25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Waspada Covid-19: ‘Liburan’ Diperpanjang hingga Tanggal Ini

KEDIRI – Setelah Dispendik Jatim memutuskan memperpanjang belajar di rumah untuk kelompok SMA/SMK, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri juga melakukan langkah serupa. Kemarin, masa belajar di rumah bagi siswa TK hingga SMP itu  diperpanjang hingga 5 April.

“Iya benar. Sesuai arahan dari Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa),” aku Kadisdik Kota Kediri Siswanto kemarin.

Penundaan masa masuk sekolah itu diumumkan Siswanto di hadapan para kepala sekolah kemarin pagi. Menurutnya, imbauan untuk libur tersebut sudah bersifat nasional.  Langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu berdasar keputusan Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Kota Kediri juga mengikutinya.

Sebelumnya, masa libur di sekolah-sekolah diKota Kediri hanya sampai 29 Maret 2020. Namun, mengingat perkembangan Covid-19 masih belum bisa diprediksi, imbauan itu pun dikeluarkan lagi oleh kementerian. Dan dilaksanakan di provinsi maupun di daerah-daerah.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 di Kota Kediri Minta RS Menambah Tempat Tidur

Meskipun tak bersekolah, bukan berarti para murid dan orang tua bisa memanfaatkan waktu “luang” mereka untuk berpergian. Justru sebaliknya,  mereka diimbau terus menjaga kesehatan. Dan berada di rumah saja bila tidak ada kegiatan yang genting. “Ada tugas dan belajar secara online juga dari sekolah,” terang Siswanto.

Selain soal memperpanjang waktu belajar di rumah, pertemuan antara disdik dan kasek kemarin juga memunculkan kesepakatan lain. Yaitu pihak sekolah diharapkan melakukan penyemprotan disinfektan di kelas-kelas. Juga, para murid diberi tugas yang terkait Covid-19.

“Selain menambah belajar online, para guru juga diimbau untuk memberi tugas ke siswa jangan yang terlalu berat dan semampunya saja,” kata Kepala SMPN 1 Kota Kediri Marsudi.

Baca Juga :  Kami Sudah Tak Mampu Bertahan!

Di SMPN 1, menurut Marsudi, juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di kelas-kelas. Kegiatan penyemprotan itu dilakukan di kelas yang memang kosong. “Penyemprotan mulai jam 13.00 WIB tadi (Kemarin, Red),” imbuhnya.

Sebelumnya, siswa sekolah sudah diliburkan sejak Minggu (15/3). Siswa diminta belajar dari rumah dan melakukan pembelajaran online.

Selain itu, penundaan waktu masuk juga berdampak pada kegiatan ujian. Seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA yang semestinya dijalankan pada 30 Maret 2020 diundur 6 April 2020. Untuk agenda ujian baik dari SD hingga SMA juga diundur. Mengikuti jadwal dan arahan dari Pusat. Sedangkan untuk SMK di Kota Kediri sudah selesai melaksanakan UNBK pada 16 Maret – 19 Maret 2020. Saat itu pelaksanaannya diperketat dengan kewajiban cuci tangan sebelum masuk ruang ujian.

- Advertisement -

KEDIRI – Setelah Dispendik Jatim memutuskan memperpanjang belajar di rumah untuk kelompok SMA/SMK, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri juga melakukan langkah serupa. Kemarin, masa belajar di rumah bagi siswa TK hingga SMP itu  diperpanjang hingga 5 April.

“Iya benar. Sesuai arahan dari Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa),” aku Kadisdik Kota Kediri Siswanto kemarin.

Penundaan masa masuk sekolah itu diumumkan Siswanto di hadapan para kepala sekolah kemarin pagi. Menurutnya, imbauan untuk libur tersebut sudah bersifat nasional.  Langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu berdasar keputusan Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Kota Kediri juga mengikutinya.

Sebelumnya, masa libur di sekolah-sekolah diKota Kediri hanya sampai 29 Maret 2020. Namun, mengingat perkembangan Covid-19 masih belum bisa diprediksi, imbauan itu pun dikeluarkan lagi oleh kementerian. Dan dilaksanakan di provinsi maupun di daerah-daerah.

Baca Juga :  Puluhan Perjalanan KA Lokal Masih Normal

Meskipun tak bersekolah, bukan berarti para murid dan orang tua bisa memanfaatkan waktu “luang” mereka untuk berpergian. Justru sebaliknya,  mereka diimbau terus menjaga kesehatan. Dan berada di rumah saja bila tidak ada kegiatan yang genting. “Ada tugas dan belajar secara online juga dari sekolah,” terang Siswanto.

Selain soal memperpanjang waktu belajar di rumah, pertemuan antara disdik dan kasek kemarin juga memunculkan kesepakatan lain. Yaitu pihak sekolah diharapkan melakukan penyemprotan disinfektan di kelas-kelas. Juga, para murid diberi tugas yang terkait Covid-19.

“Selain menambah belajar online, para guru juga diimbau untuk memberi tugas ke siswa jangan yang terlalu berat dan semampunya saja,” kata Kepala SMPN 1 Kota Kediri Marsudi.

Baca Juga :  Puluhan Nakes di Nganjuk Terpapar, Puskemas Bergantian Lockdown

Di SMPN 1, menurut Marsudi, juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di kelas-kelas. Kegiatan penyemprotan itu dilakukan di kelas yang memang kosong. “Penyemprotan mulai jam 13.00 WIB tadi (Kemarin, Red),” imbuhnya.

Sebelumnya, siswa sekolah sudah diliburkan sejak Minggu (15/3). Siswa diminta belajar dari rumah dan melakukan pembelajaran online.

Selain itu, penundaan waktu masuk juga berdampak pada kegiatan ujian. Seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA yang semestinya dijalankan pada 30 Maret 2020 diundur 6 April 2020. Untuk agenda ujian baik dari SD hingga SMA juga diundur. Mengikuti jadwal dan arahan dari Pusat. Sedangkan untuk SMK di Kota Kediri sudah selesai melaksanakan UNBK pada 16 Maret – 19 Maret 2020. Saat itu pelaksanaannya diperketat dengan kewajiban cuci tangan sebelum masuk ruang ujian.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/