24.4 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Proyek Dimulai, Bandarngalim Ditutup Mulai 25 September

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Beban Jembatan Semampir dan Jembatan Brawijaya minggu depan akan semakin berat. Pasalnya, Jembatan Bandarngalim yang jadi tumpuan lalu lintas wilayah selatan akan ditutup mulai Minggu (25/9) untuk proses pembangunan. Akibatnya, arus lalu lintas dipastikan akan menumpuk di sana dan rawan mengakibatkan macet.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus di Kota Kediri. Di antaranya, dengan mengoperasikan beberapa jalur alternatif selama pembangunan Jembatan Bandarngalim “Kami sudah menyiapkan rambu pendahulu petunjuk jurusan alternatif 26 titik di Kota Kediri,” kata Didik.

Untuk memastikan masyarakat memahami rekayasa lalu lintas mulai Minggu (25/9) nanti, dishub juga akan melakukan sosialisasi melalui pengeras suara di sejumlah lampu merah di Kota Kediri. Diakui Didik, penutupan Jembatan Bandarngalim akan membuat arus lalu lintas menumpuk di Jembatan Semampir dan Jembatan Brawijaya. Karenanya, mereka melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sana.

Dia mencontohkan, Jembatan Brawijaya hanya digunakan untuk kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Adapun truk angkutan barang, bus, dan kendaraan roda empat lainnya harus melewati Jembatan Semampir untuk melintas ke barat sungai.

Baca Juga :  Pemkab Nganjuk Hanya Dapat Kuota 1.118 PPPK

Untuk diketahui, rencana pembangunan Jembatan Bandarngalim dibeber di depan sejumlah wartawan oleh Pemkot Kediri kemarin. Selain Didik, Wali Kota Abdullah Abu Bakar dan perwakilan PT Bukaka sebagai penggarap jembatan juga turut menemui awak media.

- Advertisement -

Abu menuturkan, selama pembangunan Jembatan Bandarngalim, pemkot memutuskan untuk mengoperasikan kembali Jembatan Lama. Yakni, khusus untuk kendaraan roda dua, becak, dan pejalan kaki. “Hanya dibuka satu arah untuk kendaraan dari Jl Yos Sudarso menuju ke barat,” terang Abu.

Senada dengan Didik, diakui Abu jika penutupan Jembatan Bandarngalim akan membuat penumpukan arus di Jembatan Brawijaya dan Jembatan Semampir. Bahkan, dengan kondisi harga BBM yang naik, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam karena mereka harus memutar dan menempuh jarak yang lebih jauh.

Karenanya, Abu meminta agar PT Bukaka bisa menyelesaikan pembangunan jembatan lebih cepat. Jika semula pengerjaan ditargetkan selesai dalam setahun, wali kota dua periode itu meminta waktunya bisa dipangkas lagi. “Saya minta pengerjaannya dipercepat sehingga saat hari raya nanti bisa beroperasi lagi, karena Kota Kediri ini selalu ramai saat hari raya,” urainya.

Terpisah, Manajer Kontraktor PT Bukaka Agoes Sumarsono yang mendengar permintaan Abu menyebut pihaknya akan mengupayakan agar pembangunan selesai lebih cepat. Menurutnya, penggarapan jembatan bisa selesai lebih cepat jika mendapat dukungan dari masyarakat. “Kami usahakan semaksimal mungkin dengan cara lembur-lembur dalam pengerjaannya. Dari pagi hingga malam hari,” terang Agoes.

Baca Juga :  Kiamat MPU di Nganjuk Semakin Dekat

Lebih jauh Agoes menjelaskan, pihaknya akan menggunakan tenaga kerja dalam jumlah yang bertahap. Di fase awal, menurutnya akan lebih banyak menggunakan alat berat.

Seperti diberitakan, Jembatan Bandarngalim akan lebih lebar setelah dibangun. Jika saat ini lebarnya hanya tujuh meter akan menjadi 13,8 meter. Jembatan  yang semula hanya dua lajur itu juga akan menjadi empat jalur.

Terkait panjang jembatan, jika saat ini mencapai 154,9 meter, nantinya akan lebih pendek atau hanya 146,3 meter. Berapa anggaran untuk membangun Jembatan Bandarngalim? Agoes mengaku belum bisa memerinci. Pasalnya, PT Bukaka menggarap total 37 titik jembatan di pulau Jawa dengan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Sesuai kesepakatan, pemerintah akan mulai mencicil setelah jembatan selesai dibangun. “Dicicil selama 10 tahun,” terang Agoes yang akan mengubah jembatan tipe rangka batang atau TRUSS itu menjadi tipe steel box girder (SBG).






