23.9 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Konstruksi Pasar Wates Tetap Satu Lantai

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Penantian ratusan pedagang Pasar Wates terkait revitalisasi tempat usaha mereka mulai terjawab. Setelah lelang selesai, pembangunan langsung dilakukan. Sayangnya, di tahap 1 ini rekanan hanya membangun strukturnya saja.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Pasar Wates senilai Rp 8,57 miliar dimenangkan oleh CV Hisyam Putra. Proyek ditargetkan selesai enam bulan ke depan atau akhir Desember.

Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan, di tahap pertama tahun ini pembangunan Pasar Wates belum bisa hingga tuntas. “Baru selesai sekitar 60 persen di tahap pertama,” katanya.

Pada tahap awal, rekanan hanya akan membangun kerangka atau struktur bangunan pasar saja. Selanjutnya, pembangunan pasar lanjutan hingga finishing akan dilanjutkan tahun depan.

Perempuan berkacamata itu memastikan, pemkab tidak membuat konstruksi bertingkat di pasar yang baru nanti. “Modelnya sama dengan pasar tradisional lain. Seperti Pasar Bendo di Pare,” terangnya.

Baca Juga :  Penderita Covid-19 Bertambah 32 Orang

Dikatakan Tutik, bangunan pasar yang baru nanti juga bisa menampung ratusan pedagang. Mereka yang berjualan di pasar lama akan mendapat lapak di bangunan baru nanti. akan menampung lebih banyak pedagang.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, proyek pembangunan Pasar Wates baru di tahap pemerataan tanah. Setelah itu, rekanan akan membuat fondasi. “Kami baru saja cek lokasi, saat ini baru tahap pengerjaan awal,” sambung perempuan yang sehari-hari berjilbab itu.

Agar realisasi proyek fisik tak terhambat, disdag akan kembali menertibkan pedagang. Mereka yang berjualan di tepi jalan pasar lama, diminta untuk kembali berjualan di tempat relokasi.

Tutik meminta pedagang tidak ada yang membandel. Sebab, hal tersebut hanya akan merugikan pedagang yang berjualan di dalam. “Masak harus setiap hari terima laporan seperti itu, mohon pengertian para pedagang juga,” sesalnya.

Baca Juga :  Keluarga Besar Ponpes Al Falah Dukung Mas Dhito

Selain menertibkan pedagang yang berjualan di luar tempat relokasi, rekanan juga akan menutup kawasan proyek. Dengan kondisi tersebut, area depan pasar lama yang selama ini masih dipakai untuk berjualan pedagang, sudah harus steril.

Seperti diberitakan, pedagang pasar mendesak agar pemkab segera membangun Pasar Wates. Sehingga, tidak terjadi lagi gesekan antarpedagang karena rebutan tempat berjualan di luar lokasi relokasi.

Hani, 72, pedagang asal Kelurahan Tinalan, Pesantren mengeluhkan penjualannya yang sepi sejak menempati lapak di lokasi relokasi. Hal serupa juga dikeluhkan Titik, 49. Pedagang asal Wates yang mendapat lapak paling ujung itu mengaku pembeli enggan berbelanja di sana. “Pembeli malas karena lokasinya jauh,” keluhnya.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Penantian ratusan pedagang Pasar Wates terkait revitalisasi tempat usaha mereka mulai terjawab. Setelah lelang selesai, pembangunan langsung dilakukan. Sayangnya, di tahap 1 ini rekanan hanya membangun strukturnya saja.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Pasar Wates senilai Rp 8,57 miliar dimenangkan oleh CV Hisyam Putra. Proyek ditargetkan selesai enam bulan ke depan atau akhir Desember.

Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan, di tahap pertama tahun ini pembangunan Pasar Wates belum bisa hingga tuntas. “Baru selesai sekitar 60 persen di tahap pertama,” katanya.

Pada tahap awal, rekanan hanya akan membangun kerangka atau struktur bangunan pasar saja. Selanjutnya, pembangunan pasar lanjutan hingga finishing akan dilanjutkan tahun depan.

Perempuan berkacamata itu memastikan, pemkab tidak membuat konstruksi bertingkat di pasar yang baru nanti. “Modelnya sama dengan pasar tradisional lain. Seperti Pasar Bendo di Pare,” terangnya.

Baca Juga :  RS Pu Sindok Hampir Penuh

Dikatakan Tutik, bangunan pasar yang baru nanti juga bisa menampung ratusan pedagang. Mereka yang berjualan di pasar lama akan mendapat lapak di bangunan baru nanti. akan menampung lebih banyak pedagang.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, proyek pembangunan Pasar Wates baru di tahap pemerataan tanah. Setelah itu, rekanan akan membuat fondasi. “Kami baru saja cek lokasi, saat ini baru tahap pengerjaan awal,” sambung perempuan yang sehari-hari berjilbab itu.

Agar realisasi proyek fisik tak terhambat, disdag akan kembali menertibkan pedagang. Mereka yang berjualan di tepi jalan pasar lama, diminta untuk kembali berjualan di tempat relokasi.

Tutik meminta pedagang tidak ada yang membandel. Sebab, hal tersebut hanya akan merugikan pedagang yang berjualan di dalam. “Masak harus setiap hari terima laporan seperti itu, mohon pengertian para pedagang juga,” sesalnya.

Baca Juga :  Ngasem Perlu Pembenahan, Pare Bisa Kotatif

Selain menertibkan pedagang yang berjualan di luar tempat relokasi, rekanan juga akan menutup kawasan proyek. Dengan kondisi tersebut, area depan pasar lama yang selama ini masih dipakai untuk berjualan pedagang, sudah harus steril.

Seperti diberitakan, pedagang pasar mendesak agar pemkab segera membangun Pasar Wates. Sehingga, tidak terjadi lagi gesekan antarpedagang karena rebutan tempat berjualan di luar lokasi relokasi.

Hani, 72, pedagang asal Kelurahan Tinalan, Pesantren mengeluhkan penjualannya yang sepi sejak menempati lapak di lokasi relokasi. Hal serupa juga dikeluhkan Titik, 49. Pedagang asal Wates yang mendapat lapak paling ujung itu mengaku pembeli enggan berbelanja di sana. “Pembeli malas karena lokasinya jauh,” keluhnya.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/