka dengan minum kopi di tempat atau buka meja. Kalaupun buka, saya minta teman-teman hanya menyediakan layanan dibungkus saja atau take away,” tegas Mas Abu.

“Pemkot Kediri berupaya menjaga agar tidak memberlakukan PSBB, kalau teman-teman warung kopi komitmen, kita bisa mencegah ledakan pasien covid-19 bersama-sama,” imbuhnya.

Ramadan ini, Mas Abu juga mengingatkan kepada warung yang berjualan agar menutup tirai di siang hari. Sedangkan jam malam tetap diberlakukan. Diimbau agar jangan sampai buka hingga larut malam.

Mas Abu juga menjelaskan bahwa secara ekonomi memang berat dalam kondisi seperti ini. Karena hampir semua sektor merasakan dampak. Jika berkomitmen untuk menjaga agar Kota Kediri agar tidak terjadi ledakan Covid-19, maka dapat melewati semuanya dengan cepat. “Ketika sudah selesai, bisa kita maksimalkan dalam menggerakkan ekonomi agar kembali pulih sedia kala,” tegas Mas Abu.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri –  Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Kediri akhirnya  meninggal dunia. Namun, belum diketahui apakah PDP tersebut positif atau negatif karena hasil swab belum keluar.

Menurut juru bicara Gugus Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, PDP tersebut berasal dari Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota. Yang bersangkutan sudah dirawat sejak Selasa (21/4).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri itu menjelaskan PDP tersebut menunjukkan gejala batuk. “Juga ada penyakit lain yang diderita (pasien),” terang Fauzan.

Saat ini, Dinkes Kota Kediri menunggu hasil swab pasien berumur 63 tahun itu. Apabila terkonfirmasi positif korona maka akan dilakukan protokol isolasi mandiri dengan pengawasan terhadap lingkungan dan kontak erat pasien.

Sementara itu, di Kota Kediri juga ada dua pasien yang dinyatakan positif dan sudah sembuh sejak Rabu (22/4) lalu. Keduanya berasal dari Kelurahan Bujel dan Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Kedua pasien sudah pulang pada Rabu (22/4) petang.

Dari lingkungan sekitar, masih tetap dilakukan pembatasan jalan. Karena masih belum 14 hari isolasi mandiri dengan pengawasan sejak 10 April lalu. Namun, kedua pasien sudah berada di rumah masing-masing.

Meski demikian, Fauzan menjelaskan bahwa dua pasien tersebut terus dilakukan pemantauan kesehatan oleh pihak Dinkes Kota Kediri melalui puskesmas setempat. “Edukasi terhadap pasien untuk tetap melakukan isolasi mandiri di rumah secara berkala akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas puskesmas setempat,” ujar Fauzan.

Baca Juga :  Senggol Truk, Tewas Tertabrak Mobilio di Bagor

Ia juga menambahkan bahwa kedua pasien yang masuk dalam klaster haji itu adalah Pasien Kediri Kota 5 dan Pasien Kediri Kota 6. Keduanya dinyatakan terkonfirmasi positif setelah dilakukan tracing oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Karena keduanya mengikuti pelatihan haji di Surabaya.

Untuk diketahui, saat ini, total sudah ada tujuh orang dari Kota Kediri yang terkonfirmasi positif korona. Empat pasien dinyatakan sembuh. Dua lainnya berasal dari Kelurahan Balowerti, Kecamatan/Kota Kediri; dan Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren. Keempatnya sudah berada di rumah masing-masing. Tiga pasien lain, yang berasal dari Kelurahan Dandangan, Kecamatan/Kota Kediri, dan dari Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, masih menjalani perawatan.

Sementara itu, patroli oleh petugas keamanan di Kota Kediri kembali diperketat. Mulai dari pembatasan di jalan protokol hingga razia gabungan ke warung. Selain memberi sosialisasi tim gabungan juga memberi peringatan agar pembeli bertransaksi langsung dibawa pulang.

“Jika untuk pembatasan pengalihan jalan, menyusul,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

Baca Juga :  Kekurangan Tenaga, Pustu Pojok Stop Operasi

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan forum warung kopi di Kota Kediri. Mas Abu mengizinkan warung selama puasa tetap buka. Namun tetap mematuhi imbauan dari pemerintah.

“Saya memohon maaf, tidak bisa kalau memberi izin untuk buka dengan minum kopi di tempat atau buka meja. Kalaupun buka, saya minta teman-teman hanya menyediakan layanan dibungkus saja atau take away,” tegas Mas Abu.

“Pemkot Kediri berupaya menjaga agar tidak memberlakukan PSBB, kalau teman-teman warung kopi komitmen, kita bisa mencegah ledakan pasien covid-19 bersama-sama,” imbuhnya.

Ramadan ini, Mas Abu juga mengingatkan kepada warung yang berjualan agar menutup tirai di siang hari. Sedangkan jam malam tetap diberlakukan. Diimbau agar jangan sampai buka hingga larut malam.

Mas Abu juga menjelaskan bahwa secara ekonomi memang berat dalam kondisi seperti ini. Karena hampir semua sektor merasakan dampak. Jika berkomitmen untuk menjaga agar Kota Kediri agar tidak terjadi ledakan Covid-19, maka dapat melewati semuanya dengan cepat. “Ketika sudah selesai, bisa kita maksimalkan dalam menggerakkan ekonomi agar kembali pulih sedia kala,” tegas Mas Abu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/