23.8 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Warga di Kota Kediri Lebih Suka Terima Bansos Berupa Uang Tunai 

Sementara itu, ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kota Kediri sudah dapat mencairkannya. Itu setelah Selasa lalu (22/2) bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) turun. Bansos yang semula berupa sembilan bahan pokok (sembako) itu kini diganti uang tunai.

 “Ya senang sekali. Selain untuk kebutuhan keluarga juga bisa membayar biaya sekolah,” kata Nina, 39, KPM asal Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri usai menerima bantuan Rp 600 ribu di Kantor Pos Kediri.

Ibu satu anak ini menuturkan, kebutuhan sekolah anaknya jadi prioritas. Apalagi, sebentar lagi ujian sekolah. Dipastikan butuh biaya tambahan. Hal senada diungkapkan Suparjo, 80. “Sebelumnya menerima sembako,” beber kakek mantan pedalang itu. Ia lebih senang menerima uang tunai karena bisa leluasa membeli sendiri sembako yang dibutuhkan.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur

Total ada 11.268 KPM yang menerima BPNT akhir Februari ini. Mereka tersebar di tiga kecamatan Kota Kediri. Rinciannya, Kecamatan Pesantren 4.111 KPM, Mojoroto 4.031 KPM, dan Kecamatan Kota 3.126 KPM.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri M. Ferry Djatmiko yang dikonfirmasi perubahan pencairan BPNT mengungkapkan, hal tersebut tidak terkait penanganan kasus bantuan serupa oleh Kejari Kota Kediri. “Kebijakan ini (perubahan sembako ke uang, Red) menyeluruh se-Indonesia,” bebernya.

Jika semula penyaluran BPNT lewat elektronik warung gotong royong (e-warong). Ferry menjelaskan, untuk teknis penyalurannya ada di kantor pos. Terkait teknis penyaluran, menurut Ferry, Selasa lalu khusus KPM asal Mojoroto dan Pesantren. Adapun hari ini untuk Kecamatan Kota.

Baca Juga :  Siswa Yayasan Bina Insani Teladani Makna Idul Adha

Untuk diketahui, pengambilan BPNT Selasa lalu diwarnai desak-desakan di kantor pos. Hal tersebut terjadi karena ribuan penerima dari dua kecamatan datang hampir bersamaan. Padahal, jumlah petugas yang melayani hanya 15 orang. “Atas kejadian tersebut saya meminta maaf kepada warga Kota Kediri,” ucap Kepala PT Pos Indonesia Cabang Kediri Kusnadi. (rq/ut)

 

 

- Advertisement -

Sementara itu, ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kota Kediri sudah dapat mencairkannya. Itu setelah Selasa lalu (22/2) bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) turun. Bansos yang semula berupa sembilan bahan pokok (sembako) itu kini diganti uang tunai.

 “Ya senang sekali. Selain untuk kebutuhan keluarga juga bisa membayar biaya sekolah,” kata Nina, 39, KPM asal Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri usai menerima bantuan Rp 600 ribu di Kantor Pos Kediri.

Ibu satu anak ini menuturkan, kebutuhan sekolah anaknya jadi prioritas. Apalagi, sebentar lagi ujian sekolah. Dipastikan butuh biaya tambahan. Hal senada diungkapkan Suparjo, 80. “Sebelumnya menerima sembako,” beber kakek mantan pedalang itu. Ia lebih senang menerima uang tunai karena bisa leluasa membeli sendiri sembako yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Gethuk Ubah Formasi Persik, Bordon dan Vega Berpeluang Starter

Total ada 11.268 KPM yang menerima BPNT akhir Februari ini. Mereka tersebar di tiga kecamatan Kota Kediri. Rinciannya, Kecamatan Pesantren 4.111 KPM, Mojoroto 4.031 KPM, dan Kecamatan Kota 3.126 KPM.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri M. Ferry Djatmiko yang dikonfirmasi perubahan pencairan BPNT mengungkapkan, hal tersebut tidak terkait penanganan kasus bantuan serupa oleh Kejari Kota Kediri. “Kebijakan ini (perubahan sembako ke uang, Red) menyeluruh se-Indonesia,” bebernya.

Jika semula penyaluran BPNT lewat elektronik warung gotong royong (e-warong). Ferry menjelaskan, untuk teknis penyalurannya ada di kantor pos. Terkait teknis penyaluran, menurut Ferry, Selasa lalu khusus KPM asal Mojoroto dan Pesantren. Adapun hari ini untuk Kecamatan Kota.

Baca Juga :  Baru Enam Kecamatan yang Panen Padi

Untuk diketahui, pengambilan BPNT Selasa lalu diwarnai desak-desakan di kantor pos. Hal tersebut terjadi karena ribuan penerima dari dua kecamatan datang hampir bersamaan. Padahal, jumlah petugas yang melayani hanya 15 orang. “Atas kejadian tersebut saya meminta maaf kepada warga Kota Kediri,” ucap Kepala PT Pos Indonesia Cabang Kediri Kusnadi. (rq/ut)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/