24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Perketat Prokes Tempat Wisata

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Pemkab Nganjuk terus mematangkan konsep pengamanan saat pelarangan mudik lebaran pada 6-17 Mei nanti. Salah satunya terkait operasional tempat wisata yang harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Mokhamad Yasin mengungkapkan, selama pelarangan mudik, tempat wisata di Nganjuk masih boleh tetap buka. Tetapi, mereka disyaratkan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat. “Larangannya kan untuk akses warga yang mudik. Kalau tempat wisata tetap buka dengan prokes ketat,” ujarnya.  

Setidaknya ada lima tempat wisata yang dikelola oleh Pemkab Nganjuk. Mulai Air terjun Sedudo, Air Merambat Rorokuning, Gua Margotresno. Kemudian, ada pula Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL), dan kolam renang Sri Tanjung.

Selain pengecekan suhu tubuh, dan pemakaian hand sanitizer, menurut Yasin juga akan dilakukan penjagaan di sejumlah titik pintu masuk tempat wisata. “Teknisnya seperti apa masih terus kami matangkan. Nanti kami gelar rapat lagi,” lanjutnya.

Baca Juga :  TPA Joho Urung Dibangun

Sementara itu, selain operasional tempat wisata, Pemkab Nganjuk juga mematangkan konsep penjagaan atau penyekatan jelang arus mudik. Selain tiga titik jalur utama di darat mulai dari exit tol Begadung, Mengkreng, dan Wilangan, menurut Yasin, ada beberapa titik di perbatasan yang juga akan dijaga. Yakni, di Pace, Prambon, dan perbatasan lainnya.

Sesuai aturan yang berlaku, pemudik yang hendak masuk ke Nganjuk akan dicek. Terutama, terkait kelengkapan surat kesehatannya. “Lebih detailnya masih akan dirapatkan lagi. Masih ada waktu dua minggu,” tandas Yasin.

Di tingkat desa, Yasin menegaskan, pemkab sudah menginstruksikan para camat untuk mengoordinasi desa di wilayah masing-masing. Yakni, mekanisme pelaporan oleh RT jika ada tamu yang masuk di wilayah mereka.

Baca Juga :  Siapkan Anggaran Rp 105 Miliar

Jika selama masa pelarangan mudik masih tetap ada warga yang pulang kampung, mereka akan diisolasi di tempat yang disediakan desa. Aturan tegas itu menurut Yasin akan diberlakukan untuk mencegah pembengkakan kasus Covid-19. Sebab, belajar dari pengalaman tahun lalu, muncul banyak kasus baru yang merupakan klaster keluarga.

Untuk diketahui, meski tidak setinggi 2020 lalu, kasus Covid-19 di Nganjuk masih terus ditemukan setiap harinya. Seperti kemarin kembali ada penambahan 12 pasien positif Covid-19. “Hari ini (kemarin, Red) ada 10 pasien yang sembuh, dan satu pasien meninggal dunia,” terang Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Dengan masih adanya kasus Covid-19, Hendri mendukung langkah pelarangan mudik di lebaran tahun ini. Menurutnya, opsi itu jadi solusi agar kasus korona tidak membengkak lagi.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Pemkab Nganjuk terus mematangkan konsep pengamanan saat pelarangan mudik lebaran pada 6-17 Mei nanti. Salah satunya terkait operasional tempat wisata yang harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Mokhamad Yasin mengungkapkan, selama pelarangan mudik, tempat wisata di Nganjuk masih boleh tetap buka. Tetapi, mereka disyaratkan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat. “Larangannya kan untuk akses warga yang mudik. Kalau tempat wisata tetap buka dengan prokes ketat,” ujarnya.  

Setidaknya ada lima tempat wisata yang dikelola oleh Pemkab Nganjuk. Mulai Air terjun Sedudo, Air Merambat Rorokuning, Gua Margotresno. Kemudian, ada pula Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL), dan kolam renang Sri Tanjung.

Selain pengecekan suhu tubuh, dan pemakaian hand sanitizer, menurut Yasin juga akan dilakukan penjagaan di sejumlah titik pintu masuk tempat wisata. “Teknisnya seperti apa masih terus kami matangkan. Nanti kami gelar rapat lagi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Adaptasi Kebiasaan Baru, Pentas Seni Budaya Tetap Berlangsung

Sementara itu, selain operasional tempat wisata, Pemkab Nganjuk juga mematangkan konsep penjagaan atau penyekatan jelang arus mudik. Selain tiga titik jalur utama di darat mulai dari exit tol Begadung, Mengkreng, dan Wilangan, menurut Yasin, ada beberapa titik di perbatasan yang juga akan dijaga. Yakni, di Pace, Prambon, dan perbatasan lainnya.

Sesuai aturan yang berlaku, pemudik yang hendak masuk ke Nganjuk akan dicek. Terutama, terkait kelengkapan surat kesehatannya. “Lebih detailnya masih akan dirapatkan lagi. Masih ada waktu dua minggu,” tandas Yasin.

Di tingkat desa, Yasin menegaskan, pemkab sudah menginstruksikan para camat untuk mengoordinasi desa di wilayah masing-masing. Yakni, mekanisme pelaporan oleh RT jika ada tamu yang masuk di wilayah mereka.

Baca Juga :  TPA Joho Urung Dibangun

Jika selama masa pelarangan mudik masih tetap ada warga yang pulang kampung, mereka akan diisolasi di tempat yang disediakan desa. Aturan tegas itu menurut Yasin akan diberlakukan untuk mencegah pembengkakan kasus Covid-19. Sebab, belajar dari pengalaman tahun lalu, muncul banyak kasus baru yang merupakan klaster keluarga.

Untuk diketahui, meski tidak setinggi 2020 lalu, kasus Covid-19 di Nganjuk masih terus ditemukan setiap harinya. Seperti kemarin kembali ada penambahan 12 pasien positif Covid-19. “Hari ini (kemarin, Red) ada 10 pasien yang sembuh, dan satu pasien meninggal dunia,” terang Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Dengan masih adanya kasus Covid-19, Hendri mendukung langkah pelarangan mudik di lebaran tahun ini. Menurutnya, opsi itu jadi solusi agar kasus korona tidak membengkak lagi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/