28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Banjir dan Longsor Terjang Desa Macanan, Kecamatan Loceret

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Banjir dan longsor menerjang Dusun Banaran, Desa Macanan, Kecamatan Loceret kemarin sore. Anak Sungai Kuncir meluap karena hujan deras yang mengguyur Kota Angin dan sekitarnya. Akibatnya, enam rumah di tepi anak Sungai Kuncir rusak parah terkena longsor. Delapan kepala keluarga (KK) di rumah tersebut terpaksa harus mengungsi. Karena rumahnya tidak bisa ditempati. “Total ada 23 orang yang mengungsi di musala sekitar,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid.

Selain membuat enam rumah rusak, banjir juga menyebabkan plengsengan ambrol, jembatan darurat hanyut,  sawah dan jalan ikut tergenang. Bahkan, di beberapa desa di Kecamatan Ngetos, Pace, Loceret dan Berbek juga terkena imbasnya. Hal ini membuat warga menjadi ketakutan. Sebagian orang memilih untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman. “Hingga malam ini (tadi malam, Red), belum ada laporan korban jiwa,” ujar Wakid.

Baca Juga :  Bahan Kampanye Berlogo Pemkab Nganjuk Sudah Beredar 500 Eksemplar

Untuk kerugian, Wakid mengaku belum menghitung. Meski demikian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Karena selain enam rumah yang rusak parah, hewan ternak juga ada yang mati hingga sawah juga tergenang. “Kami masih fokus ke evakuasi korban ke tempat yang aman,” ujarnya.  

Mantan Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk ini mengatakan, tim BPBD langsung ke lokasi setelah ada laporan banjir dan longsor. Petugas segera mengevakuasi korban ke tempat yang aman. Karena dikhawatirkan, banjir susulan akan terjadi.

Lebih jauh, Wakid berharap, warga Nganjuk tetap waspada. Karena debit Sungai Kuncir terus naik. Jika hujan terus menerus dikhawatirkan air Sungai Kuncir meluap. Dampak yang ditimbulkan juga akan lebih besar.

Baca Juga :  Longsor Susulan, 100 Ru Tanaman Padi Tertimbun
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Banjir dan longsor menerjang Dusun Banaran, Desa Macanan, Kecamatan Loceret kemarin sore. Anak Sungai Kuncir meluap karena hujan deras yang mengguyur Kota Angin dan sekitarnya. Akibatnya, enam rumah di tepi anak Sungai Kuncir rusak parah terkena longsor. Delapan kepala keluarga (KK) di rumah tersebut terpaksa harus mengungsi. Karena rumahnya tidak bisa ditempati. “Total ada 23 orang yang mengungsi di musala sekitar,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid.

Selain membuat enam rumah rusak, banjir juga menyebabkan plengsengan ambrol, jembatan darurat hanyut,  sawah dan jalan ikut tergenang. Bahkan, di beberapa desa di Kecamatan Ngetos, Pace, Loceret dan Berbek juga terkena imbasnya. Hal ini membuat warga menjadi ketakutan. Sebagian orang memilih untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman. “Hingga malam ini (tadi malam, Red), belum ada laporan korban jiwa,” ujar Wakid.

Baca Juga :  Dinkes Kota Kediri Tingkatkan Surveilans untuk Deteksi Hepatitis

Untuk kerugian, Wakid mengaku belum menghitung. Meski demikian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Karena selain enam rumah yang rusak parah, hewan ternak juga ada yang mati hingga sawah juga tergenang. “Kami masih fokus ke evakuasi korban ke tempat yang aman,” ujarnya.  

Mantan Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk ini mengatakan, tim BPBD langsung ke lokasi setelah ada laporan banjir dan longsor. Petugas segera mengevakuasi korban ke tempat yang aman. Karena dikhawatirkan, banjir susulan akan terjadi.

Lebih jauh, Wakid berharap, warga Nganjuk tetap waspada. Karena debit Sungai Kuncir terus naik. Jika hujan terus menerus dikhawatirkan air Sungai Kuncir meluap. Dampak yang ditimbulkan juga akan lebih besar.

Baca Juga :  Korban Longsor di Dusun Banaran, Macanan Bingung Biaya Perbaikan Rumah

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/