23.3 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

ASN Kota Kediri Belum Masuk 100 Persen

KOTA, JP Radar Kediri-Penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Kediri tidak berdampak pada jam kerja ASN. Seperti sebelumnya, separo atau sebanyak 50 persen di antaranya masih harus work from home alias bekerja dari rumah.

          Ketentuan tersebut sesuai dengan SK Wali Kota Abdullah Abu Bakar No.

 188.45/282/419.033/2021 tentang Covid-19. Belum diberlakukannya jam kerja 100 persen di kantor bagi ASN menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kediri Apip Permana karena pemkot menyesuaikan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “WFO 50 persen itu berlaku bagi ASN. Untuk pejabat struktural wajib masuk 100 persen,” kata Apip.

          Meski separo staf ASN bekerja dari rumah, Apip menegaskan mereka dilarang bepergian ke luar daerah. Sewaktu-waktu mereka bisa saja dipanggil ke kantor oleh atasannya jika dibutuhkan.

          ASN yang WFH menurut Apip juga harus tetap mengisi presensi dengan face detector. Yakni saat jam masuk dan pulang kerja. “Jadi tetap diawasi kinerjanya,” lanjut Apip.

          Lebih jauh Apip menjelaskan, dengan pemberlakuan PPKM level 1, saat ini pemkot fokus pada pemulihan ekonomi. Di antaranya, dengan melonggarkan sektor perdagangan. Meski demikian, protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat.

          Dia mencontohkan pedagang yang buka pukul 18.00 bisa berjualan hingga pukul 00.00. Adapun tempat perbelanjaan yang sebelumnya tutup pukul 21.00 kini bisa tutup pukul 22.00.

          Dengan pelonggaran tersebut, Apip berharap perekonomian warga bisa kembali pulih. “Patroli tim gabungan tetap diintensifkan untuk mencegah penularan korona,” jelas Apip.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Aktifkan Tiga Ruang Isoter di SKB Grogol

          Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menambahkan, pihaknya tetap akan melakukan tracing di lokasi yang rawan keramaian. Selain sekolah, pasar dan pusat perbelanjaan juga jadi sasaran.

          Fauzan kembali mengingatkan agar warga tak lengah meski Kota Kediri menerapkan PPKM level 1. “Penularan virus korona tetap terjadi meski jumlahnya melandai. Harus tetap jaga prokes,” pinta Fauzan.

          Seperti diberitakan, penerapan PPKM level 1 membuat sejumlah tempat yang semula dibatasi kini bisa lebih longgar. Misalnya, pengunjung mal yang sebelumnya dibatasi kini bisa menggunakan kapasitas maksimal mereka. Meski demikian, agaknya pengelola mal tetap memilih untuk berhati-hati.

          Misalnya, mal Kediri Town Square (Ketos) yang memilih tetap membatasi pengunjungnya. Marketing Communication Manager Ketos Aan Tri Ayuni menjelaskan, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan 50 persen. “Kami juga tetap beroperasi mulai pukul 10.00 sampai pukul 21.00,” ujar perempuan yang akrab disapa Aan sembari menyebut hal itu diberlakukan agar pengunjung nyaman.

          Pantauan koran ini kemarin, meski hari libur ternyata pengunjung salah satu mal di Kota Kediri itu tak melonjak signifikan. Meski ada peningkatan, tetapi masih di bawah kapasitas maksimal mal.

          Kondisi tersebut menurut Aan karena masyarakat masih menyesuaikan kondisi. Tidak sedikit masyarakat yang masih ragu-ragu untuk keluar rumah atau mengunjungi mal.

          Untuk memberi jaminan kenyamanan pada pengunjung, Aan menegaskan pihaknya menerapkan prokes secara ketat. Di antaranya, dengan melibatkan satpam untuk berkeliling area mal melakukan pengawasan.

