26.1 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Jelang Proyek Tol Kediri-Tulungagung: Harga Tanah Sudah Membumbung

KOTA, JP Radar Kediri – Kepastian wilayah yang akan dilewati proyek jalan tol Kediri-Tulungagung belum juga keluar. Toh, harga tanah di beberapa tempat yang diisukan jadi lokasi proyek sudah membumbung naik.  Salah satunya adalah di daerah Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. Kebetulan, area tersebut memang masuk dalam peta yang beredar di internet.

Di tempat ini, harga tanah terus merangkak naik. Untuk lahan pertanian harga satu ru (14 meter persegi) bisa tembus Rp 20 juta. Sedangkan untuk tanah yang dekat dengan jalan bisa lebih dari Rp 25 juta.

Hal terebut disampaikan Erita Dewi, anggota dewan yang tinggal di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Bujel. “Rumah orang tua saya masih di Wonosari, ini lokasi yang kabarnya kena proyek tol,” ucapnya Erita kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dia mengamini bila warga di Wonosari mulai resah dengan beredarnya denah proyek tol nasional yang melintasi wilayah tersebut. Warga takut rumahnya kena gusur. Bila itu terjadi maka warga pasti kesulitan mencari tempat pengganti. Apalagi tolak ukurnya adalah Bandara Kediri beroperasi pada 2023 nanti.

Baca Juga :  Nekat Pulang, Tulari Keluarga

“Harusnya dari sekarang sudah ada pembebasan lahan. Atau setidaknya warga sudah diberi tahu tempat yang nanti akan dibangun di mana saja, biar mereka bisa siap-siap,” sarannya.

Erita mengklaim warga di kelurahannya pasti akan mendukung program proyek nasional tersebut. Dengan catatan, harga tanah sesuai dengan pasar. Dia mengatakan, dua tahun lalu, harga tanah di tepi jalan sudah Rp 25 juta per ru. Idealnya harga tanah per ru bisa Rp 30 juta. Sementara itu, harga jual lahan pertanian atau sawah Rp 15 juta  per ru. Saat ini, bisa tembus menjadi Rp 20 juta per ru.

Keterangan Erita ini dibenarkan oleh Hari, 48. Lelaki warga Bujel ini menyebut harga tanah di areal persawahan paling murah Rp 15 juta per ru. “Sudah tidak dapat kalau harganya di bawah Rp 15 juta per ru,” ujarnya. Lelaki ini termasuk orang cemas kena gusur dari proyek tol di Kota Kediri.

Baca Juga :  Pisau untuk Menyabet Leher Bawa dari Rumah, Bukan Nemu

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar membenarkan bila wilayah Kota Kediri akan dilewati tol. Namun sampai saat ini belum ada kepastian mana saja daerah yang akan dilewati. “Kami baru rapat yang sifatnya makro,” ujar Abu kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Beberapa waktu lalu sudah ada rencana untuk berdiskusi dengan konsultan. Namun, sampai saat ini jadwal untuk bertemu dengan konsultan tidak ada. Ditanya terkait dengan pengukuran lahan? Abu belum mengetahui siapa yang melakukannya. Namun, dia berasumsi bila pengukuran seperti itu biasa dilakukan untuk menghindari rumah warga. Setidaknya meminimalisasi proyek mengenai rumah warga. (rq/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kepastian wilayah yang akan dilewati proyek jalan tol Kediri-Tulungagung belum juga keluar. Toh, harga tanah di beberapa tempat yang diisukan jadi lokasi proyek sudah membumbung naik.  Salah satunya adalah di daerah Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. Kebetulan, area tersebut memang masuk dalam peta yang beredar di internet.

Di tempat ini, harga tanah terus merangkak naik. Untuk lahan pertanian harga satu ru (14 meter persegi) bisa tembus Rp 20 juta. Sedangkan untuk tanah yang dekat dengan jalan bisa lebih dari Rp 25 juta.

Hal terebut disampaikan Erita Dewi, anggota dewan yang tinggal di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Bujel. “Rumah orang tua saya masih di Wonosari, ini lokasi yang kabarnya kena proyek tol,” ucapnya Erita kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dia mengamini bila warga di Wonosari mulai resah dengan beredarnya denah proyek tol nasional yang melintasi wilayah tersebut. Warga takut rumahnya kena gusur. Bila itu terjadi maka warga pasti kesulitan mencari tempat pengganti. Apalagi tolak ukurnya adalah Bandara Kediri beroperasi pada 2023 nanti.

Baca Juga :  Berdalih Angkat Jemuran, Sebuah Motor di Mojoroto Dibawa Kabur

“Harusnya dari sekarang sudah ada pembebasan lahan. Atau setidaknya warga sudah diberi tahu tempat yang nanti akan dibangun di mana saja, biar mereka bisa siap-siap,” sarannya.

Erita mengklaim warga di kelurahannya pasti akan mendukung program proyek nasional tersebut. Dengan catatan, harga tanah sesuai dengan pasar. Dia mengatakan, dua tahun lalu, harga tanah di tepi jalan sudah Rp 25 juta per ru. Idealnya harga tanah per ru bisa Rp 30 juta. Sementara itu, harga jual lahan pertanian atau sawah Rp 15 juta  per ru. Saat ini, bisa tembus menjadi Rp 20 juta per ru.

Keterangan Erita ini dibenarkan oleh Hari, 48. Lelaki warga Bujel ini menyebut harga tanah di areal persawahan paling murah Rp 15 juta per ru. “Sudah tidak dapat kalau harganya di bawah Rp 15 juta per ru,” ujarnya. Lelaki ini termasuk orang cemas kena gusur dari proyek tol di Kota Kediri.

Baca Juga :  Berencana Tata Ulang Kolam Sri Tanjung Nganjuk

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar membenarkan bila wilayah Kota Kediri akan dilewati tol. Namun sampai saat ini belum ada kepastian mana saja daerah yang akan dilewati. “Kami baru rapat yang sifatnya makro,” ujar Abu kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Beberapa waktu lalu sudah ada rencana untuk berdiskusi dengan konsultan. Namun, sampai saat ini jadwal untuk bertemu dengan konsultan tidak ada. Ditanya terkait dengan pengukuran lahan? Abu belum mengetahui siapa yang melakukannya. Namun, dia berasumsi bila pengukuran seperti itu biasa dilakukan untuk menghindari rumah warga. Setidaknya meminimalisasi proyek mengenai rumah warga. (rq/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/