25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Sehari Jukir Resmi di Nganjuk Bisa Dapat Rp 200 Ribu, Legal?

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pendapatan juru parkir (jukir) liar dan jukir resmi ternyata tidak jauh berbeda. Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini kemarin, jukir resmi yang memakai seragam dinas perhubungan (dishub) ternyata juga menerima uang parkir dari pengunjung toko di Jalan A. Yani Nganjuk. Padahal, pengunjung toko tersebut memarkir sepeda motor dan mobil dengan nopol Nganjuk.

Dalam satu jam, yaitu pukul 15.24 WIB-16.24 WIB, salah satu jukir resmi tersebut mendapat uang parkir dari 21 pengendara motor dan tiga pengemudi mobil yang parkir. Ada yang memberi Rp 1.000. Ada pula yang memberi Rp 2 ribu. Bahkan, ada pengendara motor yang membayar uang Rp 5 ribu dan dikembalikan Rp 4 ribu oleh jukir resmi. Tak ada karcis retribusi parkir yang diberikan jukir resmi kepada pengunjung yang parkir tersebut. Jika dihitung dalam 8 jam bekerja, jukir resmi tersebut bisa mendapatkan sekitar Rp 200 ribu atau Rp 6 juta dalam sebulan. “Uang parkir ini tidak saya ambil semua. Saya setorkan juga ke dishub untuk retribusi parkir,” ujar jukir yang enggan namanya disebutkan.

Baca Juga :  18 PAC Fatayat Tuntut Konfercab Ulang

Sebenarnya, kata jukir ini, semua jukir resmi membawa karcis parkir. Ini sesuai dengan Perda Nomor 03 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. Kendaraan luar kota yang parkir di Nganjuk dikenakan untuk parkir. Untuk sepeda motor Rp 500. Parkir mobil Rp 1.000. Parkir bus dan truk masing-masing Rp 1.500. Sementara untuk yang bernopol Nganjuk, seharusnya tidak ditarik parkir.

Namun dalam praktiknya, semua kendaraan yang parkir di Jalan A. Yani tetap membayar uang parkir. “Kami tidak pernah meminta uang parkir ke pengunjung. Mereka memberi sendiri,” dalih jukir tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk Sujito mengatakan dishub sudah melarang jukir memungut parkir pada kendaraan bernopol Nganjuk yang parkir. “Retribusi parkir itu hanya untuk kendaraan luar kota yang parkir di Nganjuk,” tandasnya.

Baca Juga :  Isolasi Warga yang Nekat Pulang Kampung

Sujito mengatakan, jika ada pengendara atau pengemudi yang memberi uang kepada jukir resmi maka itu hanya sebagai uang tip. “Jika ada jukir resmi yang memaksa minta uang parkir silakan lapor. Kami akan menindak tegas,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pendapatan juru parkir (jukir) liar dan jukir resmi ternyata tidak jauh berbeda. Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini kemarin, jukir resmi yang memakai seragam dinas perhubungan (dishub) ternyata juga menerima uang parkir dari pengunjung toko di Jalan A. Yani Nganjuk. Padahal, pengunjung toko tersebut memarkir sepeda motor dan mobil dengan nopol Nganjuk.

Dalam satu jam, yaitu pukul 15.24 WIB-16.24 WIB, salah satu jukir resmi tersebut mendapat uang parkir dari 21 pengendara motor dan tiga pengemudi mobil yang parkir. Ada yang memberi Rp 1.000. Ada pula yang memberi Rp 2 ribu. Bahkan, ada pengendara motor yang membayar uang Rp 5 ribu dan dikembalikan Rp 4 ribu oleh jukir resmi. Tak ada karcis retribusi parkir yang diberikan jukir resmi kepada pengunjung yang parkir tersebut. Jika dihitung dalam 8 jam bekerja, jukir resmi tersebut bisa mendapatkan sekitar Rp 200 ribu atau Rp 6 juta dalam sebulan. “Uang parkir ini tidak saya ambil semua. Saya setorkan juga ke dishub untuk retribusi parkir,” ujar jukir yang enggan namanya disebutkan.

Baca Juga :  Isolasi Warga yang Nekat Pulang Kampung

Sebenarnya, kata jukir ini, semua jukir resmi membawa karcis parkir. Ini sesuai dengan Perda Nomor 03 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. Kendaraan luar kota yang parkir di Nganjuk dikenakan untuk parkir. Untuk sepeda motor Rp 500. Parkir mobil Rp 1.000. Parkir bus dan truk masing-masing Rp 1.500. Sementara untuk yang bernopol Nganjuk, seharusnya tidak ditarik parkir.

Namun dalam praktiknya, semua kendaraan yang parkir di Jalan A. Yani tetap membayar uang parkir. “Kami tidak pernah meminta uang parkir ke pengunjung. Mereka memberi sendiri,” dalih jukir tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk Sujito mengatakan dishub sudah melarang jukir memungut parkir pada kendaraan bernopol Nganjuk yang parkir. “Retribusi parkir itu hanya untuk kendaraan luar kota yang parkir di Nganjuk,” tandasnya.

Baca Juga :  Alfamart Tanam 20 Pule di TMP Yudha Pralaya Nganjuk

Sujito mengatakan, jika ada pengendara atau pengemudi yang memberi uang kepada jukir resmi maka itu hanya sebagai uang tip. “Jika ada jukir resmi yang memaksa minta uang parkir silakan lapor. Kami akan menindak tegas,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/