Sementara itu, Kabupaten Kediri yang masih menerapkan PPKM level 3 akan mendapat pasokan 128 ribu dosis vaksin pfizer. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib menegaskan, ratusan ribu dosis vaksin itu akan digunakan untuk menggenjot vaksinasi di wilayahnya. “Vaksin pfizer ini didistribusikan ke daerah yang masih kekurangan stok vaksin,” terang Khotib tentang vaksin yang diterima Kabupaten Kediri hari ini.

Baca Juga :  Bupati Gandeng BIG Tuntaskan Batas Wilayah

          Terkait peruntukannya, Khotib menegaskan, vaksin tersebut akan disuntikkan kepada masyarakat umum. Yakni, warga berusia 18 tahun keatas. Untuk memastikan penyuntikan bisa segera dilakukan, dinkes sudah melakukan pendataan sejak awal minggu ini.

          Bagaimana dengan sasaran lansia dan pelajar? Khotib menyebut, dua kelompok sasaran itu sudah terdata semua. Vaksinasi lansia menggunakan AstraZeneca. Sedangkan pelajar menggunakan Sinovac.  Karenanya, mereka menggunakan vaksin pfizer untuk sasaran lainnya.

          Pria yang juga plt kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menjelaskan, pemberian vaksin dosis pertama dan kedua harus sama. Jika vaksin yang diterima berbeda, efeknya bisa saja berbeda. Karenanya, penerima vaksin pfizer di dosis pertama akan kembali mendapat vaksin yang sama di dosis kedua. “Lansia yang belum terdata nanti bisa saja menggunakan vaksin pfizer,” jelas Khotib.

          Untuk diketahui, hingga kemarin vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Kediri mencapai 43 persen. Selain ratusan ribu dosis vaksin tambahan yang akan diterima hari ini, Khotib memastikan di gudang dinas kesehatan masih ada vaksin Moderna sebanyak 6.000 dosis.

Ribuan dosis itu akan digunakan untuk vaksin booster tenaga kesehatan dan ibu hamil. “Untuk sisa vaksin jenis lain, belum terdata. Namun besok (hari ini, Red), di faskes-faskes masih bisa melakukan vaksinasi,” tandasnya. (rq/ica/syi/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Kediri tidak berdampak pada jam kerja ASN. Seperti sebelumnya, separo atau sebanyak 50 persen di antaranya masih harus work from home alias bekerja dari rumah.

          Ketentuan tersebut sesuai dengan SK Wali Kota Abdullah Abu Bakar No.

 188.45/282/419.033/2021 tentang Covid-19. Belum diberlakukannya jam kerja 100 persen di kantor bagi ASN menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kediri Apip Permana karena pemkot menyesuaikan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “WFO 50 persen itu berlaku bagi ASN. Untuk pejabat struktural wajib masuk 100 persen,” kata Apip.

          Meski separo staf ASN bekerja dari rumah, Apip menegaskan mereka dilarang bepergian ke luar daerah. Sewaktu-waktu mereka bisa saja dipanggil ke kantor oleh atasannya jika dibutuhkan.

          ASN yang WFH menurut Apip juga harus tetap mengisi presensi dengan face detector. Yakni saat jam masuk dan pulang kerja. “Jadi tetap diawasi kinerjanya,” lanjut Apip.

          Lebih jauh Apip menjelaskan, dengan pemberlakuan PPKM level 1, saat ini pemkot fokus pada pemulihan ekonomi. Di antaranya, dengan melonggarkan sektor perdagangan. Meski demikian, protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat.

          Dia mencontohkan pedagang yang buka pukul 18.00 bisa berjualan hingga pukul 00.00. Adapun tempat perbelanjaan yang sebelumnya tutup pukul 21.00 kini bisa tutup pukul 22.00.

          Dengan pelonggaran tersebut, Apip berharap perekonomian warga bisa kembali pulih. “Patroli tim gabungan tetap diintensifkan untuk mencegah penularan korona,” jelas Apip.

Baca Juga :  Beli Minyak Goreng Curah di Pasar Kediri Makin Ribet

          Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menambahkan, pihaknya tetap akan melakukan tracing di lokasi yang rawan keramaian. Selain sekolah, pasar dan pusat perbelanjaan juga jadi sasaran.

