24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Honorer Pemkab Nganjuk Mulai Resah

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk resah. Penyebabnya, Menteri Pendayagunaan Aparatut Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia  Tjahjo Kumolo berencana menghapus honorer di tahun 2023. Sehingga, mulai tahun depan hanya ada pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Kami honorer mau dijadikan apa?” tanya Ya, 38, salah satu honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk kemarin.

Ya khawatir jika tahun depan, dia dan teman-teman honorer akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). “Mau kerja apa saya dan teman-teman yang sudah tua ini jika kena PHK,” keluhnya.

Ibu satu anak ini mengatakan, usianya sudah di atas 35 tahun. Sehingga, dia tidak mungkin ikut tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sedangkan, untuk lowongan PPPK tidak ada. “Apa yang sudah di atas 35 tahun, akan ikut tes PPPK?” tanyanya.

Baca Juga :  Sampah TPA Meluber ke Jalan

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk bingung. Karena sampai kemarin, belum ada kepastian. Pimpinan dari para honorer bekerja juga belum memberikan penjelasan atau pengumuman.

Hal senada diutarakan Ma, 37, honorer yang lain. Pria asal Kota Angin ini langsung shock saat mengetahui ada rencana penghapusan honorer tahun depan. Karena meski honor sebagai honorer tidak besar seperti PNS tetapi mereka menggantungkan hidup dari sana. “Kami selama ini diberi beban kerja lebih besar dari PNS tidak pernah mengeluh tetapi mengapa ada rencana dihapus,” ujarnya dengan nada tanya.

Ma berharap, jika memang mau menghapus honorer maka para honorer harus langsung otomatis dijadikan PPPK atau CPNS langsung. Karena mereka telah mengabdi lama. Ada yang mengabdi puluhan tahun lamanya. “Kasihanilah kami para honorer. Jangan habis manis sepah dibuang,” ujarnya.

Baca Juga :  Kecepatan Maksimal 20 Kilometer per Jam

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Adam Muharto mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk. Karena saat ini, BKPSDM belum memiliki data jumlah honorer di lingkungan pemkab. Karena data honorer ada di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. “Kami akan minta data honorer ke OPD-OPD yang memiliki tenaga honorer,” ujarnya.

Adam mengatakan, rencana penghapusan honorer itu adalah kewenangan pusat. Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 dan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2019.

Berdasarkan PP tahun 2018 tersebut,  dalam lima tahun ke depan tenaga honorer akan dihapuskan. Yang mana artinya bakal terjadi pada 2023.  “Terkait honoret apakah harus ikut PPPK atau tes CPNS, kami menunggu kebijakan dari pusat,” pungkasnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk resah. Penyebabnya, Menteri Pendayagunaan Aparatut Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia  Tjahjo Kumolo berencana menghapus honorer di tahun 2023. Sehingga, mulai tahun depan hanya ada pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Kami honorer mau dijadikan apa?” tanya Ya, 38, salah satu honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk kemarin.

Ya khawatir jika tahun depan, dia dan teman-teman honorer akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). “Mau kerja apa saya dan teman-teman yang sudah tua ini jika kena PHK,” keluhnya.

Ibu satu anak ini mengatakan, usianya sudah di atas 35 tahun. Sehingga, dia tidak mungkin ikut tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sedangkan, untuk lowongan PPPK tidak ada. “Apa yang sudah di atas 35 tahun, akan ikut tes PPPK?” tanyanya.

Baca Juga :  Lansia Tewas Tertimpa Tembok Ambruk di Guyangan Nganjuk

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk bingung. Karena sampai kemarin, belum ada kepastian. Pimpinan dari para honorer bekerja juga belum memberikan penjelasan atau pengumuman.

Hal senada diutarakan Ma, 37, honorer yang lain. Pria asal Kota Angin ini langsung shock saat mengetahui ada rencana penghapusan honorer tahun depan. Karena meski honor sebagai honorer tidak besar seperti PNS tetapi mereka menggantungkan hidup dari sana. “Kami selama ini diberi beban kerja lebih besar dari PNS tidak pernah mengeluh tetapi mengapa ada rencana dihapus,” ujarnya dengan nada tanya.

Ma berharap, jika memang mau menghapus honorer maka para honorer harus langsung otomatis dijadikan PPPK atau CPNS langsung. Karena mereka telah mengabdi lama. Ada yang mengabdi puluhan tahun lamanya. “Kasihanilah kami para honorer. Jangan habis manis sepah dibuang,” ujarnya.

Baca Juga :  Kecepatan Maksimal 20 Kilometer per Jam

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Adam Muharto mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan honorer di lingkungan Pemkab Nganjuk. Karena saat ini, BKPSDM belum memiliki data jumlah honorer di lingkungan pemkab. Karena data honorer ada di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. “Kami akan minta data honorer ke OPD-OPD yang memiliki tenaga honorer,” ujarnya.

Adam mengatakan, rencana penghapusan honorer itu adalah kewenangan pusat. Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 dan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2019.

Berdasarkan PP tahun 2018 tersebut,  dalam lima tahun ke depan tenaga honorer akan dihapuskan. Yang mana artinya bakal terjadi pada 2023.  “Terkait honoret apakah harus ikut PPPK atau tes CPNS, kami menunggu kebijakan dari pusat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/