24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Rektor IAIN Kediri Temui Mahasiswa yang Unjuk Rasa

KOTA, JP Radar Kediri – Gabungan mahasiswa beberapa fakultas di IAIN Kediri berunjuk rasa di depan gedung rektorat, kemarin. Mereka menuntut perbaikan infrastruktur yang rusak di kampus Jl Sunan Ampel, Rejomulyo, Kecamatan Kota Kediri itu.

Di antaranya bangunan atap dan langit-langit yang rusak karena terkena hujan deras disertai angin beberapa hari lalu. “Kami ingin mengetahui kekuatan bangunan, dari FakultasUshuluddin, Ekonomi, Dakwah, dan Bisnis. Masih sekitar enam bulan usia bangunan, tapi sudah rusak,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Fuad Muhammad.

Mahasiswa juga ingin mengetahui transparansi dana dan kelayakan bangun. Pasalnya, usia bangunan terbilang baru namun sudah rusak. “Apakah benar-benar musibah, atau ada keteledoran dalam pembangunan,” urai Fuad.

Baca Juga :  Polisi Berdedikasi Tinggi Itu Berpulang

Dalam aksinya, mahasiswa berorasi dan membakar ban. Rektor IAIN Kediri Nur Chamid langsung menemui pengunjuk rasa. Didampingi tiga wakil rektor, ia menjelaskan, akan mengupayakan pembenahan bangunan yang rusak.

Selain itu, IAIN juga akan membantu mahasiswa bertemu pihak perusahaan pembangun gedung. “Kami dengarkan, insya Allah akan kami bantu supaya bisa bertemu pihak yang membangun gedung,” ujar Chamid kepada wartawan.

Dalam proses pembangunan gedung dahulu, ia menerangkan, IAIN sudah didampingi Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Bahkan sudah mendapat persetujuan karena dinilai sesuai standar. Mulai desain, bahan, dan cara pembangunannya.

Setelah mendengar penjelasan rektor, unjuk rasa pukul 12.00 itu berakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga :  Pilbup Kediri: Persaingan Rekom, Muncul Nama Anak Pramono Anung
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Gabungan mahasiswa beberapa fakultas di IAIN Kediri berunjuk rasa di depan gedung rektorat, kemarin. Mereka menuntut perbaikan infrastruktur yang rusak di kampus Jl Sunan Ampel, Rejomulyo, Kecamatan Kota Kediri itu.

Di antaranya bangunan atap dan langit-langit yang rusak karena terkena hujan deras disertai angin beberapa hari lalu. “Kami ingin mengetahui kekuatan bangunan, dari FakultasUshuluddin, Ekonomi, Dakwah, dan Bisnis. Masih sekitar enam bulan usia bangunan, tapi sudah rusak,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Fuad Muhammad.

Mahasiswa juga ingin mengetahui transparansi dana dan kelayakan bangun. Pasalnya, usia bangunan terbilang baru namun sudah rusak. “Apakah benar-benar musibah, atau ada keteledoran dalam pembangunan,” urai Fuad.

Baca Juga :  Mahasiswa Tuntut Kelanjutan Jembatan Brawijaya

Dalam aksinya, mahasiswa berorasi dan membakar ban. Rektor IAIN Kediri Nur Chamid langsung menemui pengunjuk rasa. Didampingi tiga wakil rektor, ia menjelaskan, akan mengupayakan pembenahan bangunan yang rusak.

Selain itu, IAIN juga akan membantu mahasiswa bertemu pihak perusahaan pembangun gedung. “Kami dengarkan, insya Allah akan kami bantu supaya bisa bertemu pihak yang membangun gedung,” ujar Chamid kepada wartawan.

Dalam proses pembangunan gedung dahulu, ia menerangkan, IAIN sudah didampingi Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Bahkan sudah mendapat persetujuan karena dinilai sesuai standar. Mulai desain, bahan, dan cara pembangunannya.

Setelah mendengar penjelasan rektor, unjuk rasa pukul 12.00 itu berakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga :  GTPP Kota Kediri: Jangan Stigma, Jangan Kucilkan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/