25.3 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Banjir, Warga Kampung Inggris Mengeluh

PARE – Hujan yang turun selama tiga jam membuat kawasan Kampung Inggris di Desa Tulungrejo, Pare dilanda banjir. Meski tidak sampai masuk ke dalam rumah, namun genangan air yang mencapai 50 sentimeter dirasa sangat mengganggu. Tidak hanya itu, derasnya luapan air sungai juga membuat tangkis Cekdam Tegalsari yang ada di desa tersebut amblas.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Roni, 23, mengatakan jika banjir itu seringkali terjadi. Terutama saat musim hujan. “Biasanya, karena sungainya meluap, aliran air di selokan jadi terhambat sehingga tumpah ke jalan,” ujar warga Kelurahan Kedungbadak, Tanahsareal, Bogor itu. Tak hanya di jalan, di sejumlah titik, air juga menggenangi halaman rumah warga dan sejumlah tempat kursus di sana.

Beruntung genangan air yang di beberapa titik tingginya bisa mencapai setengah meter tersebut tidak sampai masuk ke rumah-rumah. Meski begitu, genangan air itu tetap dirasa mengganggu. Apalagi buat para pelajar dan mahasiswa yang kebanyakan merupakan pengendara sepeda pancal.

Baca Juga :  Laka di Tulungagung, Mantan Dewan Meninggal

Selain sepeda jadi susah dikayuh, Roni pun mengeluh jika kondisi itu sering membuatnya terkena cipratan air. Terutama cipratan air yang ditimbulkan pengendara sepeda motor yang melaju kencang. “Dua kali saya datang ke sini (Kampung Inggris). Dua kali pula saya melihat daerah sini banjir. Kalau bisa diminimalkanlah, biar kami bisa nyaman di sini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, derasnya luapan air di sungai juga merusak fisik cekdam Tegalsari yang ada di tengah lokasi Kampung Inggris tersebut. Akibat tergerus air, tangkis cekdam tersebut amblas. “Ada dua kemungkinan yang membuat tangkis ini amblas. Pertama karena tanah di balik tangkis tergerus air yang mengalir dari atas. Kedua, air di bawah (sungai) yang mengalir deras langsung menggerus dan menghancurkan fisik tangkis,” ujar Rendi, 25, warga Desa Tulungrejo, Pare.

Baca Juga :  Khawatir Kondisi Relokasi Pasar Bendo

Jika dilihat sekilas, kerusakan tersebut tampak cukup parah. Panjang tangkis yang ambrol mencapai sekitar 10 meter dengan tinggi sekitar dua meter.

Rendi berharap agar tangkis yang ambrol itu segera diperbaiki. Ia khawatir jika erosi yang ditimbulkan oleh air hujan tersebut semakin parah. “Saya yakin selama musim hujan, sungai ini bisa meluap sewaktu-waktu,” ujar Rendi.

Rendi mengatakan jika kondisi di atas tidak boleh sampai terjadi. Pasalnya tepat di belakang tangkis ada sebuah bangunan milik warga yang belum selesai dikerjakan. Ia khawatir jika kerusakan tanah di balik tangkis itu akan merusak bangunan tersebut. (zl/dea)

- Advertisement -

PARE – Hujan yang turun selama tiga jam membuat kawasan Kampung Inggris di Desa Tulungrejo, Pare dilanda banjir. Meski tidak sampai masuk ke dalam rumah, namun genangan air yang mencapai 50 sentimeter dirasa sangat mengganggu. Tidak hanya itu, derasnya luapan air sungai juga membuat tangkis Cekdam Tegalsari yang ada di desa tersebut amblas.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Roni, 23, mengatakan jika banjir itu seringkali terjadi. Terutama saat musim hujan. “Biasanya, karena sungainya meluap, aliran air di selokan jadi terhambat sehingga tumpah ke jalan,” ujar warga Kelurahan Kedungbadak, Tanahsareal, Bogor itu. Tak hanya di jalan, di sejumlah titik, air juga menggenangi halaman rumah warga dan sejumlah tempat kursus di sana.

Beruntung genangan air yang di beberapa titik tingginya bisa mencapai setengah meter tersebut tidak sampai masuk ke rumah-rumah. Meski begitu, genangan air itu tetap dirasa mengganggu. Apalagi buat para pelajar dan mahasiswa yang kebanyakan merupakan pengendara sepeda pancal.

Baca Juga :  Belajar Tatap Muka? Mas Abu: Perlu Persetujuan Orang Tua

Selain sepeda jadi susah dikayuh, Roni pun mengeluh jika kondisi itu sering membuatnya terkena cipratan air. Terutama cipratan air yang ditimbulkan pengendara sepeda motor yang melaju kencang. “Dua kali saya datang ke sini (Kampung Inggris). Dua kali pula saya melihat daerah sini banjir. Kalau bisa diminimalkanlah, biar kami bisa nyaman di sini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, derasnya luapan air di sungai juga merusak fisik cekdam Tegalsari yang ada di tengah lokasi Kampung Inggris tersebut. Akibat tergerus air, tangkis cekdam tersebut amblas. “Ada dua kemungkinan yang membuat tangkis ini amblas. Pertama karena tanah di balik tangkis tergerus air yang mengalir dari atas. Kedua, air di bawah (sungai) yang mengalir deras langsung menggerus dan menghancurkan fisik tangkis,” ujar Rendi, 25, warga Desa Tulungrejo, Pare.

Baca Juga :  Belasan Plat Jembatan Mojo Rusak

Jika dilihat sekilas, kerusakan tersebut tampak cukup parah. Panjang tangkis yang ambrol mencapai sekitar 10 meter dengan tinggi sekitar dua meter.

Rendi berharap agar tangkis yang ambrol itu segera diperbaiki. Ia khawatir jika erosi yang ditimbulkan oleh air hujan tersebut semakin parah. “Saya yakin selama musim hujan, sungai ini bisa meluap sewaktu-waktu,” ujar Rendi.

Rendi mengatakan jika kondisi di atas tidak boleh sampai terjadi. Pasalnya tepat di belakang tangkis ada sebuah bangunan milik warga yang belum selesai dikerjakan. Ia khawatir jika kerusakan tanah di balik tangkis itu akan merusak bangunan tersebut. (zl/dea)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/