24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Polres Kediri Tunggu Pemeriksaan Laboratoritum Forensik Polda Jatim

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Penyebab kebakaran Pasar Ngadiluwih masih menjadi teka-teki hingga kemarin. Meski sempat muncul dugaan korsleting, Polres Kediri masih menunggu hasil pemeriksaan laboratoritum forensik Polda Jatim.

          Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha mengungkapkan, pihaknya tidak berani berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Hal tersebut merespons berbagai isu yang merebak di lapangan terkait pemicu insiden yang menghanguskan puluhan lapak tersebut. “Kami tunggu hasil dari Polda Jatim dulu,” kata Rizkika.   

          Perwira asal Makassar, Sulawesi Selatan ini menjelaskan, tim Labfor Polda Jatim telah membawa sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan. Mulai kabel di kios milik Joko, hingga sejumlah alat kelistrikan di sana. Meski demikian, seminggu pascapemeriksaan hasilnya masih belum turun.

Baca Juga :  Kala Pohon Pelindung di Jalur Hijau Kota Kediri Justru Jadi Ancaman

          Sementara itu, sembari menunggu hasil pemeriksaan Polda Jatim terkait penyebab kebakaran, Pemdes Purwokerto, Ngadiluwih mulai melakukan penataan pasar setelah insiden kebakaran. Kades Purwokerto Agus Ariful Anam menyebut, pihaknya berencana mengalihkan parkir. Hal tersebut dilakukan menyusul pemindahan 44 pedagang ke sisi selatan pasar.

          Jika sebelumnya area parkir dibuka di depan pasar, rencananya pemdes akan menggunakan lapangan di sisi timur pasar sebagai tempat parkir. “Biar pembeli yang ke lapak relokasi tidak terlalu jauh parkirnya,” terang Agus.

          Pengalihan parkir ke lapangan menurut Agus akan dilakukan setelah puing-puing sisa kebakaran di sana dibersihkan. Sayangnya, pembersihan puing-puing baru bisa dilakukan setelah penyelidikan dari kepolisian selesai.

Baca Juga :  PT Ayo Tani Beri Bimbingan Petani Cabai Blitar

          Melihat hasil pemeriksaan Labfor Polda Jatim yang belum turun, diperkirakan pembersihan kios baru bisa dilakukan akhir Mei ini. Sebab, sebelumnya hasil labfor diprediksi baru keluar sekitar dua minggu pascapemeriksaan. 

          Pantauan koran ini kemarin, sebanyak 44 pedagang yang terdampak kebakaran sudah menempati kios relokasi. Mereka dipastikan akan menempati lapak darurat itu hingga akhir tahun depan. Sebab, pembangunan pasar diperkirakan baru bisa dilakukan tahun depan atau tahun 2024 nanti. (syi/ut)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Penyebab kebakaran Pasar Ngadiluwih masih menjadi teka-teki hingga kemarin. Meski sempat muncul dugaan korsleting, Polres Kediri masih menunggu hasil pemeriksaan laboratoritum forensik Polda Jatim.

          Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha mengungkapkan, pihaknya tidak berani berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Hal tersebut merespons berbagai isu yang merebak di lapangan terkait pemicu insiden yang menghanguskan puluhan lapak tersebut. “Kami tunggu hasil dari Polda Jatim dulu,” kata Rizkika.   

          Perwira asal Makassar, Sulawesi Selatan ini menjelaskan, tim Labfor Polda Jatim telah membawa sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan. Mulai kabel di kios milik Joko, hingga sejumlah alat kelistrikan di sana. Meski demikian, seminggu pascapemeriksaan hasilnya masih belum turun.

Baca Juga :  Jidat Hitam karena Rutin Disundut Rokok

          Sementara itu, sembari menunggu hasil pemeriksaan Polda Jatim terkait penyebab kebakaran, Pemdes Purwokerto, Ngadiluwih mulai melakukan penataan pasar setelah insiden kebakaran. Kades Purwokerto Agus Ariful Anam menyebut, pihaknya berencana mengalihkan parkir. Hal tersebut dilakukan menyusul pemindahan 44 pedagang ke sisi selatan pasar.

          Jika sebelumnya area parkir dibuka di depan pasar, rencananya pemdes akan menggunakan lapangan di sisi timur pasar sebagai tempat parkir. “Biar pembeli yang ke lapak relokasi tidak terlalu jauh parkirnya,” terang Agus.

          Pengalihan parkir ke lapangan menurut Agus akan dilakukan setelah puing-puing sisa kebakaran di sana dibersihkan. Sayangnya, pembersihan puing-puing baru bisa dilakukan setelah penyelidikan dari kepolisian selesai.

Baca Juga :  David Aryoko Olah Limbah Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

          Melihat hasil pemeriksaan Labfor Polda Jatim yang belum turun, diperkirakan pembersihan kios baru bisa dilakukan akhir Mei ini. Sebab, sebelumnya hasil labfor diprediksi baru keluar sekitar dua minggu pascapemeriksaan. 

          Pantauan koran ini kemarin, sebanyak 44 pedagang yang terdampak kebakaran sudah menempati kios relokasi. Mereka dipastikan akan menempati lapak darurat itu hingga akhir tahun depan. Sebab, pembangunan pasar diperkirakan baru bisa dilakukan tahun depan atau tahun 2024 nanti. (syi/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/