31.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Pasien dari Klaster Perjalanan Bertambah Lagi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah. Selama dua hari terakhir, total ada 10 pasien baru. Potensi penambahan kasus masih bisa terjadi sebab kontak erat kemarin mencapai 5.227 orang.

Dibanding Sabtu (21/11) lalu yang berjumlah 4.994, jumlah kontak erat kemarin naik sebanyak 233 orang. Ratusan orang tersebut merupakan kontak dari 10 pasien korona yang terdeteksi Sabtu lalu. “Dari 10 pasien yang terkonfirmasi, dua meninggal dunia,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto.

Dua pasien yang meninggal dunia adalah perempuan berusia 58 tahun asal Loceret. Dia sempat dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk dan meninggal pada Sabtu (21/11) lalu. Satu pasien lain yang baru terdata adalah perempuan berusia 43 tahun asal Rejoso. Pasien yang sempat dirawat di RSUD Nganjuk ini meninggal pada Kamis (19/11).

Baca Juga :  Satu Lagi Pasien Positif Korona

Adapun tujuh pasien terkonfirmasi positif lainnya adalah pasien perempuan berusia 48 tahun asal Baron. Dia dirawat di RSUD Kertosono setelah mengeluh batuk, sesak, dan panas. Kemudian, pasien laki-laki berusia 39 asal Kertosono di RSUD Kertosono.

Selanjutnya, sasien perempuan berusia 67 tahun asal Bagor dirawat di RSUD Nganjuk. Ada juga pasien dari klaster perjalanan yakni, lelaki berusia 31 tahun asal Kertosono yang punya riwayat perjalanan dari Mojokerto.  Kemudian, lelaki berusia 29 tahun asal Ngronggot yang dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri. Dia punya riwayat perjalanan dari Surabaya.

Satu lagi, perempuan asal Nganjuk yang menjalani isoman, dia terpapar setelah pulang dari Pasuruan. “Keluhan pasien perempuan ini panas, batuk dan pilek,” lanjut Hendri.

Baca Juga :  Tunda Pembelian Mobil Toyota Alphard

Selain tiga pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, dua pasien terakhir adalah perempuan usia 46 tahun asal Kertosono. Dia dirawat di RSUD Kertosono mengeluh batuk, pilek, dan nyeri telan. Serta, lelaki berusia 31 tahun asal Ngronggot menjalani isoman. Dua pasien tersebut punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 terdahulu.

Sementara itu, selain penambahan terkonfirmasi positif, selama dua hari terakhir jumlah pasien yang sembuh juga bertambah sembilan orang. Mereka berasal dari Prambon, Pace, Rejoso, Sawahan, Nganjuk, Berbek, Loceret, dan Tanjunganom. “Potensi penularan Covid-19 masih tinggi. Jangan lupa untuk terus memakai masker saat berada di luar rumah, sering mencuci tangan menggunakan sabun, dan sebisa mungkin menghindari keramaian,” pesan Hendri.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah. Selama dua hari terakhir, total ada 10 pasien baru. Potensi penambahan kasus masih bisa terjadi sebab kontak erat kemarin mencapai 5.227 orang.

Dibanding Sabtu (21/11) lalu yang berjumlah 4.994, jumlah kontak erat kemarin naik sebanyak 233 orang. Ratusan orang tersebut merupakan kontak dari 10 pasien korona yang terdeteksi Sabtu lalu. “Dari 10 pasien yang terkonfirmasi, dua meninggal dunia,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto.

Dua pasien yang meninggal dunia adalah perempuan berusia 58 tahun asal Loceret. Dia sempat dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk dan meninggal pada Sabtu (21/11) lalu. Satu pasien lain yang baru terdata adalah perempuan berusia 43 tahun asal Rejoso. Pasien yang sempat dirawat di RSUD Nganjuk ini meninggal pada Kamis (19/11).

Baca Juga :  Lebih Longgar dari PPKM Reguler

Adapun tujuh pasien terkonfirmasi positif lainnya adalah pasien perempuan berusia 48 tahun asal Baron. Dia dirawat di RSUD Kertosono setelah mengeluh batuk, sesak, dan panas. Kemudian, pasien laki-laki berusia 39 asal Kertosono di RSUD Kertosono.

Selanjutnya, sasien perempuan berusia 67 tahun asal Bagor dirawat di RSUD Nganjuk. Ada juga pasien dari klaster perjalanan yakni, lelaki berusia 31 tahun asal Kertosono yang punya riwayat perjalanan dari Mojokerto.  Kemudian, lelaki berusia 29 tahun asal Ngronggot yang dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri. Dia punya riwayat perjalanan dari Surabaya.

Satu lagi, perempuan asal Nganjuk yang menjalani isoman, dia terpapar setelah pulang dari Pasuruan. “Keluhan pasien perempuan ini panas, batuk dan pilek,” lanjut Hendri.

Baca Juga :  Kandidat Ketua DPRD Kota Kediri: Mengerucut ke Agus Sunoto

Selain tiga pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, dua pasien terakhir adalah perempuan usia 46 tahun asal Kertosono. Dia dirawat di RSUD Kertosono mengeluh batuk, pilek, dan nyeri telan. Serta, lelaki berusia 31 tahun asal Ngronggot menjalani isoman. Dua pasien tersebut punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 terdahulu.

Sementara itu, selain penambahan terkonfirmasi positif, selama dua hari terakhir jumlah pasien yang sembuh juga bertambah sembilan orang. Mereka berasal dari Prambon, Pace, Rejoso, Sawahan, Nganjuk, Berbek, Loceret, dan Tanjunganom. “Potensi penularan Covid-19 masih tinggi. Jangan lupa untuk terus memakai masker saat berada di luar rumah, sering mencuci tangan menggunakan sabun, dan sebisa mungkin menghindari keramaian,” pesan Hendri.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/