25.7 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022

Gundi Diisukan Mengundurkan Diri

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kabar kurang sedap berembus dari rencana Gundi Sintara yang menggantikan Arbayana di pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Nganjuk kemarin. Gundi yang menjadi peraih suara terbanyak di bawah almarhum Arbayana di daerah pemilihan (Dapil) IV Nganjuk (Pace, Tanjunganom, dan Sukomoro) saat pemilihan legislative 2019 dikabarkan sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Karena Gundi pernah mendaftar menjadi calon pimpinan KPK. Sehingga, Gundi tidak bisa menggantikan Arbayana.

Saat dikonfirmasikan kabar tersebut, Gundi dengan tegas membantahnya. “Saya tidak pernah mengundurkan diri dari Partai Demokrat karena saya ini bukan pengurus,” ujarnya saat dihubungi lewat ponselnya kemarin.

Justru, Gundi menduga kegagalannya menjadi capim KPK tersebut karena dia masih tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Nganjuk dari Partai Demokrat. “Saya ini hanya caleg di Partai Demokrat. Jadi tidak pernah membuat surat pengunduran diri,” ujarnya.

Baca Juga :  Taman Brantas Kediri Tutup, Dermaga Ramai

Hal senada diutarakan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk M. Fauzi Irwana. Menuru Fauzi, Gundi tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari Partai Demokrat. “Surat pengunduran diri Pak Gundi dari Partai Demokrat hingga saat ini belum ada,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, jika dirinya belum mendapatkan surat resmi pengunduran diri Gundi dari Partai Demokrat. Itu artinya hingga kini Gundi masih tercatat sebagai kader dan Caleg Partai Demokrat pada 2019. Sehingga, politisi senior yang pernah duduk di kursi DPRD Kabupaten Nganjuk selama dua periode itu masih berpeluang untuk menggantikan Arbayana dalam PAW nanti. Karena

- Advertisement -

perolehan suara Gundi adalah yang paling banyak di bawah Arbayana. Gundi mendapatkan 3.142 suara. Sedangkan, Arbayana meraup 6.809 suara. Sementara enam caleg yang lain hanya mendapatkan suara ratusan dan puluhan (selengkapnya lihat tabel).

Baca Juga :  Info Korona di Kediri: Angka Kematian Lebih Tinggi dari Jatim

“Langsung, otomatis almarhum Pak Arbayana akan digantikan pemilik suara terbanyak kedua,” imbuh Fauzi.

Hanya saja, politisi yang hobi bersepeda ini menegaskan bahwa proses pergantian Arbayana ke Gundi tetap harus melalui mekanisme PAW yang dilakukan oleh partai.

Sayangnya keputusan untuk melakukan PAW tersebut belum bisa diambil lantaran masih dalam suasana berduka. Karena Arbayana baru meninggal dunia pada Senin (19/7). “Kami masih berduka sekarang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fauzi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan PAW tersebut diproses. “Kami akan membicarakan masalah PAW itu nanti saja dengan pengurus partai,” pungkasnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kabar kurang sedap berembus dari rencana Gundi Sintara yang menggantikan Arbayana di pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Nganjuk kemarin. Gundi yang menjadi peraih suara terbanyak di bawah almarhum Arbayana di daerah pemilihan (Dapil) IV Nganjuk (Pace, Tanjunganom, dan Sukomoro) saat pemilihan legislative 2019 dikabarkan sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Karena Gundi pernah mendaftar menjadi calon pimpinan KPK. Sehingga, Gundi tidak bisa menggantikan Arbayana.

Saat dikonfirmasikan kabar tersebut, Gundi dengan tegas membantahnya. “Saya tidak pernah mengundurkan diri dari Partai Demokrat karena saya ini bukan pengurus,” ujarnya saat dihubungi lewat ponselnya kemarin.

Justru, Gundi menduga kegagalannya menjadi capim KPK tersebut karena dia masih tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Nganjuk dari Partai Demokrat. “Saya ini hanya caleg di Partai Demokrat. Jadi tidak pernah membuat surat pengunduran diri,” ujarnya.

Baca Juga :  Tunda Pembelian Mobil Toyota Alphard

Hal senada diutarakan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk M. Fauzi Irwana. Menuru Fauzi, Gundi tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari Partai Demokrat. “Surat pengunduran diri Pak Gundi dari Partai Demokrat hingga saat ini belum ada,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, jika dirinya belum mendapatkan surat resmi pengunduran diri Gundi dari Partai Demokrat. Itu artinya hingga kini Gundi masih tercatat sebagai kader dan Caleg Partai Demokrat pada 2019. Sehingga, politisi senior yang pernah duduk di kursi DPRD Kabupaten Nganjuk selama dua periode itu masih berpeluang untuk menggantikan Arbayana dalam PAW nanti. Karena

perolehan suara Gundi adalah yang paling banyak di bawah Arbayana. Gundi mendapatkan 3.142 suara. Sedangkan, Arbayana meraup 6.809 suara. Sementara enam caleg yang lain hanya mendapatkan suara ratusan dan puluhan (selengkapnya lihat tabel).

Baca Juga :  Hilal Tak Terlihat di Kandangan

“Langsung, otomatis almarhum Pak Arbayana akan digantikan pemilik suara terbanyak kedua,” imbuh Fauzi.

Hanya saja, politisi yang hobi bersepeda ini menegaskan bahwa proses pergantian Arbayana ke Gundi tetap harus melalui mekanisme PAW yang dilakukan oleh partai.

Sayangnya keputusan untuk melakukan PAW tersebut belum bisa diambil lantaran masih dalam suasana berduka. Karena Arbayana baru meninggal dunia pada Senin (19/7). “Kami masih berduka sekarang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fauzi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan PAW tersebut diproses. “Kami akan membicarakan masalah PAW itu nanti saja dengan pengurus partai,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/