30.1 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Banjir Genangi 8 Desa di Kediri

KEDIRI KABUPATEN – Bencana masih menerpa wilayah Kabupaten Kediri. Setelah melanda Kecamatan Papar, banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Banyakan dan Grogol. Penyebabnya, hujan deras dan derasnya arus air yang mengalir dari Sungai Bendo Mongal, Banyakan.

Luapan sungai itu ditengarai karena ‘kiriman’ air yang bersumber dari pegunungan Wilis. Saking derasnya bahkan tanggul di Desa Datengan, Kecamatan Grogol jebol. Akibatnya, air sungai meluber menggenangi lahan persawahan dan jalan desa.

Peristiwanya terjadi pada Sabtu malam (23/3). Camat Grogol Mochammad Imron mengatakan, telah mendatangi lokasi tanggul jebol kemarin. Hal itu untuk memantau perbaikannya.

“Saat ini sedang dipasangi bambu terlebih dahulu, karena dari pagi tadi (kemarin, Red) menunggu banjir surut terlebih dahulu,” imbuhnya.

Imron menjelaskan bahwa banjir tersebut karena banyaknya debit air yang mengalir ke Sungai Mlinjo yang melewati Desa Datengan dan Desa Gambyok, Kecamatan Grogol. Debit air tersebut adalah air kiriman dari dampak meluapnya Sungai Bendo Mongal.

“Infonya kemarin juga terjadi banjir di Banyakan, Maron. Nah air banjirnya mengalir melewati Desa Bakalan dan mengalir lagi menuju ke sini (Desa Datengan),” paparnya.

Baca Juga :  Butuh Dua Jembatan Tambahan Untuk Ring Road

Imron menyarankan untuk dibuatkan plengsengan agar tidak terjadi kejebolan tanggul lagi. Pasalnya, kejadian Sabtu malam itu bukan kali pertama tanggul tersebut bocor. Menurutnya, sekitar 2017 tanggul itu juga pernah jebol lantaran derasnya debit air saat musim hujan.

Jebolnya tanggul membuat lahan persawahan sekitar 20 hektare (ha) terendam air banjir. Bahkan air dari banjir meluap hingga menggenangi beberapa titik jalan di Desa Datengan dan Gambyok.

Menurut keterangan para warga, ketinggian banjir tersebut mencapai 60-80 sentimeter (cm) di lahan persawahan. Namun ketika air sampai di jalanan desa, tingginya hanya sampai mata kaki orang dewasa. “Kalau di jalan kemarin menurut laporan dari warga sekitar 5-10 sentimeter (cm),” ungkap Imron.

Tanggul yang menahan derasnya air Sungai Mlinjo, disebut camat ini, tidak kuat dan mengalami kebocoran. Menurut laporan para warga, air dari tanggul yang jebol menggenangi hampir di 20 hektare lahan sawah di Datengan dan Gambyok. Beruntung, sebagaian besar lahan sawah sudah usai panen. Jadi yang terendam hanya lahan dan bekas panennya saja.

Baca Juga :  Hari Ini Jalan Ahmad Yani Nganjuk Tak Dijaga

Kemarin, terlihat warga Desa Datengan dan Gambyok memperbaiki tanggul jebol tersebut. Beberapa batang bambu sudah terpasang untuk menahan aliran air Sungai Mlinjo. “Besok rencananya akan dibawakan alat pengeruk tanah untuk membantu perbaikan tanggul,” imbuh Imron.

Kepala Dusun Semen di Desa Datengan Mujib menjelaskan bahwa sejak pagi hingga siang kemarin, bekerja bakti. Bersama Kasun Sarasehan di Desa Gambyok Mujiono dan Babinsa Datengan Peltu Nurali sudah berjaga bersama warga sekitar. Mereka memperbaiki tanggul.

“Mulai pagi, hingga siang sudah dilakukan kerja bakti antarwarga dari dua desa terdampak banjir di Kecamatan Grogol,” terangnya.

