30.2 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Fenomena Madden Julian Oscillation, Kemarau di Kediri Masih Basah

KOTA, JP Radar Kediri – Saat ini, semestinya, sudah memasuki musim kemarau. Namun, hujan beberapa kali mengguyur wilayah Kediri dan sekitarnya. Curahnya pun tinggi. Juga sempat diwarnai angin kencang dan kilatan halilintar.

Cuaca seperti ini tak terlepas dari terjadinya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Fenomena inilah yang membuat munculnya potensi hujan disertai petir di beberapa wilayah Jawa Timur. Termasuk di Kota Kediri.

“Sudah dijelaskan oleh BMKG (badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, Red) Jatim bahwa potensi hujan untuk saat ini dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang Madden Julian Oscillation,” terang Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indun Munawaroh kemarin.

Munculnya hujan di musim kemarau ini juga disulut suhu permukaan laut perairan Jatim yang hangat. Meskipun Kota Kediri bukan wilayah berpantai, namun diimpit oleh beberapa daerah yang memiliki pantai. Di antaranya Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga :  Kota Kediri Kian Ramah dengan Ruang Terbuka Hijau (2)

Sebenarnya, BMKG Jatim sudah memberikan peringatan bahwa saat ini sudah masuk musim kemarau. Yaitu sejak Mei lalu. Meskipun demikian, hujan di musim kemarau masih memungkinkan terjadi. Namun BMKG telah memperingatkan bahwa setiap daerah harus mempersiapkan diri menghadapi ancaman kekeringan.

Kemarau ini BMKG memperkirakan menjadi periode kemarau basah. Cenderung lebih basah bila dibandingkan musim kemarau pada 2020 dan 2019. Pada dua tahun itu musim kemaraunya tergolong sangat kering. Karena itu, musim kemarau tahun ini relatif akan sering turun hujan.

“Potensi hujan ringan hingga sedang, kadang disertai petir dan angin kencang, terjadi pada siang atau sore menjelang malam hari. Namun hujan yang dihasilkan adalah hujan yang berdurasi singkat,” terangnya.

Baca Juga :  Katarak Tidak Bisa Diobati

Terkait fenomena itu, Indun mengimbau agar warga Kota Kediri lebih waspada. Terutama saat hujan turun dengan intensitas yang lebat. Mereka harus berhati-hati dengan menghindari jalur-jalur yang biasa terdapat genangan air.

Agar bisa menjadi panduan bagi warga, pihak BPBD Kota Kediri juga akan meng-up date prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG Jatim. “Disebutkan bahwa hingga tanggal 21 Juni ini masih berpotensi adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” tambahnya.

Selain itu, Indun juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak berteduh di sekitar pohon bila ada hujan disertai angin kencang. Sebagai antisipasi agar tidak tertimpa pohon tumbang. “Beberapa waktu lalu akibat hujan lebat juga terjadi pohon tumbang,” pungkasnya. (ica/fud)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Saat ini, semestinya, sudah memasuki musim kemarau. Namun, hujan beberapa kali mengguyur wilayah Kediri dan sekitarnya. Curahnya pun tinggi. Juga sempat diwarnai angin kencang dan kilatan halilintar.

Cuaca seperti ini tak terlepas dari terjadinya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Fenomena inilah yang membuat munculnya potensi hujan disertai petir di beberapa wilayah Jawa Timur. Termasuk di Kota Kediri.

“Sudah dijelaskan oleh BMKG (badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, Red) Jatim bahwa potensi hujan untuk saat ini dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang Madden Julian Oscillation,” terang Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indun Munawaroh kemarin.

Munculnya hujan di musim kemarau ini juga disulut suhu permukaan laut perairan Jatim yang hangat. Meskipun Kota Kediri bukan wilayah berpantai, namun diimpit oleh beberapa daerah yang memiliki pantai. Di antaranya Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga :  Derby Kediri: Persedikab Tahan Imbang Persik

Sebenarnya, BMKG Jatim sudah memberikan peringatan bahwa saat ini sudah masuk musim kemarau. Yaitu sejak Mei lalu. Meskipun demikian, hujan di musim kemarau masih memungkinkan terjadi. Namun BMKG telah memperingatkan bahwa setiap daerah harus mempersiapkan diri menghadapi ancaman kekeringan.

Kemarau ini BMKG memperkirakan menjadi periode kemarau basah. Cenderung lebih basah bila dibandingkan musim kemarau pada 2020 dan 2019. Pada dua tahun itu musim kemaraunya tergolong sangat kering. Karena itu, musim kemarau tahun ini relatif akan sering turun hujan.

“Potensi hujan ringan hingga sedang, kadang disertai petir dan angin kencang, terjadi pada siang atau sore menjelang malam hari. Namun hujan yang dihasilkan adalah hujan yang berdurasi singkat,” terangnya.

Baca Juga :  Jumlah Siswa Penerima PIP di Kediri Merosot

Terkait fenomena itu, Indun mengimbau agar warga Kota Kediri lebih waspada. Terutama saat hujan turun dengan intensitas yang lebat. Mereka harus berhati-hati dengan menghindari jalur-jalur yang biasa terdapat genangan air.

Agar bisa menjadi panduan bagi warga, pihak BPBD Kota Kediri juga akan meng-up date prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG Jatim. “Disebutkan bahwa hingga tanggal 21 Juni ini masih berpotensi adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” tambahnya.

Selain itu, Indun juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak berteduh di sekitar pohon bila ada hujan disertai angin kencang. Sebagai antisipasi agar tidak tertimpa pohon tumbang. “Beberapa waktu lalu akibat hujan lebat juga terjadi pohon tumbang,” pungkasnya. (ica/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/