23.3 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Pemkab Kediri Gagas Pelebaran Jalan di Exit Tol

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Setelah menuntaskan pemasangan patok tol untuk ruas Kabupaten Kediri, proyek tol Kediri-Kertosono jalan di tempat. Hingga pertengahan November ini Pemkab Kediri masih menunggu penetapan lokasi (penlok) tol oleh Pemprov Jatim.

          Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra W.P. mengatakan, hingga bulan ini pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pejabat pembuat komitmen (PPK) tol dan Pemprov Jatim. “Posisi kami sekarang menunggu (penetapan lokasi, Red),” kata Irwan.

          Lebih jauh Irwan menjelaskan, penetapan lokasi baru akan dilakukan setelah pemasangan patok selesai. Meski pemasangan patok di wilayah Kediri selesai, menurutnya sekarang tim dari Kementerian PUPR masih menyelesaikan pemasangan patok untuk ruas Nganjuk.

          Irwan memprediksi penlok tol baru akan dilakukan setelah pemasangan patok di dua lokasi tersebut selesai. Sebelumnya, PPK Pengadaan Tanah Tol Kementerian PUPR Kartika Sari menegaskan hal yang sama. Menurutnya, PUPR akan mengajukan penlok ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa setelah pemasangan patok keseluruhan selesai. “Awal Desember ditargetkan penlok sudah turun,” tutur Kartika kepada koran ini akhir Oktober lalu.

Baca Juga :  SE Kemenaker Minta Upah Sama dengan Tahun Ini

          Untuk diketahui, Tol Kediri-Kertosono akan dibangun sepanjang 20,75 kilometer. Untuk bisa merealisasikan ruas tersebut, dibutuhkan tanah seluas 220,48 hektare tanah. Terdiri dari 2.032 bidang.

Rinciannya, 1.710 bidang tanah di Kabupaten Nganjuk (182 hektare), dan 233 bidang (38,79 hektare) di Kabupaten Kediri. Ratusan bidang tanah tol di Kabupaten Kediri tersebar di dua kecamatan. Desa Ngablak, Maron, Banyakan, dan Sendang; Kecamatan Banyakan. Serta,  Desa Bakalan, Kecamatan Grogol.

          Sembari menunggu penetapan lokasi turun, Irwan menyebut pemkab kini tengah mematangkan rencana memperlebar jalan di exit tol Banyakan menuju ke Desa Tiron hingga ke simpang empat Bolawen, Banyakan. “Realisasi pelebaran jalan masih menunggu dulu. Sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Punya Kantor, Dua OPD Kota Angin Akan Numpang

          Pria yang tinggal di Mojoroto ini menegaskan, pelebaran jalan di exit tol akan jadi sarana penunjang. Untuk merealisasikannya, masih dibutuhkan kesepakatan dari pihak jasa marga hingga Pemprov Jatim.

          Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Jatim Hudiyono yang dikonfirmasi tentang tahapan penlok Tol Kediri-Kertosono menyebut pihaknya masih belum bisa memberikan penjelasan. Alasannya, hal tersebut ditangani langsung oleh dinas pekerjaan umum bina marga. “Bisa tanya langsung ke PU (dinas PU bina marga, Red),” jawabnya. (syi/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Setelah menuntaskan pemasangan patok tol untuk ruas Kabupaten Kediri, proyek tol Kediri-Kertosono jalan di tempat. Hingga pertengahan November ini Pemkab Kediri masih menunggu penetapan lokasi (penlok) tol oleh Pemprov Jatim.

          Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra W.P. mengatakan, hingga bulan ini pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pejabat pembuat komitmen (PPK) tol dan Pemprov Jatim. “Posisi kami sekarang menunggu (penetapan lokasi, Red),” kata Irwan.

          Lebih jauh Irwan menjelaskan, penetapan lokasi baru akan dilakukan setelah pemasangan patok selesai. Meski pemasangan patok di wilayah Kediri selesai, menurutnya sekarang tim dari Kementerian PUPR masih menyelesaikan pemasangan patok untuk ruas Nganjuk.

          Irwan memprediksi penlok tol baru akan dilakukan setelah pemasangan patok di dua lokasi tersebut selesai. Sebelumnya, PPK Pengadaan Tanah Tol Kementerian PUPR Kartika Sari menegaskan hal yang sama. Menurutnya, PUPR akan mengajukan penlok ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa setelah pemasangan patok keseluruhan selesai. “Awal Desember ditargetkan penlok sudah turun,” tutur Kartika kepada koran ini akhir Oktober lalu.

Baca Juga :  Ribuan Peserta Bersaing di Tes SKD CPNS Hari Ini

          Untuk diketahui, Tol Kediri-Kertosono akan dibangun sepanjang 20,75 kilometer. Untuk bisa merealisasikan ruas tersebut, dibutuhkan tanah seluas 220,48 hektare tanah. Terdiri dari 2.032 bidang.

Rinciannya, 1.710 bidang tanah di Kabupaten Nganjuk (182 hektare), dan 233 bidang (38,79 hektare) di Kabupaten Kediri. Ratusan bidang tanah tol di Kabupaten Kediri tersebar di dua kecamatan. Desa Ngablak, Maron, Banyakan, dan Sendang; Kecamatan Banyakan. Serta,  Desa Bakalan, Kecamatan Grogol.

          Sembari menunggu penetapan lokasi turun, Irwan menyebut pemkab kini tengah mematangkan rencana memperlebar jalan di exit tol Banyakan menuju ke Desa Tiron hingga ke simpang empat Bolawen, Banyakan. “Realisasi pelebaran jalan masih menunggu dulu. Sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kebut Paket Double Track Kertosono

          Pria yang tinggal di Mojoroto ini menegaskan, pelebaran jalan di exit tol akan jadi sarana penunjang. Untuk merealisasikannya, masih dibutuhkan kesepakatan dari pihak jasa marga hingga Pemprov Jatim.

          Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Jatim Hudiyono yang dikonfirmasi tentang tahapan penlok Tol Kediri-Kertosono menyebut pihaknya masih belum bisa memberikan penjelasan. Alasannya, hal tersebut ditangani langsung oleh dinas pekerjaan umum bina marga. “Bisa tanya langsung ke PU (dinas PU bina marga, Red),” jawabnya. (syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/