27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Persediaan Golongan Darah A dan AB di UUD PMI Kota Kediri Menipis

KOTA, JP Radar Kediri– Stok golongan darah A dan AB di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri menipis. Pagi kemarin, tercatat golongan darah A 22 kantong. Sedangkan AB 15 kantong. “Stok golongan darah A dan AB paling sedikit,” ujar Kepala UDD PMI Kota Kediri dr Ira Widyastuti.

Dua golongan darah itu tergolong langka di Kota Tahu. Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, stok golongan darah B ada 53 kantong. Sementara golongan darah O ada 31 kantong.

Ira menyebut, menipisnya stok darah lantaran dampak cuaca ekstrem yang terjadi sejak Februari lalu. Ini membuat kesehatan masyarakat di Kota Kediri menurun. Sehingga minat donor pun berkurang. Apalagi, kondisi kesehatan menjadi salah satu syarat donor darah.

Baca Juga :  Hanya 6 Bulan, Itulah Tuntutan Jaksa kepada Dokter Berpraktik Ilegal

“Kondisi masyarakat akhir-akhir ini banyak yang flu dan batuk-batuk. Ini berpengaruh terhadap stok darah. Karena yang bisa berdonor adalah orang yang sehat,” jelas Ira.

Meski stok darah A dan AB sedikit, permintaannya tidak tinggi. Namun setiap harinya pasti ada yang membutuhkan. Ira mengatakan, masyarakat yang membutuhkan darah di PMI harus mempunyai surat rekomendasi dari dokter atau rumah sakit. “Tidak bisa kami keluarkan kalau tidak ada rekomendasi dokter,” tegasnya. Ia menambahkan, stok darah plasma konvalesen di UDD PMI Kota ada 42 kantong.(ica/ndr)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Stok golongan darah A dan AB di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri menipis. Pagi kemarin, tercatat golongan darah A 22 kantong. Sedangkan AB 15 kantong. “Stok golongan darah A dan AB paling sedikit,” ujar Kepala UDD PMI Kota Kediri dr Ira Widyastuti.

Dua golongan darah itu tergolong langka di Kota Tahu. Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, stok golongan darah B ada 53 kantong. Sementara golongan darah O ada 31 kantong.

Ira menyebut, menipisnya stok darah lantaran dampak cuaca ekstrem yang terjadi sejak Februari lalu. Ini membuat kesehatan masyarakat di Kota Kediri menurun. Sehingga minat donor pun berkurang. Apalagi, kondisi kesehatan menjadi salah satu syarat donor darah.

Baca Juga :  Focus Group Discussion (FGD) tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) (10

“Kondisi masyarakat akhir-akhir ini banyak yang flu dan batuk-batuk. Ini berpengaruh terhadap stok darah. Karena yang bisa berdonor adalah orang yang sehat,” jelas Ira.

Meski stok darah A dan AB sedikit, permintaannya tidak tinggi. Namun setiap harinya pasti ada yang membutuhkan. Ira mengatakan, masyarakat yang membutuhkan darah di PMI harus mempunyai surat rekomendasi dari dokter atau rumah sakit. “Tidak bisa kami keluarkan kalau tidak ada rekomendasi dokter,” tegasnya. Ia menambahkan, stok darah plasma konvalesen di UDD PMI Kota ada 42 kantong.(ica/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/