24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Dewan Minta Jabatan Kosong Segera Diisi

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Mutasi terhadap puluhan pejabat di Pemkab Kediri pada Selasa (20/9) lalu mendapat respons dari DPRD Kabupaten Kediri. Mereka meminta agar pemkab segera mengisi sejumlah jabatan yang masih kosong.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Masykur Lukman mengungkapkan, dengan dimutasinya Dede Sujana menjadi asisten administrasi umum, berarti bertambah lagi satu jabatan kosong di Pemkab Kediri. “Jabatan yang kosong di OPD harus segera diisi,” pinta politisi dari PKB tersebut.

Menurutnya, waktu selama dua tahun sudah cukup untuk melakukan perombakan. Karenanya, dia meminta agar pemkab memberi peluang kepada pegawai lain untuk berkompetisi mengisi jabatan di OPD. “Sebisa mungkin tidak ada lagi yang rangkap jabatan,” lanjutnya.

Politisi senior ini juga meminta pemkab untuk menjadikan kinerja sebagai pertimbangan dalam merotasi pegawai. Selebihnya, Lukman meminta agar badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) dimaksimalkan perannya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto memiliki pandangan yang berbeda dari Lukman. Menurutnya, mutasi di Pemkab Kediri Selasa (20/9) lalu merupakan hal yang wajar. “Wajar saja, bupati akan mencari orang yang bisa mengejawantahkan visi dan misinya menjalankan roda pemerintahan,” ungkap Dodi.

Baca Juga :  Vaksinasi Lansia dan Remaja di Kediri Raya Jadi PR
- Advertisement -

Terkait mutasi puluhan pejabat tersebut, Dodi mengaku sudah mempertanyakannya. Hasilnya, selain melewati pertimbangan baperjakat, rotasi dilakukan melalui pertimbangan aparat pengawasan intern pemerintahan (APIP). “Juga melalui anjab (analisa jabatan, Red) dan ABK (analisa beban kerja, Red),” terangnya.

Seperti diberitakan, Bupati Hanindhito Himawan Pramana memutasi total

47 pejabat eselon II, III, dan IV, pada Selasa lalu. Termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Dede Sujana yang dimutasi menjadi asisten administrasi umum sekretariat pemerintah daerah (setda). Dengan jabatan barunya, Dede yang semula eselon II A, kini menjadi eselon II B.

Dengan kosongnya jabatan sekda, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Adi Suwignyo ditunjuk sebagai pelaksana harian (Plh) sekda). Selain satu pos jabatan tertinggi eselon II yang kosong tersebut, di Kabupaten Kediri sedikitnya ada 19 pos eselon II yang masih kosong dan harus segera diisi.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin yang dikonfirmasi tentang eselon Dede yang turun menyebut hal itu tidak masalah. Pasalnya, jabatan sekda dan asisten sama-sama merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Baca Juga :  Perbaikan SDN Mojoseto Diusulkan Tahun Depan

Bagaimana dengan jabatan Suwignyo sebagai plh sekda? Solikin menjelaskan, Wignyo akan menjabat Plh sekda paling lama hanya 15 hari. “Menunggu turunnya persetujuan dari gubernur tentang Pj (penjabat atau pemegang jabatan sementara, Red) sekda,” beber Solikin kemarin.

Sesuai aturan, Pj memang harus disetujui oleh gubernur. Karenanya, sembari menunggu persetujuan diisi oleh Plh. Apakah Pj dan Plh sekda nanti orang yang sama? Solikin hanya menjawab dengan senyum. “Masih belum tahu,” elaknya.

Terkait pengisian jabatan kosong, Solikin menyebut saat ini sudah banyak yang berkurang. Sesuai penjelasan Bupati Dhito, tahun 2021 lalu total ada 470 jabatan kosong di Pemkab Kediri. Adapun saat ini, eselon 3 tinggal sekitar 10 orang. Sedangkan eselon 2 sebanyak 19 orang.

