24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

 Panwascam Harus Netral dan Profesional dalam Pilpub Kediri 2020

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sebanyak 78 panitia pengawas kecamatan (Panwascam) untuk pilkada Kabupaten Kediri 2020 resmi dilantik kemarin (23/12). Mereka diharapkan bisa bekerja secara profesional. Serta netral saat menjalankan tugas dalam pilkada tahun depan.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Divisi Organisasi Eka Rahmawati mengungkapkan, setelah pelantikan ini ia berharap panwascam bisa bekerja secara profesional. Mereka harus mengedepankan prinsip-prinsip dalam pengawasan pemilihan umum.

Ia menyebut, setelah ini mereka yang dilantik bisa langsung bekerja. Karena sudah banyak tugas yang menunggu. Termasuk mengawasi proses pembentukkan kepanitiaan dalam pilkada 2020 nanti. “Baik saat proses pembentukan PPK, pemutakhiran data pemilih, hingga verifikasi calon dan hari H pemilihan,” jelasnya.

Panwascam harus melakukan semua tahapan ini. Yang paling awal adalah pembentukan struktur organisasi di tingkat panwascam. Mereka harus mempersiapkan secretariat terlebih dulu. Termasuk menentukan divisi.

Sebagai pengawas, mereka tidak hanya melakukan fungsi pengawasan saja. Namun mereka dituntut agar bisa melakukan penindakan jika diketahui ada pelanggaran selama proses pemilihan kepala daerah nanti.

Baca Juga :  Kesalingan

“Untuk itu kami juga sangat berharap bahwa pengawas ini adalah orang-orang pilihan yang nanti bisa bekerja secara profesional dan netral,” pesannya usai pelantikan yang dilaksanakan di Bukit Daun Hotel dan Resort kemarin.

Terkait keterwakilan perempuan, Eka menyebut bahwa Bawaslu memiliki komitmen untuk terus mendorong keterwakilan perempuan. Karena di Kabupaten Kediri masih 12 persen, ia berharap ke depan ini bisa ditingkatkan.

“Ke depan kami akan coba menemukan mekanisme yang paling bagus untuk bisa meningkatkan keterwakilan perempuan ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, 78 calon anggota panwascam terpilih itu sebelumnya sudah menjalani serangkaian seleksi. Mulai seleksi administrasi, tes tulis, hingga tes wawancara. Termasuk tes kesehatan setelah mereka dinyatakan lolos serangkaian tes tersebut. Sebelumnya, ada lebih dari 200 peserta yang mengikuti seleksi ini.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Saidatul Ummah menyampaikan bahwa mereka yang terpilih sebagai panwascam adalah orang-orang terbaik. Apalagi, sistem seleksi yang dibuat kali ini lebih ketat. Di antaranya menggunakan computer assisted test (CAT) dalam tes tulisnya. Pengalaman kepemiluan pun menjadi pertimbangan khusus.

Baca Juga :  Info Haji Kediri: Tiba Hari Ini, 3 Kloter Hampir Bersamaan

Beberapa nama pun juga dikenal sebagai orang-orang yang pernah menjadi penyelenggara pemilu. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Sebagian bahkan ada yang masuk sepuluh besar dalam seleksi calon anggota KPU Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. Juga, ada yang sempat menjadi komisioner KPU karena pergantian antarwaktu. “Jadi, kami optimistis mereka bisa mendukung kerja-kerja bawaslu,” ucap Saidah.

Ia juga bersyukur jumlah keterwakilan perempuan yang bisa lolos sebagai panwascam pilbup kali ini meningkat dibanding panwascam pemilu dan pilpres lalu. Yakni, dari enam orang menjadi sepuluh orang.

Para anggota panwascam itu akan bertugas selama setahun. Yakni, hingga November 2020 atau dua bulan setelah hari H pilbup yakni pada 23 September 2020.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sebanyak 78 panitia pengawas kecamatan (Panwascam) untuk pilkada Kabupaten Kediri 2020 resmi dilantik kemarin (23/12). Mereka diharapkan bisa bekerja secara profesional. Serta netral saat menjalankan tugas dalam pilkada tahun depan.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Divisi Organisasi Eka Rahmawati mengungkapkan, setelah pelantikan ini ia berharap panwascam bisa bekerja secara profesional. Mereka harus mengedepankan prinsip-prinsip dalam pengawasan pemilihan umum.

Ia menyebut, setelah ini mereka yang dilantik bisa langsung bekerja. Karena sudah banyak tugas yang menunggu. Termasuk mengawasi proses pembentukkan kepanitiaan dalam pilkada 2020 nanti. “Baik saat proses pembentukan PPK, pemutakhiran data pemilih, hingga verifikasi calon dan hari H pemilihan,” jelasnya.

Panwascam harus melakukan semua tahapan ini. Yang paling awal adalah pembentukan struktur organisasi di tingkat panwascam. Mereka harus mempersiapkan secretariat terlebih dulu. Termasuk menentukan divisi.

Sebagai pengawas, mereka tidak hanya melakukan fungsi pengawasan saja. Namun mereka dituntut agar bisa melakukan penindakan jika diketahui ada pelanggaran selama proses pemilihan kepala daerah nanti.

Baca Juga :  Info Haji Kediri: Tiba Hari Ini, 3 Kloter Hampir Bersamaan

“Untuk itu kami juga sangat berharap bahwa pengawas ini adalah orang-orang pilihan yang nanti bisa bekerja secara profesional dan netral,” pesannya usai pelantikan yang dilaksanakan di Bukit Daun Hotel dan Resort kemarin.

Terkait keterwakilan perempuan, Eka menyebut bahwa Bawaslu memiliki komitmen untuk terus mendorong keterwakilan perempuan. Karena di Kabupaten Kediri masih 12 persen, ia berharap ke depan ini bisa ditingkatkan.

“Ke depan kami akan coba menemukan mekanisme yang paling bagus untuk bisa meningkatkan keterwakilan perempuan ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, 78 calon anggota panwascam terpilih itu sebelumnya sudah menjalani serangkaian seleksi. Mulai seleksi administrasi, tes tulis, hingga tes wawancara. Termasuk tes kesehatan setelah mereka dinyatakan lolos serangkaian tes tersebut. Sebelumnya, ada lebih dari 200 peserta yang mengikuti seleksi ini.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Saidatul Ummah menyampaikan bahwa mereka yang terpilih sebagai panwascam adalah orang-orang terbaik. Apalagi, sistem seleksi yang dibuat kali ini lebih ketat. Di antaranya menggunakan computer assisted test (CAT) dalam tes tulisnya. Pengalaman kepemiluan pun menjadi pertimbangan khusus.

Baca Juga :  Libur karena Covid, Diajukan Terima Bansos

Beberapa nama pun juga dikenal sebagai orang-orang yang pernah menjadi penyelenggara pemilu. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Sebagian bahkan ada yang masuk sepuluh besar dalam seleksi calon anggota KPU Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. Juga, ada yang sempat menjadi komisioner KPU karena pergantian antarwaktu. “Jadi, kami optimistis mereka bisa mendukung kerja-kerja bawaslu,” ucap Saidah.

Ia juga bersyukur jumlah keterwakilan perempuan yang bisa lolos sebagai panwascam pilbup kali ini meningkat dibanding panwascam pemilu dan pilpres lalu. Yakni, dari enam orang menjadi sepuluh orang.

Para anggota panwascam itu akan bertugas selama setahun. Yakni, hingga November 2020 atau dua bulan setelah hari H pilbup yakni pada 23 September 2020.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/