24 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Dhito Dorong Pelaku UMKM Memperhatikan Laporan Keuangan

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Calon bupati (Cabup) Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan blusukan ke sentra industri kecil. Kali ini, dia mengunjungi sentra kerajinan peralatan rumah tangga di Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo.

Putra Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Pramono Anung tersebut menjanjikan bakal memberikan pembinaan dan pelatihan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dhito menanyakan sejumlah permasalahan kepada perajin. Yang perlu dikembangkan adalah terkait manajemen keuangan. Dhito mengaku, perajin tersebut belum maksimal dalam hal pencatatan keuangan. “Pencatatan keuangan masih belum baik, sedangkan permintaannya tinggi. Jadi produsen harus mulai membiasakan untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan,” katanya.

Menurut Dhito, seringkali perajin tidak mengetahui apakah pada satu bulan itu penjualannya mengalami keuntungan atau justru malah merugi. “Jadi kalau tidak dicatat, takutnya dalam satu bulan rugi tapi tetap dianggap untung,” ujar Dhito.

Baca Juga :  Harga Naik, Kembali Inflasi

Dia berharap hal kecil seperti itu harus segera dibiasakan. Dan menurutnya harus benar-benar ada manajemen keuangan yang baik untuk kelompok perajin di sana. Dia mengakui pelaku UMKM yang masih baru kelemahannya adalah manajemen keuangan tersebut. “Pasti pembinaan ke depan akan kami lakukan,” tandasnya.

Dia menilai, pembinaan itu akan disesuaikan dengan karakteristik kemampuan dan persoalan pelaku usaha. Seperti perajin anyaman bambu di Desa Wanengpaten tersebut. Menurutnya itu sangat membutuhkan pelatihan untuk manajemen keuangan. “Tiap pelaku usaha berbeda-beda persoalannya,” tambah Dhito.

Dia yakin tahun depan setelah ada pembinaan dan pelatihan itu, UMKM di desa tersebut akan jauh lebih baik dan semakin sukses. (din/baz)

Baca Juga :  --Dalang--
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Calon bupati (Cabup) Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan blusukan ke sentra industri kecil. Kali ini, dia mengunjungi sentra kerajinan peralatan rumah tangga di Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo.

Putra Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Pramono Anung tersebut menjanjikan bakal memberikan pembinaan dan pelatihan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dhito menanyakan sejumlah permasalahan kepada perajin. Yang perlu dikembangkan adalah terkait manajemen keuangan. Dhito mengaku, perajin tersebut belum maksimal dalam hal pencatatan keuangan. “Pencatatan keuangan masih belum baik, sedangkan permintaannya tinggi. Jadi produsen harus mulai membiasakan untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan,” katanya.

Menurut Dhito, seringkali perajin tidak mengetahui apakah pada satu bulan itu penjualannya mengalami keuntungan atau justru malah merugi. “Jadi kalau tidak dicatat, takutnya dalam satu bulan rugi tapi tetap dianggap untung,” ujar Dhito.

Baca Juga :  JMSI Jamin Anggotanya adalah Media Kredibel

Dia berharap hal kecil seperti itu harus segera dibiasakan. Dan menurutnya harus benar-benar ada manajemen keuangan yang baik untuk kelompok perajin di sana. Dia mengakui pelaku UMKM yang masih baru kelemahannya adalah manajemen keuangan tersebut. “Pasti pembinaan ke depan akan kami lakukan,” tandasnya.

Dia menilai, pembinaan itu akan disesuaikan dengan karakteristik kemampuan dan persoalan pelaku usaha. Seperti perajin anyaman bambu di Desa Wanengpaten tersebut. Menurutnya itu sangat membutuhkan pelatihan untuk manajemen keuangan. “Tiap pelaku usaha berbeda-beda persoalannya,” tambah Dhito.

Dia yakin tahun depan setelah ada pembinaan dan pelatihan itu, UMKM di desa tersebut akan jauh lebih baik dan semakin sukses. (din/baz)

Baca Juga :  Harga Naik, Kembali Inflasi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/