“Eselon II diisi secara bertahap. Dalam waktu dekat akan diisi enam dulu karena memang tidak bisa langsung diisi semua,” jelas Solikin sembari menyebut tahun 2023 semua jabatan kosong sudah terisi.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Mutasi terhadap puluhan pejabat di Pemkab Kediri pada Selasa (20/9) lalu mendapat respons dari DPRD Kabupaten Kediri. Mereka meminta agar pemkab segera mengisi sejumlah jabatan yang masih kosong.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Masykur Lukman mengungkapkan, dengan dimutasinya Dede Sujana menjadi asisten administrasi umum, berarti bertambah lagi satu jabatan kosong di Pemkab Kediri. “Jabatan yang kosong di OPD harus segera diisi,” pinta politisi dari PKB tersebut.

Menurutnya, waktu selama dua tahun sudah cukup untuk melakukan perombakan. Karenanya, dia meminta agar pemkab memberi peluang kepada pegawai lain untuk berkompetisi mengisi jabatan di OPD. “Sebisa mungkin tidak ada lagi yang rangkap jabatan,” lanjutnya.

Politisi senior ini juga meminta pemkab untuk menjadikan kinerja sebagai pertimbangan dalam merotasi pegawai. Selebihnya, Lukman meminta agar badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) dimaksimalkan perannya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto memiliki pandangan yang berbeda dari Lukman. Menurutnya, mutasi di Pemkab Kediri Selasa (20/9) lalu merupakan hal yang wajar. “Wajar saja, bupati akan mencari orang yang bisa mengejawantahkan visi dan misinya menjalankan roda pemerintahan,” ungkap Dodi.

Baca Juga :  Pakan Ayam Melonjak Tinggi Picu Kenaikan Harga Telur di Pasar

Terkait mutasi puluhan pejabat tersebut, Dodi mengaku sudah mempertanyakannya. Hasilnya, selain melewati pertimbangan baperjakat, rotasi dilakukan melalui pertimbangan aparat pengawasan intern pemerintahan (APIP). “Juga melalui anjab (analisa jabatan, Red) dan ABK (analisa beban kerja, Red),” terangnya.

Seperti diberitakan, Bupati Hanindhito Himawan Pramana memutasi total

47 pejabat eselon II, III, dan IV, pada Selasa lalu. Termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Dede Sujana yang dimutasi menjadi asisten administrasi umum sekretariat pemerintah daerah (setda). Dengan jabatan barunya, Dede yang semula eselon II A, kini menjadi eselon II B.

Dengan kosongnya jabatan sekda, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Adi Suwignyo ditunjuk sebagai pelaksana harian (Plh) sekda). Selain satu pos jabatan tertinggi eselon II yang kosong tersebut, di Kabupaten Kediri sedikitnya ada 19 pos eselon II yang masih kosong dan harus segera diisi.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin yang dikonfirmasi tentang eselon Dede yang turun menyebut hal itu tidak masalah. Pasalnya, jabatan sekda dan asisten sama-sama merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Baca Juga :  Akses Jembatan Wijayakusuma Tuntas Oktober

Bagaimana dengan jabatan Suwignyo sebagai plh sekda? Solikin menjelaskan, Wignyo akan menjabat Plh sekda paling lama hanya 15 hari. “Menunggu turunnya persetujuan dari gubernur tentang Pj (penjabat atau pemegang jabatan sementara, Red) sekda,” beber Solikin kemarin.

Sesuai aturan, Pj memang harus disetujui oleh gubernur. Karenanya, sembari menunggu persetujuan diisi oleh Plh. Apakah Pj dan Plh sekda nanti orang yang sama? Solikin hanya menjawab dengan senyum. “Masih belum tahu,” elaknya.

Terkait pengisian jabatan kosong, Solikin menyebut saat ini sudah banyak yang berkurang. Sesuai penjelasan Bupati Dhito, tahun 2021 lalu total ada 470 jabatan kosong di Pemkab Kediri. Adapun saat ini, eselon 3 tinggal sekitar 10 orang. Sedangkan eselon 2 sebanyak 19 orang.

“Eselon II diisi secara bertahap. Dalam waktu dekat akan diisi enam dulu karena memang tidak bisa langsung diisi semua,” jelas Solikin sembari menyebut tahun 2023 semua jabatan kosong sudah terisi.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/