 

Wilayah Banyakan-Grogol yang Terdampak Banjir a

Kecamatan Banyakan 

–         Desa Tiron

–         Desa Jatirejo

–         Desa Mergosono

–         Desa Maron

 

Kecamatan Grogol

–         Desa Grogol

–         Desa Bakalan

–         Desa Datengan

–         Desa Gambyok

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Bencana masih menerpa wilayah Kabupaten Kediri. Setelah melanda Kecamatan Papar, banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Banyakan dan Grogol. Penyebabnya, hujan deras dan derasnya arus air yang mengalir dari Sungai Bendo Mongal, Banyakan.

Luapan sungai itu ditengarai karena ‘kiriman’ air yang bersumber dari pegunungan Wilis. Saking derasnya bahkan tanggul di Desa Datengan, Kecamatan Grogol jebol. Akibatnya, air sungai meluber menggenangi lahan persawahan dan jalan desa.

Peristiwanya terjadi pada Sabtu malam (23/3). Camat Grogol Mochammad Imron mengatakan, telah mendatangi lokasi tanggul jebol kemarin. Hal itu untuk memantau perbaikannya.

“Saat ini sedang dipasangi bambu terlebih dahulu, karena dari pagi tadi (kemarin, Red) menunggu banjir surut terlebih dahulu,” imbuhnya.

Imron menjelaskan bahwa banjir tersebut karena banyaknya debit air yang mengalir ke Sungai Mlinjo yang melewati Desa Datengan dan Desa Gambyok, Kecamatan Grogol. Debit air tersebut adalah air kiriman dari dampak meluapnya Sungai Bendo Mongal.

“Infonya kemarin juga terjadi banjir di Banyakan, Maron. Nah air banjirnya mengalir melewati Desa Bakalan dan mengalir lagi menuju ke sini (Desa Datengan),” paparnya.

Baca Juga :  Dua Kuota Transmigran di Kabupaten Kediri Siap Berangkat

Imron menyarankan untuk dibuatkan plengsengan agar tidak terjadi kejebolan tanggul lagi. Pasalnya, kejadian Sabtu malam itu bukan kali pertama tanggul tersebut bocor. Menurutnya, sekitar 2017 tanggul itu juga pernah jebol lantaran derasnya debit air saat musim hujan.

Jebolnya tanggul membuat lahan persawahan sekitar 20 hektare (ha) terendam air banjir. Bahkan air dari banjir meluap hingga menggenangi beberapa titik jalan di Desa Datengan dan Gambyok.

Menurut keterangan para warga, ketinggian banjir tersebut mencapai 60-80 sentimeter (cm) di lahan persawahan. Namun ketika air sampai di jalanan desa, tingginya hanya sampai mata kaki orang dewasa. “Kalau di jalan kemarin menurut laporan dari warga sekitar 5-10 sentimeter (cm),” ungkap Imron.

Tanggul yang menahan derasnya air Sungai Mlinjo, disebut camat ini, tidak kuat dan mengalami kebocoran. Menurut laporan para warga, air dari tanggul yang jebol menggenangi hampir di 20 hektare lahan sawah di Datengan dan Gambyok. Beruntung, sebagaian besar lahan sawah sudah usai panen. Jadi yang terendam hanya lahan dan bekas panennya saja.

Baca Juga :  Mengenal Jayastamba, Ikon Kabupaten Nganjuk (2)

Kemarin, terlihat warga Desa Datengan dan Gambyok memperbaiki tanggul jebol tersebut. Beberapa batang bambu sudah terpasang untuk menahan aliran air Sungai Mlinjo. “Besok rencananya akan dibawakan alat pengeruk tanah untuk membantu perbaikan tanggul,” imbuh Imron.

Kepala Dusun Semen di Desa Datengan Mujib menjelaskan bahwa sejak pagi hingga siang kemarin, bekerja bakti. Bersama Kasun Sarasehan di Desa Gambyok Mujiono dan Babinsa Datengan Peltu Nurali sudah berjaga bersama warga sekitar. Mereka memperbaiki tanggul.

“Mulai pagi, hingga siang sudah dilakukan kerja bakti antarwarga dari dua desa terdampak banjir di Kecamatan Grogol,” terangnya.

 

Wilayah Banyakan-Grogol yang Terdampak Banjir a

Kecamatan Banyakan 

–         Desa Tiron

–         Desa Jatirejo

–         Desa Mergosono

–         Desa Maron

 

Kecamatan Grogol

–         Desa Grogol

–         Desa Bakalan

–         Desa Datengan

–         Desa Gambyok

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/