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Beban Jembatan Semampir dan Jembatan Brawijaya minggu depan akan semakin berat. Pasalnya, Jembatan Bandarngalim yang jadi tumpuan lalu lintas wilayah selatan akan ditutup mulai Minggu (25/9) untuk proses pembangunan. Akibatnya, arus lalu lintas dipastikan akan menumpuk di sana dan rawan mengakibatkan macet.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus di Kota Kediri. Di antaranya, dengan mengoperasikan beberapa jalur alternatif selama pembangunan Jembatan Bandarngalim “Kami sudah menyiapkan rambu pendahulu petunjuk jurusan alternatif 26 titik di Kota Kediri,” kata Didik.

Untuk memastikan masyarakat memahami rekayasa lalu lintas mulai Minggu (25/9) nanti, dishub juga akan melakukan sosialisasi melalui pengeras suara di sejumlah lampu merah di Kota Kediri. Diakui Didik, penutupan Jembatan Bandarngalim akan membuat arus lalu lintas menumpuk di Jembatan Semampir dan Jembatan Brawijaya. Karenanya, mereka melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sana.

Dia mencontohkan, Jembatan Brawijaya hanya digunakan untuk kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Adapun truk angkutan barang, bus, dan kendaraan roda empat lainnya harus melewati Jembatan Semampir untuk melintas ke barat sungai.

Baca Juga :  Kang Dalbo Grayah-Grayah, Yu Minthul Ora Obah

Untuk diketahui, rencana pembangunan Jembatan Bandarngalim dibeber di depan sejumlah wartawan oleh Pemkot Kediri kemarin. Selain Didik, Wali Kota Abdullah Abu Bakar dan perwakilan PT Bukaka sebagai penggarap jembatan juga turut menemui awak media.

Abu menuturkan, selama pembangunan Jembatan Bandarngalim, pemkot memutuskan untuk mengoperasikan kembali Jembatan Lama. Yakni, khusus untuk kendaraan roda dua, becak, dan pejalan kaki. “Hanya dibuka satu arah untuk kendaraan dari Jl Yos Sudarso menuju ke barat,” terang Abu.

Senada dengan Didik, diakui Abu jika penutupan Jembatan Bandarngalim akan membuat penumpukan arus di Jembatan Brawijaya dan Jembatan Semampir. Bahkan, dengan kondisi harga BBM yang naik, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam karena mereka harus memutar dan menempuh jarak yang lebih jauh.

Karenanya, Abu meminta agar PT Bukaka bisa menyelesaikan pembangunan jembatan lebih cepat. Jika semula pengerjaan ditargetkan selesai dalam setahun, wali kota dua periode itu meminta waktunya bisa dipangkas lagi. “Saya minta pengerjaannya dipercepat sehingga saat hari raya nanti bisa beroperasi lagi, karena Kota Kediri ini selalu ramai saat hari raya,” urainya.

Terpisah, Manajer Kontraktor PT Bukaka Agoes Sumarsono yang mendengar permintaan Abu menyebut pihaknya akan mengupayakan agar pembangunan selesai lebih cepat. Menurutnya, penggarapan jembatan bisa selesai lebih cepat jika mendapat dukungan dari masyarakat. “Kami usahakan semaksimal mungkin dengan cara lembur-lembur dalam pengerjaannya. Dari pagi hingga malam hari,” terang Agoes.

Baca Juga :  Kiamat MPU di Nganjuk Semakin Dekat

Lebih jauh Agoes menjelaskan, pihaknya akan menggunakan tenaga kerja dalam jumlah yang bertahap. Di fase awal, menurutnya akan lebih banyak menggunakan alat berat.

Seperti diberitakan, Jembatan Bandarngalim akan lebih lebar setelah dibangun. Jika saat ini lebarnya hanya tujuh meter akan menjadi 13,8 meter. Jembatan  yang semula hanya dua lajur itu juga akan menjadi empat jalur.

Terkait panjang jembatan, jika saat ini mencapai 154,9 meter, nantinya akan lebih pendek atau hanya 146,3 meter. Berapa anggaran untuk membangun Jembatan Bandarngalim? Agoes mengaku belum bisa memerinci. Pasalnya, PT Bukaka menggarap total 37 titik jembatan di pulau Jawa dengan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Sesuai kesepakatan, pemerintah akan mulai mencicil setelah jembatan selesai dibangun. “Dicicil selama 10 tahun,” terang Agoes yang akan mengubah jembatan tipe rangka batang atau TRUSS itu menjadi tipe steel box girder (SBG).






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/