          Fauzan kembali mengingatkan agar warga tak lengah meski Kota Kediri menerapkan PPKM level 1. “Penularan virus korona tetap terjadi meski jumlahnya melandai. Harus tetap jaga prokes,” pinta Fauzan.

          Seperti diberitakan, penerapan PPKM level 1 membuat sejumlah tempat yang semula dibatasi kini bisa lebih longgar. Misalnya, pengunjung mal yang sebelumnya dibatasi kini bisa menggunakan kapasitas maksimal mereka. Meski demikian, agaknya pengelola mal tetap memilih untuk berhati-hati.

          Misalnya, mal Kediri Town Square (Ketos) yang memilih tetap membatasi pengunjungnya. Marketing Communication Manager Ketos Aan Tri Ayuni menjelaskan, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan 50 persen. “Kami juga tetap beroperasi mulai pukul 10.00 sampai pukul 21.00,” ujar perempuan yang akrab disapa Aan sembari menyebut hal itu diberlakukan agar pengunjung nyaman.

          Pantauan koran ini kemarin, meski hari libur ternyata pengunjung salah satu mal di Kota Kediri itu tak melonjak signifikan. Meski ada peningkatan, tetapi masih di bawah kapasitas maksimal mal.

          Kondisi tersebut menurut Aan karena masyarakat masih menyesuaikan kondisi. Tidak sedikit masyarakat yang masih ragu-ragu untuk keluar rumah atau mengunjungi mal.

          Untuk memberi jaminan kenyamanan pada pengunjung, Aan menegaskan pihaknya menerapkan prokes secara ketat. Di antaranya, dengan melibatkan satpam untuk berkeliling area mal melakukan pengawasan.

Sementara itu, Kabupaten Kediri yang masih menerapkan PPKM level 3 akan mendapat pasokan 128 ribu dosis vaksin pfizer. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib menegaskan, ratusan ribu dosis vaksin itu akan digunakan untuk menggenjot vaksinasi di wilayahnya. “Vaksin pfizer ini didistribusikan ke daerah yang masih kekurangan stok vaksin,” terang Khotib tentang vaksin yang diterima Kabupaten Kediri hari ini.

Baca Juga :  Terlalu Berat, Ririn Minta Keringanan Hakim

          Terkait peruntukannya, Khotib menegaskan, vaksin tersebut akan disuntikkan kepada masyarakat umum. Yakni, warga berusia 18 tahun keatas. Untuk memastikan penyuntikan bisa segera dilakukan, dinkes sudah melakukan pendataan sejak awal minggu ini.

          Bagaimana dengan sasaran lansia dan pelajar? Khotib menyebut, dua kelompok sasaran itu sudah terdata semua. Vaksinasi lansia menggunakan AstraZeneca. Sedangkan pelajar menggunakan Sinovac.  Karenanya, mereka menggunakan vaksin pfizer untuk sasaran lainnya.

          Pria yang juga plt kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menjelaskan, pemberian vaksin dosis pertama dan kedua harus sama. Jika vaksin yang diterima berbeda, efeknya bisa saja berbeda. Karenanya, penerima vaksin pfizer di dosis pertama akan kembali mendapat vaksin yang sama di dosis kedua. “Lansia yang belum terdata nanti bisa saja menggunakan vaksin pfizer,” jelas Khotib.

          Untuk diketahui, hingga kemarin vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Kediri mencapai 43 persen. Selain ratusan ribu dosis vaksin tambahan yang akan diterima hari ini, Khotib memastikan di gudang dinas kesehatan masih ada vaksin Moderna sebanyak 6.000 dosis.

Ribuan dosis itu akan digunakan untuk vaksin booster tenaga kesehatan dan ibu hamil. “Untuk sisa vaksin jenis lain, belum terdata. Namun besok (hari ini, Red), di faskes-faskes masih bisa melakukan vaksinasi,” tandasnya. (rq/ica/syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/