30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Rp 1,89 Miliar untuk Truk Baru Pengangkut Sampah

KOTA, JP Radar Kediri – Jumlah dump truck pengangkut sampah di Kota Kediri bakal bertambah. Tahun ini, lewat perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), mereka akan merealisasi pengadaan dua unit kendaraan. Pasalnya, sebagian kendaraan lama sudah berusia di atas 10 tahun.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Roni Yusanto mengatakan, saat ini dinas memiliki 18 unit truk pengangkut sampah. Jumlah itu termasuk dump truck dan arm roll (bak tertutup).

Dari belasan unit, menurut Ronni, sebanyak 15 unit kendaraan sudah berusia lebih dari 10 tahun. Dengan begitu, hanya tiga truk saja yang masih tergolong baru. “Mayoritas sudah di atas 10 tahun,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

Baca Juga :  Banjir di Tengah Kota Kediri, Tiga Titik Ini Paling Rawan

Ronni mengungkapkan, kendaraan pengangkut sampah berbeda dengan angkutan lain. Selain beroperasi setiap hari, truk juga mengangkut korosit dan cairan sampah. Karena itu, dibanding truk pengangkut batu dan pasir, tingkat keausan kendaraan pengangkut sampah lebih tinggi.

“Sepuluh tahun itu sudah dianggap tua. Padahal idealnya seharusnya di bawah tujuh tahun,” terang mantan kabid pertamanan DLHKP Kota Kediri ini.

Apalagi ketika ada kerusakan kendaraan, kata Roni, truk lain harus siap menganggantikan. Sehingga beban setiap kendaraan menjadi lebih besar. “Jadi menurut kami, keberadaan truk sangat krusial,” ungkapnya.

Untuk itulah, lanjut Ronni, DLHKP perlu melakukan peremajaan kendaraan. Tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,89 miliar. “Ada tambahan dua unit nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  GTPP Kota Kediri: Jangan Stigma, Jangan Kucilkan

Saat ini, DLHKP sudah melakukan tender pengadaan di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Lelang dibuat pada 12 September lalu. Sampai kemarin, ada 8 rekanan yang mengikuti lelang dengan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 1,729 miliar.

Dari delapan penyedia barang, peserta lelang di antaranya dari PT Astra Internasional, PT Groen Indonesia, CV Kana Komputindo, dan PT Grand Integra Telematika.

Roni mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi dump truck sampah di DLHKP. Karena itu, jika ada anggaran, pengadaan kendaraan akan terus dilakukan.

Dia menambahkan, dengan mayoritas berusia tua, perawatan kendaraan semakin sering dilakukan. Namun, menurut dia, hal itu tidak sebanding dengan tingkat efisiensinya. “Dengan membeli kendaraan baru, anggaran perawatan bisa ditekan,” pungkasnya.

   

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Jumlah dump truck pengangkut sampah di Kota Kediri bakal bertambah. Tahun ini, lewat perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), mereka akan merealisasi pengadaan dua unit kendaraan. Pasalnya, sebagian kendaraan lama sudah berusia di atas 10 tahun.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Roni Yusanto mengatakan, saat ini dinas memiliki 18 unit truk pengangkut sampah. Jumlah itu termasuk dump truck dan arm roll (bak tertutup).

Dari belasan unit, menurut Ronni, sebanyak 15 unit kendaraan sudah berusia lebih dari 10 tahun. Dengan begitu, hanya tiga truk saja yang masih tergolong baru. “Mayoritas sudah di atas 10 tahun,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

Baca Juga :  Guru dan Siswa Bakal Dapat Kuota

Ronni mengungkapkan, kendaraan pengangkut sampah berbeda dengan angkutan lain. Selain beroperasi setiap hari, truk juga mengangkut korosit dan cairan sampah. Karena itu, dibanding truk pengangkut batu dan pasir, tingkat keausan kendaraan pengangkut sampah lebih tinggi.

“Sepuluh tahun itu sudah dianggap tua. Padahal idealnya seharusnya di bawah tujuh tahun,” terang mantan kabid pertamanan DLHKP Kota Kediri ini.

Apalagi ketika ada kerusakan kendaraan, kata Roni, truk lain harus siap menganggantikan. Sehingga beban setiap kendaraan menjadi lebih besar. “Jadi menurut kami, keberadaan truk sangat krusial,” ungkapnya.

Untuk itulah, lanjut Ronni, DLHKP perlu melakukan peremajaan kendaraan. Tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,89 miliar. “Ada tambahan dua unit nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kejari Kota Kediri Belum Tetapkan TSK Baru Kasus Korupsi BPNT

Saat ini, DLHKP sudah melakukan tender pengadaan di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Lelang dibuat pada 12 September lalu. Sampai kemarin, ada 8 rekanan yang mengikuti lelang dengan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 1,729 miliar.

Dari delapan penyedia barang, peserta lelang di antaranya dari PT Astra Internasional, PT Groen Indonesia, CV Kana Komputindo, dan PT Grand Integra Telematika.

Roni mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi dump truck sampah di DLHKP. Karena itu, jika ada anggaran, pengadaan kendaraan akan terus dilakukan.

Dia menambahkan, dengan mayoritas berusia tua, perawatan kendaraan semakin sering dilakukan. Namun, menurut dia, hal itu tidak sebanding dengan tingkat efisiensinya. “Dengan membeli kendaraan baru, anggaran perawatan bisa ditekan,” pungkasnya.

   

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/